
Aira menoleh dan mengernyit saat melihat sebuah Mobil yang melintas, dia merasa mengenal dengan mobil itu lantas dia segera berlari keluar berharap jika itu adalah Nathan namun usahanya gagal karena Mobil telah melaju jauh.
Aira terus menatapnya,,
Dan terlihat kecewa saat sadar jika itu bukan mobil Nathan yang datang menemuinya.
Sudah dua hari tidak bertemu Nathan, tidak saling sapa walau lewat Chat membuatnya berbeda dan tidak semangat.
" Loh Ra, Kamu ngapain ?" Ucap Adi
Aira menoleh,,
" Engga Kok Kak "
Aira tersenyum namun Adi menatap jauh terlihat adanya mobil yang sudah melaju pergi.
" Ya Sudah aku lanjut bersih bersih dulu Kak ."
Adi mengangguk dan menatap Aira yang tampak berbeda dari kemarin.
___
Aira sibuk dengan pelanggan yang datang, menyiapkan pesanan mereka dan mengantarkannya.
" Istirahat dulu Ra, dari tadi aku lihat kamu terus melayani pelanggan yang datang." Ucap Sal
" Iya lelah juga Sal, Ya Udah tolong antar makanan ini untuk meja 15 ya."
" Siap.."
" Makasih Sal "
Aira tersenyum dan meregangkan otot tangannya , beberapa hari ini Cafe memang sangat ramai banyak yang datang untuk makan di sana.
Huuft,,
Lelah juga tapi seneng Cafe ramai gini. gumam Aira duduk dengan meneguk minuman.
" Kalo lelah istirahat Ra, ingat kamu baru sembuh dan aku gak mau kamu kembali sakit seperti kemarin" Ucap Adi mengacak pucuk rambut Aira.
" Iya,, Aku makan Kak Adi sendiri sudah makan ?"
" Aku udah makan ko "
Aira mengangguk dan menikmati nya,
Adi duduk menemani Aira, Dia terus menatap wajah Aira yang berbeda, bahkan kini Aira pun seakan tidak selera makan dan hanya memainkan makanan di piring.
" Aira hei,, Itu kenapa tidak kamu makan "
" Ah, Ya Kenapa Kak "
Adi menggeleng..
" Makan Ra bukan buat mainan "
Aira menatap piring di depannya dan tersenyum, dia pun menyendok dan menikmati nya.
Adi tersenyum dan terus menemani Aira di sana.
*****
Penerbangan Nathan mulus dan sudah sampai di Amerika.
Mereka langsung menuju salah satu tempat dimana akan langsung menghadiri sebuah Meeting.
" Meeting kita akan berlangsung lama Tuan, karena mereka ingin mengajak Anda makan malam."
" Ya kamu siapkan semua nya."
Sebenarnya bukan kali pertama,
__ADS_1
Namun Nathan memang sering perjalan Bisnis ke Luar negeri apalagi banyak Bisnis nya di sana yang harus setiap kali dia datangi.
Tidak ada rasa lelah yang Nathan rasakan,
sudah terbiasa mungkin itu yang Nathan rasakan selama ini, bekerja tanpa mengenal Lelah hingga semua usahanya Maju, Perusahaan Permana menjadi Perusahaan Terbesar di Dunia membuat banyak Perusahaan yang ingin bekerja sama Dengan nya.
Hampir semua orang tau siapa pemilik Permana Grup, seorang laki laki Muda, tampan berkarisma juga bersikap dingin dan tegas namun di luar semua itu banyak Pengusaha lain yang ingin menjadikan nya menantu bagi Putri perempuan mereka.
Namun,,
Nathan sama sekali tidak memperdulikan semua itu, baginya hanya mengembangkan bisnisnya adalah salah satu tujuannya.
Kini Nathan sudah bersama Kliennya, bukan hanya satu orang namun beberapa orang yang tampak sangat senang bertemu dengan Pengusaha Sukses.
Nathan begitu berkarisma membuat banyak Pengusaha luar yang sangat kagum dengan kepintarannya.
Cara bicaranya pun begitu tegas pantas saja selama ini Permana Grup tidak pernah mengalami masalah dan selalu menjadi Perusahaan Nomor Satu.
Hingga malam tiba,,
Mereka melanjutkan dengan Makan Malam,
Nathan sendiri lupa untuk memberikan kabar terhadap Aira.
Dia di sibukkan dengan banyaknya pekerjaan di sana. bahkan tidak sempat untuk membuka ponselnya.
Boy adalah Asisten Kepercayaan selain Seno, kemana pun Boy selalu ikut membantu Nathan.
****
Aira sudah berada di Apartemen nya,,
Menikmati makanan yang dia beli saat pulang kerja,,
Ting _ Tong
terdengar suara Bel kamar,,
" Na,-
Ucapannya terhenti saat melihat Seno yang datang dan bukan Nathan seperti yang dia inginkan
" Selamat Malam Nona Aira " Sapa Seno
" Malam Pak Seno,, "
Aira mencoba mencari ke luar berharap jika Adanya Nathan juga di sana..
Seno mengernyit,,
" Saya datang sendiri Nona tidak bersama Tuan Nathan."
" Oh,, Masuk Pak Seno "
Seno mengangguk dan melihat dimana Aira makan Nasi bungkus.
" Maaf Saya baru selesai Makan, sebentar saya bereskan dulu."
" Saya Bantu Nona "
" Jangan,, Pak Seno silahkan duduk. "
" Baik Nona."
Aira membersihkan bekas makannya dan kembali dengan secangkir Teh hangat.
" Silahkan Pak Seno "
" Terima kasih Nona, maaf Merepotkan."
" Tidak sama sekali."
__ADS_1
Seno mengangguk dan menikmati nya..
" Oya Pak Seno tumben kemari apa ada sesuatu ?"
" Sebenarnya Saya datang karena Perintah Tuan Nathan."
" Nathan,, ?"
" Semua sudah saya Belanjakan, Sayur buah juga Snack cemilan semua berada di sini sesuai Yang Tuan Perintah kan ."
Aira tidak mengerti ,
bahkan stok makanan pun masih dan kini Nathan mengirimkannya lagi.
" Tapi stok makanan masih ada Loh Pa, "
" Tuan memerintahkan Saya Nona,."
" Memangnya dimana Nathan kenapa dia memerintah Anda memberikan semua ini."
" Tuan sedang di Amerika , Ada Pekerjaan yang harus Tuan Kerjakan di sana."
" Amerika,, berapa hari ?"
Seno kaget dengan pertanyaan Aira.
" Maaf , Maksud Saya " Ucap Aira sadar dan merasa Malu.
" Mungkin Tuan di Amerika selama seminggu, karena memang sebelumnya Tuan sering bolak Balik ke Luar Negeri untuk melihat usaha bisnisnya di sana."
Aira mengangguk..
Nathan bukan laki laki biasa,
Dia seorang pengusaha sukses dengan berbagai bisnisnya, bukan hanya di Indonesia namun juga di Luar negeri hingga membuatnya harus bolak balik.
" Terima kasih Pak Seno, ini sangat merepotkan *"
* Tidak Apa Nona, Kalau begitu Saya Permisi "
" Silahkan Pak Seno."
Aira mengantar Seno hingga pintu,,
" Permis Nona, Hubungi saya saja jika Nona Aira membutuhkan sesuatu."
" Sekali lagi terima kasih Pak Seno dan Hati hati."
Aira menatap Seno yang berjalan masuk Lift, dia menutup pintu dan berjalan masuk.
Menatap dua kantong besar belanjaan yang Pak Seno bawa.
Dia menggeleng dan membawanya menuju Mini Bar , menata nya di Dalam Kulkas.
Hemm,,
Jadi Nathan sedang di Amerika, pantas saja tidak kelihatan dan tidak mengirimkan pesan.
Pasti sibuk jadi lupa, Tapi Nathan selalu saja peduli dengan aku, peduli dengan kesehatan aku walau dia sibuk..
Aira tersenyum mengingat semuanya,,
Tapi..
sebenarnya apa yang Nathan lakukan, apa semua ini karena dia merasa kasihan saja atau karena memang dia peduli.
Aira,,
jangan berpikir jauh, bisa saja Nathan hanya merasa kasihan karena tau bagaimana hidup kamu selama ini, bagaimana kamu yang tidak pernah merasakan kebahagiaan.
Aira menggeleng dan kembali menatap sayuran, daging, ikan , buah bahkan Snack cemilan juga susu yang Seno bawakan.
__ADS_1
tidak ada yang kurang, semua makanan sehat.