Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 66


__ADS_3

Pernikahan Nathan dan Aira Sudah terdengar Hendra yang kini seakan kebakaran jenggot.


Dia terus melempar barang barang nya bahkan beberapa pengawalnya pun terlihat meringis akibat hantaman Tangan kekarnya.


" Ini tidak bisa di biarkan, Aira adalah alat tukar dengan semua hutang Bratama, bagaimana pun caranya kalian harus menculik Aira dan membawanya kemari."


" Ta- tapi Tuan, pengawasan di sana sangat ketat dan Akan sangat susah untuk mengecoh mereka."


" Hahaha,, Bodoh Kalian semua,, lakukan seperti saat kita meracuni salah satu anggota kita yang mereka sekap."


Mereka mengangguk,,


" Baik Tuan, Kamu akan melakukan nya."


Hendra terdiam,,


Tangannya mengepal,,


Bukan hanya dia merasa sakit hati dengan penolakan Nathan untuk bekerja sama Dengan nya namun juga karena Aira yang seharusnya menjadi selir nya namun malah di per istri ya.


Saya akan biarkan kalian bermain main dulu dengan kebahagiaan kalian, tapi setelah semuanya selesai, Jangan harap kalian bisa kembali bersama.


Hendra bergumam dengan senyuman licik di Wajahnya.


____


Boy beserta beberapa orang berada di dalam markas, mereka sudah mendapatkan hasil jika memang tahanan mereka telah sengaja di racun untuk menghilangkan nyawanya, karena mereka tidak mau jika dia membongkar semua rahasia nya.


" Jadi benar, Ini sangat di sengaja karena tidak mungkin kita memberikannya racun di saat kita belum mendapatkan semua bukti." Ucap Boy.


" Benar Bos,, Tapi bagaimana mereka bisa masuk sedangkan penjaga di sini sangat ketat."


Boy terdiam dan berjalan ,


Dia melihat sebuah lubang kecil yang dipastikan untuk mereka memberi racun itu.


" Mereka melakukan nya lewat ini,, "


Semua menatapnya,,


" Jadi mereka sudah tau dimana markas kita Bos, padahal gudang ini sangat jauh dari keramaian apalagi kehidupan."


Boy mengangguk,,


ada yang tidak beres dengan semua ini, Pasti ada seseorang yang sudah memberitahu mereka.


Boy terdiam dan terlihat memikirkan sesuatu ,,


" Jika mereka selalu mengecoh kan kita, kita pun harus bisa sebaliknya." Ucap Boy tersenyum.


Semua mengangguk dia tau bagaimana Bos-nya apalagi jika Nathan sudah turun tangan.


Derrt..


Boy segera mengambil ponselnya dan terlihat Nathan yang menghubunginya.


" Halo Tuan, "


" Dimana kamu sekarang"


" Markas Tuan, Apa ada yang bisa Saya bantu."


" Tunggu di sana, sebentar lagi Saya ke sana."


" Baik Tuan "


" Tuan Nathan akan datang, kita bersiap." Lanjut Boy dan semua bergegas.

__ADS_1


Nathan jarang sekali datang ke Markas dan hanya jika ada hal penting atau terjadi sesuatu dia akan ke sana.


Aira menatap suaminya yang sudah bersiap,


padahal hari ini bukan hari kerja dimana seharusnya dia menemaninya di rumah.


" Kenapa Hem " Ucap Nathan saat menatap wajah istrinya.


" Ini hari libur tapi Mas malah akan pergi lagipula Mas juga baru mendingan."


Nathan tersenyum dan menghampiri..


" Hanya sebentar untuk bertemu Boy, setelahnya Aku janji akan mengajak kamu ke suatu tempat."


" Serius Mas ?"


" Ya ,, Aku tidak pernah bohong bukan selama ini "


Aira mengangguk dan tersenyum,,


" Aku jalan dulu, ingat jangan keluar tanpa pengawasan."


" Iya Aku selalu ingat " Ucap Aira menatap suaminya yang sangat tampan hanya dengan balutan celana jeans kaso juga jaket yang melekat di tubuhnya.


Nathan mengecup kening kedua mata dan terakhir bibir Aira yang sudah sangat menjadi candu untuknya.


" Aku Pergi dulu, Kamu hati hati di rumah " Ucap Nathan mengusap pucuk rambut Aira.


" Eum,, Mas Juga hati hati cepat pulang"


Nathan mengangguk dan berjalan keluar.


Sementara Aira tersenyum dengan sikap manis Nathan kepadanya, tidak pernah berubah dari pertama mereka bertemu hingga menikah.


Aira menatap ranjang yang sudah di ganti sprei nya akibat ulah Keduanya semalam, bahkan Aira teringat adanya Nota darah di sana.


Dia menatap dimana Nathan sudah melajukan mobilnya dan diikuti satu mobil.


mending aku turun deh,,


Bosan di kamar terus. Gumam Aira berjalan keluar.


Beberapa pelayan yang sedang membersihkan semua ruangan tampak tersenyum dan menunduk kala melihat istri Dari Bosnya berjalan, mereka sangat menghormati Aira seperti halnya terhadap Nathan.


Dia pun melangkah turun, namun terlihat Santi yang sedang membersihkan lantai.


" Maaf Ya,, " Ucap Aira saat melewati nya Namun Santi malah terlihat kesal dan sengaja akan membuat Aira terjatuh.


" Aw,, " Rintih Aira saat dia terjatuh di lantai akibat lantai yang masih basah.


" Astaga Nyonya "


Seno segera berlari dan membantu Aira,,


" Santi,, Hati hati jika sedang bekerja, Nyonya Anda baik baik saja ?"


Aira mengangguk namun sedikit sakit di bagian mata kakinya, mungkin karena terbentur lantai.


" Maaf Pak Seno, Tapi seharusnya Nyonya tau jika Lantai masih basah " Ucap Santi membuat Seno kembali akan bicara namun di cegah Aira.


" Saya tidak apa Pak Seno,, Lagian Santi benar Lantai masih basah seharusnya Saya tidak dulu lewat."


Santi tersenyum dan berjalan pergi begitu saja tanpa merasa salah,,


" Nyonya seharusnya,-


" Kita harus waspada dengannya Pak Seno, bukannya kita masih mencari tau apa yang sedang dia lakukan." Ucap Aira.

__ADS_1


" Baik Nyonya, Tapi Kaki Anda "


" Saya gapapa,, "


Aira tersenyum dan kembali berjalan duduk di kursi taman samping rumahnya, adanya kolam renang juga taman kecil yang membuat Aira suka duduk di sana.


" permisi Nyonya ,, " Ucap salah satu pelayan membawa segelas jus juga cemilan."


" Waw,, Makasih Mba "


" Sama sama Nyonya, Jika butuh sesuatu bisa panggil Saya "


Aira mengangguk dan menikmati nya,,


Dasar perempuan tidak tau malu,,


Dia sengaja membuat Tuan menyukai nya , Dia hanya menumpang hidupnya pada Tuan karena hidup dia yang miskin bahkan Keluarganya pun sudah bangkrut.


Santi terus menatap Aira,,


Latar belakang kehidupan Aira sudah dia tau.


" Sedang apa kamu " Ucap Seno yang lagi lagi melihat.


" Tidak Pak Seno, Saya Permisi."


Seno tau dimana Santi terus menatap Aira, wajahnya sangat terlihat jika dia tidak menyukainya.


" Permisi Nyonya " Ucap Seno membuat Aira menoleh.


" Ya Pak Seno, Ada apa "


" Bisa kita bicara sebentar "


Aira terdiam, namun jika melihat Wajah Seno yang seperti ini sudah pasti ada hal penting.


" Kita bicara di sana "


Aira berjalan menjauh di ikuti Seno,,


" Apa Nyonya tau jika Santi terus mengawasi Anda setiap saat."


Aira tersenyum..


" Sebenarnya saya tau apa yang di lakukan Santi, bahkan di saat dia menatap Saya dan di saat tadi saya terjatuh, Santi sengaja mendorong alat pel hingga membuat Saya jatuh. "


" Jadi rencana Anda,,


" Kita terus awasi saja, tapi Pak Seno jangan sampai memperingati nya biar Santi urusan Saya."


" Baik Nyonya "


" Saya permisi Nyonya."


______


" Santi tunggu " Ucap Aira


Santi menoleh dan terlihat wajah malasnya saat Aira berjalan mendekat.


" Apa kamu sibuk " Ucapnya


" Saya harus mengerjakan pekerjaan rumah karena Saya bukan Anda yang hanya berdiam saja. "


Aira tersenyum dan menggeleng..


" Saya perlu bicara dengan Kamu,, Ikut Saya." l

__ADS_1


__ADS_2