
Aira membuka matanya merasakan sesuatu pada tubuhnya, sesuatu yang melingkar di atas perutnya.
Matanya semakin membuka lebar saat melihat sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya dengan bergeser terlihat wajah tampan suaminya yang berada di samping nya bahkan menatapnya dengan senyuman.
Senyuman yang begitu tulus dan sangat di rindunya.
" Mas Nathan,, Tidak ini pasti Mimpi " gumam Aira mengedipkan matanya.
" Tidak Sayang,, Aku sudah pulang "
Aira langsung Berhambur memeluk suaminya,, Menumpahkan rasa rindunya sehari ini, tanpa kabar darinya.
" Maaf karena sudah membuat kamu khawatir" Bisik Nathan dengan mengecup pucuk rambut Aira yang masih dalam dekapannya.
" Kenapa Mas jahat " Ucap Lona dengan Isak tangisnya mengingat Nathan yang sama sekali tidak membalas pesannya dan mengangkat telpon nya.
" Maaf Sayang,, "
Aira semakin erat memeluk Nathan yang berada di samping nya, Aroma tubuh maskulin nya sungguh membuat Aira semakin merindukan nya.
Nathan segera terbang pulang saat Seno menceritakan semuanya, Dia tidak mau istri nya khawatir.
Sementara semua Masalah Di Surabaya sudah ada Boy yang menyelesaikan nya di sana.
Aira melepaskan pelukannya dan menatap wajah tampan suaminya.
Nathan melirik mata , hidung juga Bibir Aira yang sudah menjadi candu untuknya.
" Kenapa tidak membalas pesan aku, kenapa tidak mengangkat telpon aku "
Nathan tersenyum dan mengecup Mata, hidung juga Bibir Aira bergantian.
" Aku Minta Maaf Sayang, Ada Masalah yang harus di selesaikan kemarin."
" Terus kenapa Mas pulang, apa sudah terselesaikan masalah di sana."
" Ada Boy juga anak buahnya yang menyelesaikan nya, Aku tidak mau semakin membuat Istri aku ini khawatir."
Aira menggeleng,,
Namun dia juga tersenyum bahagia dengan sikap Nathan yang selalu menomorsatukan dirinya dari segala Bisnis dan kesibukan nya.
" Ini masih sangat Larut, Istirahat lah "
" Eum "
Aira kembali memeluk Nathan dan memejamkan matanya.
Sedangkan Nathan yang memang merasa sangat lelah membuat nya ikut tertidur.
________
Keesokan Harinya,,
Anggita berjalan keluar kamar dan langsung menuju meja makan,,
Tidak ada makanan di sana, bahkan hanya ada Air putih saja.
" Ma,, Mama " Teriaknya membuat Melisa yang berada di kamar keluar.
" Gita,, Kenapa teriak pagi pagi sih, Papa sedang istirahat."
Gita menatap Melisa kesal.
" Aku lapar Ma, kenapa tidak ada makanan "
__ADS_1
Melisa menghela napasnya,,
Persediaan Bahan makanan di rumahnya sudah habis, dia sendiri bingung harus mencari kemana tidak mungkin kembali meminta bantuan Aira.
" Persediaan makanan kita habis Nak, Hanya tinggal Mie instan . Kamu makan Mie dulu ya "
" Mie Instan Lagi Ma, Astaga,, Gimana Gita sehat kalo tiap hari makan Mie "
" Terus kamu mau makan apa Gita, Kita hanya tinggal punya Mie di rumah."
" Kenapa Mama tidak minta uang Ke Aira sih, suaminya kaya raya atau Mama minta kita tinggal di sana jadi tidak perlu seperti ini Ma."
" Aira sudah banyak membantu kita Anggita, Mama tidak mau merepotkan nya lagi apalagi Aira sedang hamil. "
" Terus Gita makan Mie lagi,, Gita gak mau Ma " Ucap Anggita yang berjalan keluar.
Brak..
Melisa memejamkan matanya mendengar Gita yang langsung menutup kasar pintu rumah nya.
Astaga Gita,,
Sampai kapan kamu bersikap seperti itu Nak,, seharusnya kamu mencari kerja dan membantu Mama. belum lagi Obat Papa yang sudah hampir habis.
Melisa menyeka air matanya,,
Dia sudah sangat bingung menghadapi sikap Anggita juga kehidupan nya sekarang.
Mungkin ini adalah karma yang dia dapatkan setelah apa yang sudah dia lakukan dulu.
Prang..
" Astaga Papa "
Melisa segera berlari masuk ke dalam kamar dan terlihat Bratama yang terjatuh kelantai dengan gelas yang juga pecah di samping nya.
Melisa menangis melihat suaminya, bahkan Bratama memegang Dadanya dan terlihat kesakitan.
" Anggita,, Tolong Papa Nak "
Anggita yang berada di luar rumah mendengar suara Melisa yang berteriak minta tolong membuatnya segera masuk.
" Papa "
" Kita Bawa Papa ke rumah Sakit Gita "
Anggita mengangguk dan mencari pertolongan untuk membawa Ayahnya ke Rumah sakit.
____
Aira membuka matanya dan mencari keberadaan suaminya namun tidak ada di sampingnya.
Di tatapnya Pintu Kamar mandi yang masih tertutup rapat bahkan Balkon kamar pun belum terbuka.
Aira menghela napasnya dan mengusap wajahnya.
Jadi semalam hanya mimpi Mas Nathan pulang,, Gumam Aira beranjak bangun.
Ceklek,,
pintu terbuka membuat Aira menautkan kedua alisnya.
" Morning Sayang,, Sudah bangun " Ucap Nathan masuk dengan nampan berisi susu juga Sarapan pagi.
Senyuman Aira terukir karena ternyata bukan mimpi suami nya telah kembali.
__ADS_1
Nathan sudah benat benar berada di rumah menemani nya.
" Kenapa melamun,, Minum susunya dulu " Ucap Nathan duduk di samping Aira
" Makasih Mas "
Nathan mengangguk dan menyeka anak rambut yang menutupi wajah Cantik istri nya.
" Aku kira hanya Mimpi Mas Nathan sudah kembali , Karena pas aku bangun Mas gak ada di samping aku "
Nathan tersenyum dan mengusap bibir Aira yang basah karena susu hamil yang diminum nya.
" Tidak Sayang,, Kamu tidur begitu pulas jadi aku sengaja turun dan membuatkan susu untuk kamu."
" Makasih ya Mas "
" Seno bilang kemarin kamu tidak minum susu ataupun makan, kenapa ?"
Aira menghela napasnya,,
" Semua itu karena aku khawatir Mas yang tidak ada kabar dan aku sudah biasa di buatkan Susu Mas bukan Pak Seno ataupun yang lain."
" Aku janji akan selalu membuatkan susu untuk kamu dan tidak akan membuat kamu khawatir seperti kemarin."
Aira tersenyum dan mengangguk,,
" Aku Mau mandi "
" Baiklah,, tunggu sebentar" Ucap Nathan dan Aira mengangguk.
Aira melihat Nathan berjalan masuk Kamar Mandi, dia tau pasti Suaminya akan menyiapkan air hangat untuknya.
" Pelan pelan Sayang, panggil Aku jika butuh sesuatu .. aku ada di sini " Ucap Nathan saat Aira masuk ke dalam kamar mandi.
Aira benar benar di ratukan oleh Nathan, Apapun selalu Nathan lakukan untuk kebaikan Aira, apalagi dengan kehamilan Aira semakin membuat Nathan Protektif.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
Nathan menoleh saat terdengar suara ketukan pintu kamar nya.
Dia berjalan membukanya dan terlihat Seno berdiri di depan Pintu.
" Maaf Tuan ,, "
" Ada Apa "
" Baru saja Nyonya Melisa menelpon dan mengabarkan jika Tuan Bratama masuk Ke Rumah sakit. "
" Rumah Sakit, "
" Nyonya Melisa menghubungi Nyonya Aira namun tidak di angkatnya."
Nathan mengangguk,,
" Saya Permisi Tuan."
Nathan kembali menutup pintunya dan berjalan masuk, dia mengambil ponsel Aira yang berada di atas meja dan benar saja terlihat banyak telpon dari Melisa juga Pesan mengabarkan jika Bratama masuk Rumah Sakit.
Nathan menghela napasnya,,
Bagaimana dia bisa memberitahu Aira tentang ini, Sementara Kehamilan Aira yang mengharuskan banyak istirahat juga tidak boleh banyak pikiran.
__ADS_1
Namun mereka pun adalah keluarga Aira yang begitu Aira sayangi.