Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 54


__ADS_3

Pratama Group


Suasana terlihat berbeda pagi ini dimana semua karyawan di minta berkumpul di salah satu ruangan yang biasa mereka adakan berkumpul.


bukan hanya karyawan biasa, OB bahkan juga Satpam terlihat di sana.


mereka masih menunggu kedatangan Bos mereka, pemilik Perusahaan yang mereka tempati bekerja selama ini.


mereka saling bertanya tanya apa yang sudah terjadi atau akan terjadi sekarang, tiba tiba mereka semua berada di ruangan ini.


" Sebenarnya untuk apa kita semua berkumpul di sini, apa telah terjadi sesuatu?" Ucap Maya salah satu Resepsionis kantor.


" Gue juga gak paham May, semalam Pak Boy cuma chat gue kalau harus berangkat lebih pagi dan berkumpul di Aula." Saras membalasnya.


mereka saling berbisik bisik,


dan beberapa saat mereka langsung terdiam saat Boy berjalan keluar sudah pasti jika Bos mereka sudah datang.


Semua kembali diam, hingga seseorang masuk dan membuat semua menatapnya heran.


" Loh dia bukannya gadis Kemarin" Maya kaget saat Melihat Aira masuk.


" Iya benar, terus buat apa dia datang siapa Sebenarnya dia "


Bukan hanya Maya, Saras pun merasa heran.


hingga semua menundukkan saat Nathan berjalan di belakang Aira.


Semua tidak berani menatapnya, apalagi wajah Bos nya yang terlihat tidak baik baik saja, sudah pasti telah terjadi sesuatu di sana.


Nathan menghampiri Aira dan menggenggam tangannya menuju kursi di hadapan mereka.


" Mampus kita May, Lo lihat Tuan Nathan mengandeng nya."


Baik Maya juga Saras langsung menunduk, dia tau sekarang Mengapa semua berkumpul di sana sudah pasti karena kejadian kemarin.


Nathan menatap seluruh karyawan nya,,


Sementara Aira duduk di sampingnya dengan heran mengapa semua berada di sana dan Nathan yang membawanya.


" Selamat Pagi semua,


Terima kasih karena kalian sudah berkumpul di sini.


Dan tanpa basa basi Saya akan memperkenalkan siapa wanita yang berada di samping Saya, Pasti kalian bertanya tanya siapa dia.


Dia Aira Nadia, Istri Saya."


Deg..!!

__ADS_1


Semua kaget dengan ucapan Nathan yang mengatakan jika wanita yang berada di sampingnya adalah istri nya, Sementara kapan mereka menikah kabar itu sama sekali tidak terdengar di perusahaan.


tak kalah kaget,,


Aira pun menatap Nathan , jadi ini maksud Nathan membawanya ke Kantor untuk memperkenalkan nya.


Nathan menggenggam tangan Aira, dia tau jika istrinya masih bingung dengan semua ini.


" Langsung Saja,,


Saya benar benar kecewa dengan sikap salah satu dari kalian yang mengusir istri saya saat dia datang ke Kantor, bahkan Makanan yang istri Saya bawa untuk makan siang saya pun tidak mereka berikan bahkan mereka malah memakan nya .


Apa seperti itu sikap kalian, Saya benar benar kecewa bahkan tidak terima.


Kalian tau apa konsekuensinya jika kalian melanggar aturan Perusahaan ?"


Semua hanya menunduk tidak ada satu pun yang berani menjawab ataupun menatapnya, Nathan merupakan laki laki yang sangat tegas, dia sangat disiplin dan dia sama sekali tidak menyukai jika salah satu karyawan nya menyepelekan sesuatu.


Aira semakin tidak tau maksud dari semua ini, apa yang suaminya katakan.


Dia memang datang kemari dan menitipkan makan siang untuknya, tapi tidak sampai kepada nya , jadi kedua resepsionis itu tidak menyampaikan nya dan malah memakan makanan itu.


" Saya tau dia ada di antara kalian di sini, mengaku atau akan saya panggil namanya." Ucap Nathan semakin terdengar tegas bahkan suaranya semakin meninggi membuat semua semakin ketakutan.


" Ma- Maafkan Kamu Tuan .


Kami tidak tau jika itu adalah istri Anda " Ucap Maya yang mengaku.


" Jika dia bukan istri Saya, apa kalian juga pasti akan melakukan semua itu ?


Sikap kalian benar benar buruk, dan Saya tidak pernah memiliki karyawan sepeda kalian."


Nathan semakin emosi dengan mereka,


" Kalian semua bisa kembali bekerja namun tidak dengan Maya juga Saras, Kalian tetap di sini."


Semua Langsung membubarkan diri, meninggalkan Maya dan Saras yang masih berdiri dengan wajah yang menunduk dan mereka pasti sedang merenungi nasibnya.


" Ka- kami minta Maaf Tuan,, Kami berjanji tidak akan mengulangi nya lagi."


" Tolong jangan pecat kami Tuan, Kami harus membiayai sekolah adik adik kami." Lanjut Saras membuat Nathan tersenyum.


" Kalian tau bukan konsekuensinya jika melanggar aturan Perusahaan bahkan Kalian sudah bersikap sangat sombong dan tidak tau malu "


" Nyonya ,, Kami minta maaf .. kami khilaf kemari tolong maafkan kami "


Maya juga Saras langsung berlutut di hadapan Aira juga Nathan yang masih duduk di sana, mereka terus meminta maaf kepada nya.


Aira menatap Nathan yang masih Menahan marahnya, sementara dirinya tidak tega melihat mereka apalagi mereka bekerja untuk membiayai sekolah Adiknya dan juga menghidupi keluarga nya.

__ADS_1


Aira beranjak dan langsung menghampiri mereka membuat Nathan kesal.


" Bangun kalian " Ucapnya membuat Maya Juga Saras Mendongak dan berdiri.


" Sayang, Apa yang kamu lakukan."


Aira menatap kedua wanita di depan nya, rasanya begitu Iba melihat mereka yang menangis mengakui kesalahannya.


" Mas ,, Sudah lah Maafkan mereka ..


Kasihan mereka, mereka bekerja untuk kehidupan keluarga juga sekolah Adik nya, bagaimana jika mereka Mas pecat, bagaimana sekolah adik adiknya. "


" Tapi Sayang mereka sudah keterlaluan terhadap kamu, mereka bahkan sudah kurang ajar makan makanan yang kamu bawa untuk aku.":


Aira mengusap lengan suaminya,,


" Liat aku Mas,,


Aku sudah memaafkan Mereka, mereka memang bersalah dan bersikap tidak sopan tapi mereka sudah mengakui nya. " Ucap Aira mengusap wajah suaminya yang masih terlihat begitu emosi.


Nathan menatap wajah Aira,,


bukan hanya wajahnya saja yang cantik Hanum hatinya begitu lembut juga sangat baik.


" Semua ini karena Permintaan Istri Saya, Saya akan memaafkan kalian , tapi ingat tidak ada lagi kesempatan kedua dan jika Saya kembali mendengar kalian melakukan kesalahan jangan salahkan Saya jika Kalian keluar tidak hormat dan tidak akan bisa bekerja di perusahaan mana pun di luar sana." Tegas Nathan membuat keduanya mengangguk.


" Kamu tau Tuan, terima kasih Tuan mau memaafkan juga menerima kami bekerja di perusahaan. Dan Nyonya Aira..


kamu benar benar Minta Maaf atas kesalahan kami kemarin. "'


" Kalian keluar lah.":


Aira menatap mereka yang berjalan keluar, ,


" Saya Permisi Tuan " Ucap Boy yang juga berjalan keluar meninggalkan Bos bersama istrinya di sana.


" Kenapa kamu begitu baik Sayang, bahkan setelah apa yang mereka lakukan, mereka begitu sombong dan tidak sopan "


Aira tersenyum dan menggenggam tangan Nathan,,


Terlihat wajah nya yang masih menahan emosi.


" Mas Lihat aku,,


Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan itu pun karena suatu alasan termasuk mereka.


Lagi pula kita sebagai manusia tidak boleh memendam dendam dan harus memaafkan merek."


Nathan langsung memeluknya,,

__ADS_1


betapa bahagianya dia memiliki istri seperti Aira yang sangat baik, pemaaf juga wajah yang sangat cantik.


__ADS_2