Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 44


__ADS_3

Banyak Wartawan yang berada di luar Perusahaan, mereka akan meliput bagaimana kabar Perusahaan Bratama yang kini sudah gulung tikar.


Bratama tidak bisa keluar di saat seperti ini, mereka pasti akan mengejarnya,,


" Tuan, Semua Wartawan berada di luar Kantor bahkan mereka tidak mau pergi dan ingin bertemu dengan Anda."


" Kamu alihkan mereka, Saya akan keluar lewat samping."


" Baik Tuan "


Bratama berjalan keluar, dia harus segera sampai di rumah sebelum Hendra datang.


Kabar tentang perusahaan nya pasti sudah tersebar di luar dan Hendra tidak akan tinggal diam mendengar semuanya.


____


Anggita berada di salah satu Mall terbesar bersama teman temannya, mereka asik dengan memilih baju di salah satu Butik terkenal.


" Eh bentar deh,,itu bukannya Perusahaan Bokap Lo Ta" Ucap salah satu temannya.


Gita menoleh saat di televisi di tayangkan berita soal gulung tikar Perusahaan milik Orang tuanya.


" Iya Ta, Itu Perusahaan Bokap Lo tapi kok bangkrut "


Anggita menggeleng,,


" Gue duluan "


Gita berjalan keluar dan berusaha menghubungi Ayahnya namun sama sekali tidak ada jawaban, begitu pun dengan Mamahnya yang juga tidak ada jawaban membuatnya langsung menuju mobil.


Dia akan segera pulang,


Memastikan jika kabar yang dia lihat semua salah.


Melisa sendiri tidak berani keluar, bukan hanya di perusahaan namun juga di Depan rumah nya sudah banyak Wartawan yang menunggu mereka.


Bahkan mereka tidak mau pergi dan terus menunggu di depan Gerbang.


Bagaimana ini,,


semua tidak pergi dari tadi rumah nya bahkan wartawan terlihat semakin banyak.


__


Berbeda dengan Bratama, Melisa juga Anggita yang kalang kabut Aira malah berada di sebuah rumah juga bersama orang yang tepat.


" Permisi Nona " Ucap dua orang pengawal yang berpapasan Dengan nya


Aira mengangguk dan menatap mereka,


" Kenapa Keluar, Kamu harus istirahat Aira " Ucap Nathan berjalan mendekat.


" Aku cariin kamu, Aku takut kamu marah dengan mereka."


Nathan tersenyum dan menggeleng,,


" Bukannya Saya sudah janji jika tidak akan marah dengan mereka."


Aira terdiam,,.Memang Nathan sudah janji dengannya bahkan mereka pun terlihat baik baik saja berarti Nathan mengingat janjinya.


" Tapi aku Laper " Ucap Aira yang memang merasakan lapar.


" Saya akan meminta Pelayan membawakan Makan untuk Kamu, sekarang kita masuk Kamar lagi kamu perlu istirahat."


Nathan menggandeng Aira masuk ke dalam kamarnya.


Santi meremas pakaian nya melihat bagaimana Nathan yang sangat baik penuh perhatian terhadap Aira,,


" Santi kamu sedang Apa di sini " Ucap Seno menatap nya.

__ADS_1


" Tidak Saya hanya membersihkan ruangan atas Pak Seno "


" Tolong kamu siapkan makanan untuk Non Aira dan bawakan ke Kamar nya sekarang.":


" Baik Pak Seno "


Santi berjalan turun,


Sialan,,


Kenapa jadi aku yang siapin makan untuk nya, males banget.


Gumam Santi menuju Dapur,,


Aira menatap Nathan yang duduk di sampingnya,,


" Kamu benar tidak makan dengan mereka ?" Ucap Aira


" Bukannya saya sudah janji untuk tidak marah, kamu bisa bertanya langsung dengan mereka."


" Aku percaya Kok "


Nathan mengangguk dan menatap pergelangan tangan Aira yang masih merah.


Tangannya menyentuh,,


" Masih sakit ?" Ucapnya dan Aira menggeleng.


" Saya janji, ini terakhir kalinya kamu terluka."


Aira menatap Nathan,,


Sorot mata yang begitu dalam, Aira tau jika Nathan akan menepati semua janjinya.


Tok,,


tok,,


" Masuk " Ucap Nathan dan terlihat Pintu terbuka.


" Permisi Tuan, " Ucap Santi membawa Nampan di tangannya .


" Ini Makanan yang Tuan Minta "


" Letakan di sana "


Santi mengangguk dan meletakan nya di Nakas dekat Ranjang Aira.


Matanya menatap dimana masih menatap luka pada tangan Aira sungguh membuat nya semakin merasa kesal dengan keberadaan Aira di sana yang semakin sulit baginya untuk mendekatkan Nathan.


Apalagi Nathan yang begitu peduli juga perhatian dengan Aira.


" Ada apa lagi, Kamu bisa keluar "


Santi Kaget saat Nathan mengucapkannya, sementara Aira menatap Santi yang menatapnya penuh kebencian.


Sebenarnya ada apa dengan nya,


Santi seakan tidak menyukai Aku berada di sini, Apa itu hanya perasaanku saja.


Aira merasa jika Santi tidak menyukai nya berbeda dengan pelayan lain di rumah nya yang sangat baik dengannya.


" Bukannya kamu lapar, sekarang makan dulu "


" Aku bisa makan sendiri"


" Tapi tangan kamu terluka Aira, Buka mulut kamu "


Aira pun membuka mulutnya dengan Nathan yang mulai menyuapinya.

__ADS_1


Santi yang melihat nya dari pintu pun semakin di liputi kekesalan juga marah.


Dia langsung melangkah keluar,,


*****


Hendra sampai di depan Kantor Bratama namun dia mengurungkan niatnya melihat banyaknya wartwan di sana.


Dia tidak mungkin masuk karena sudah pasti mereka akan mengejarnya.


Sialan Bratama,,


berani sekali dia mempermainkan Saya..


Saya harus bertemu dengannya,,


" Jalan " Titah Hendra menutup kaca mobilnya.


Dia terus menghubungi Bratama namun nomornya sama sekali tidak aktif,,


" Kita Ke Rumah Bratama sekarang" Lanjut Hendra


" Baik Tuan "


Hendra mengepalkan tangannya,,


Bratama sudah mempermainkan nya, bahkan bukan hanya hutang hutang nya saja, namun juga janji mereka yang akan mengantarkan Aira ke sisinya pun tidak mereka lakukan.


Lagi dan Lagi Hendra hanya bisa menatap banyak nya wartawan di depan rumah Bratama, mereka bahkan sudah tau dimana rumah Bratama hingga mengejarnya sampai di rumah.


Brakk..


Benar benar kurang Ajar Bratama,,


Kalian cari dimana keberadaan Bratama dan bawa dia ke hadapan Saya.


Hendra menghubungi seseorang untuk mencari keberadaan Bratama.


Sedangkan di dalam rumah itu terlihat Melisa juga Anggita yang sudah sampai di rumah, mereka terlihat Bingung dengan adanya banyak wartwan di rumahnya.


" Aku gak mau hidup di jalan Ma, Aku gak mau hidup miskin " Keluar Anggita


" Bukan hanya kamu Gita, Mama juga tidak mau."


" Semua ini karena Aira, Mama harus bertemu dengannya, dia harus bertanggung jawab."


Anggita mengangguk,,


Dia berhasil masuk lewat pintu belakang, sementara hingga saat ini Bratama belum sampai di rumah.


*****


Hari semakin sore,,


Aira membuka matanya, setelah makan Aira tertidur..


Dia menatap jika tidak ada Nathan di sana, pasti Nathan keluar karena dirinya yang tertidur.


Dia pun beranjak bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Di lihatnya pergelangan tangannya yang masih memar , dia hanya membasuhnya dengan air hangat .


Nathan berada di ruang kerjanya,,


Tersenyum melihat Perusahaan Bratama yang kini bermasalah,,


Ucapannya tidak pernah main main, Mereka sudah mendapatkan sejumlah uang darinya untuk tidak lagi mengganggu Aira namun nyatanya mereka masih saja berusaha mengganggu bahkan membuat Aira Celaka.


Nathan tau jika Melisa istri Bratama lah yang telah mencelakai Aira di Cafe.

__ADS_1


Bukan Nathan namanya jika hanya semacam itu tidak tau, dia memiliki banyak orang di luar sana untuk menjadi mata matanya bahkan dia bisa menyuruh mereka untuk hanya sekedar menjaga dan melindungi orang orang yang dekat Dengan nya termasuk Aira.


__ADS_2