
Sudah seminggu Nathan berada di Luar Negeri meninggalkan Aira dengan perut besarnya di Indonesia.
Namun baik Melisa ataupun Anggita tidak pulang ke rumah mereka melainkan tetap menemani Aira di sana.
Mereka khawatir jika nanti nya Aira akan melahirkan sedangkan Nathan masih belum kembali.
Aira mengerjapkan matanya karena silau mentari yang masuk ke dalam kamar melalui celah-celah jendela.
Aira menghela napasnya, sudah jam 7 pagi dan dia bangun begitu siang.
Semalam dia tidak bisa tidur karena memikirkan Nathan juga karena perutnya yang terasa sedikit sakit.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
Aira menatap pintu kamar nya..
" Ya Masuk " Ucapnya beranjak bangun.
Melisa membuka pintu kamar dengan membawa Napan berisi sarapan, susu juga vitamin.
" Selamat Pagi Nak , Gimana tidur kamu semalam " Ucap Melisa meletakan Napan di atas meja dan tersenyum menatap Aira yang sudah dianggapnya sebagai anak kandung.
Aira menghela napasnya,,
" Semalam Aira susah tidur Bi, Perut Aira sedikit sakit dan Aira memikirkan Mas Nathan."
Melisa tersenyum dan duduk di samping Aira seraya menggenggam tangannya.
" Kalian pasti merindukan Nathan bukan " Ucap Melisa membuat Aira bingung.
" Kalian, " Ucap Aira bingung.
" Kamu dan anak kamu Sayang, Pasti Anak kamu juga sangat merindukan Papa nya "
Aira menunduk dan mengusap perut besarnya, selama ini dan di setiap pagi Nathan pasti akan selalu menyapa dan mengajak bicara anak mereka tapi sudah seminggu ini Nathan berada di Luar Negeri dan mungkin benar jika anaknya merindukan sosok Papa nya.
" Sekarang kamu sarapan dan juga minum Vitamin nya"
" Aira mandi dulu Bi "
Melisa mengangguk dan membantu Aira turun, perutnya yang besar membuat Aira sedikit kesusahan saat berjalan.
Melisa beranjak dan membereskan tempat tidur Aira.
*******
Sama Hal nya dengan Aira,,
Nathan pun terlihat sedikit lesu, rasanya sangat merindukan istrinya. ingin menghubungi istrinya namun di urukan nya mengingat tidak mau mengganggu Aira yang sedang tidur.
Tok,
__ADS_1
Tok,,
" Permisi Tuan "
" Apa ada perkembangan"
" Ternyata selama ini ada kecerobohan dari salah satu Karyawan yang membuat banyak produksi gagal dan membuat rugi perusahaan."
Nathan menautkan alisnya dan membuka berkas, benar saja salah satu karyawan lama mereka telah menyimpan bahkan membuang banyak hasil produksi yang gagal.
Dan setelah tau akan kerugian besarnya, dengan cepatnya dia malah mengundurkan diri.
" Kita ke rumah nya sekarang."
" Baik Tuan"
Nathan Berjalan keluar, dia harus menemui nya segera hanya karena hal sepele seperti ini membuatnya harus tinggal lama di Luar Negeri dan meninggalkan istri nya yang sedang hamil besar.
Di sebuah Apartemen,,
Seorang Pria paruh baya tampak kebingungan, Dia tau. Pasti kapan saatnya semua yang telah dia lakukan akan terbongkar.
Nathan bulan orang sembarang, dia akan melakukan hal buruk sekalipun jika memang Orang lain telah melakukan hal yang merugikannya.
Ting,,.Tong,,
Suara bel membuatnya semakin ketakutan, Keringat dinginnya pun langsung bercucuran.
" Se-sebentar" Ucapnya berjalan mendekat.
Ting Tong,,
Dengan tangan bergetar dia pun membuka pintu, bagaimana pun dia harus mempertanggung jawabkan semua yang telah dia perbuat.
Dengan menghela napas dia pun membuka pintu kamar nya..
" Tu- Tuan Nathan " Ucapnya gugup.
Nathan masuk bersama semua orang termasuk Polisi.
" Tuan Maaf kan Saya,,
Saya tidak sengaja melakukan semua ini, Saya minta
Lepaskan saya jangan masukkan saya ke Penjara"
Ucapnya dengan memeluk kaki jenjang Nathan.
" Bawa dia, Dia sudah merugikan perusahaan Saya bahkan membuang waktu Saya." Ucap tegas Nathan .
" Tuan Tolong,, Saya Minta Maaf."
Nathan terdiam dan membiarkan mereka membawanya.
" Kamu selesaikan semua nya, dan pastikan dia mendekam di penjara karena ulahnya."
__ADS_1
" Baik Tuan "
Nathan berjalan keluar,
Rasanya hari ini dia sangat lelah, dan ingin rasanya kembali ke Indonesia.
********
Hari semakin siang..
Aira yang hanya duduk dengan menonton acara televisi pun sangat bosan.
Dia melirik dapur, sudah sangat lama dia tidak pernah lagi memasak.
Apalagi Nathan yang begitu melarang nya masuk dapur.
Aira berencana untuk membuat sesuatu, dia pun berjalan menuju dapur.
Di ambilnya beberapa bahan Kue, dia akan membuat kue kering seperti sebelumnya.
" Aira,, kamu ngapain Nak " Ucap Melisa
Aira menoleh dan tersenyum,,
" Buat Kue Bi "
" Biar Bibi yang buat, kamu mau kue apa Sayang "
Aira menggeleng,,
" Bi, Aira bosan hanya tidur dan nonton tv "
" Tapi perut kamu besar Sayang, kamu juga tidak boleh lelah. "
" Bi, Plis " Mohon Aira
Melisa menghela napasnya,,
" Baiklah,, Tapi Bibi bantu "
" Makasih Bi "
Aira tersenyum dan kembali dengan kegiatan nya,,
Mereka akan. Membuat Kue kering.
Dengan tangan lihainya Aira mengaduk adonan.
Deg..
Aira terhenti saat merasakan sesuatu..
Prang..!!
Tanpa sengaja Aira menjatuhkan mangkuk yang berada di sampingnya.
__ADS_1