
Aira terbangun dan menatap jam yang ternyata pukul 12 malam, dia masih berada di meja makan dan tertidur saat menunggu Nathan datang namun tidak ada seseorang di sana hanya dirinya dengan makanan yang sudah dingin.
Aira menghela napasnya,,
Dia terlihat bodoh dengan sikapnya yang malah menunggu laki laki dengan tidak adanya hubungan di Antara Mereka.
Bodoh banget aku tuh,,
lagian siapa coba aku malah nunggu Nathan kembali ke sini dan berpikir bisa makan malam bersama.
Aira,,
jangan kira dengan sikap baik Nathan, semua yang sudah dia lakukan sama kamu itu karena dia menyukai kamu,,
Tidak mungkin juga seorang seperti kamu bisa menjadi bagian dalam hidup Nathan.
Aira menatap makanan di meja yang sudah dingin, dia sendiri pun tidak nafsu makan dan berjalan masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan kecewa entah apa yang dia kecewa kan.
Merebahkan tubuhnya di atas ranjang namun Aira tidak bisa kembali tidur, pikirannya terus terhadap Nathan yang hanya mengirimkan pesan kepadanya siang tadi hingga saat ini tidak adanya lagi kabar darinya bahkan malam ini Nathan pun tidak kembali ke Apartemen.
Aira mencoba memejamkan matanya dan melupakan semuanya, dia berharap jika esok hari semua akan lebih baik.
_____
Hari pun telah pagi,,
Sinar matahari mulai masuk ke dalam celah celah kamar dimana seorang gadis cantik masih terbaring dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
Aira baru bisa tidur setelah adzan subuh, semalaman dia hanya terus membolak balikkan tubuhnya.
Karena Cahaya yang mulai mengenai wajah Ayu nya, Aira pun mengerjab kan matanya.
Eum,, Sudah pagi ternyata..
gumamnya beranjak, kepalanya sedikit pusing mungkin efek dia tidur terlalu pagi dan juga tidak makan semalam.
Aira beranjak masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan tubuhnya karena dia harus kembali bekerja.
Dia tidak mungkin kembali ijin, tidak enak dengan Adi.
Masih sama,,
Sepi tidak adanya orang lain di sana,,
Aira menghela napasnya dan kembali melangkah keluar menatap meja makan dengan masih adanya makanan yang sudah dia masak.
Dengan langkah berat, dia mendekat dan membuang semua masakan itu.
Setelah membersihkan dan mencuci piring kotor', Aira menyambar tas nya untuk pergi Ke Cafe.
Lagi lagi dia berharap Nathan akan datang dan mengantarkan nya seperti saat itu, namun tidak ada orang di luar.
Helaan napas kembali di dengar, Aira berjalan masuk ke dalam Lift.
_____
Pagi Ini Nathan kembali di sibukkan dengan Urusan Bisnisnya,,
Berangkat begitu pagi dan langsung menatap Laptopnya.
__ADS_1
" Permisi Tuan "
" Hem "
" Ini Berkas yang harus Anda tanda tangani . "
Nathan menatap Boy dan membuka berkas yang di bawanya,,
" Maaf Tuan,, Lusa Anda Ada Meeting bersama Perusahaan Emport . "
Nathan menghentikan pekerjaannya dan menatap Boy,,
" Perusahaan Emport, jadi Saya harus ke Amerika ."
" Benar Tuan, Mereka sudah menunggu Anda sejak Minggu Kemarin."
Nathan mengangguk,,
" Kamu siapkan semuanya dan kita berangkat Lusa."
" Baik Tuan "
Boy kembali keluar dengan membawa berkasnya,
sedangkan Nathan kembali sibuk.
Aira sampai di Cafe dan sudah ada Adi di sana,,
" Loh Ra, Kamu sudah berangkat memangnya tubuh kamu sudah mendingan ?" Ucap Adi menatap Aira.
Aira tersenyum dan mengangguk..
" Bener kamu gak papa Ra ?" Ulang Adi dan Aira hanya kembali menggeleng.
" Aku masuk ke dalam Dulu Kak " Ucap Aira dan Adi hanya bisa terus menatapnya.
Aira merogoh Tasnya dan mengambil benda pipih dari dalam, Masih sama tidak ada pesan ataupun telpon dari seseorang yang sedang dia pikirkan membuat Aira kembali memasukan ponselnya dan meletakan tasnya di loker.
Dia berjalan keluar untuk bekerja membersihkan dan membereskan Cafe.
Adi terus menatap sikap juga tingkah Aira seharian ini, tidak seperti biasanya Aira seperti tidak bersemangat bekerja.
" Sal, Kamu tolong gantiin Gue " Ucap Adi
" Siap Bos "
Adi berjalan menghampiri Aira ,,
" Ra, Bisa ikut Aku sebentar." Ucap Adi dan Aira mengangguk.
Mereka berjalan masuk menuju ruangan Adi.
" Duduk Ra "
" Makasih Mas, Apa ada sesuatu ?" Ucap Aira
" Sebenarnya kamu kenapa sih Ra, Aku lihat Dari pagi kamu seperti memikirkan sesuatu, Apa badan kamu tidak enak ?"
Aira menggeleng..
__ADS_1
" Gak Kok Kak, Aku Baik baik Saja "
" Terus kenapa kamu seperti itu, Apa Karena Nathan ?"
Aira menatap Adi,
kenapa Adi bisa berpikir itu,,
" Jika memang karena dia, kalian kenapa, Bukannya sebelumnya baik baik saja apa yang sudah membuat kamu seperti ini Ra..*"
Aira tersenyum dan menggeleng..
" Tidak Kak,, Semua gak ada hubungannya dengan Nathan lagian juga antara Aku dan Nathan tidak ada hubungan apapun jadi tidak mungkin jika ada sesuatu antara kita."
" Ya Sudah,, Yang terpenting kamu baik baik Saja, aku tidak mau kamu kembali sakit apalagi hingga masuk Rumah Sakit seperti kemarin. "
" Iya Kak,, Makasih Kak Adi sudah memperhatikan aku, Cafe masih Ramai, Aku balik ke Cafe dulu ."
" Tunggu Ra " Cegah Adi membuat Aira berhenti.
" Kamu bisa cerita apapun seperti dulu, karena aku masih ada untuk kamu." Ucap Adi menatap Aira yang di balas anggukan juga senyuman di wajah cantiknya.
Adi terus menatap Aira yang berjalan keluar hingga sudah tidak terlihat lagi punggungnya.
Adi menghempaskan tubuhnya di kursi, bersandar dengan mata yang terpejam.
Dia tau jika Aira seperti itu karena Nathan, namun Aira tidak mau menceritakan semuanya.
Dia pun tidak bisa memaksa.
Sekilas dia teringat dengan Ucapan Anggita juga Melisa kemarin, jika dirinya harus merebut Aira dari Nathan.
Apa Gue harus merebut Aira, menjauhkan dari Nathan, Baru seperti ini saja Nathan sudah membuat Aira sedih, bagaimana jika mereka semakin dekat apa yang akan terjadi dengan Aira.
Gue gak mau melihat Aira terus menderita,,
Adi terus berada dalam ruangan dan memikirkan semuanya.
Aira kembali melayani pelanggan yang datang ke Cafe, dia berusaha melupakan semuanya dan kembali seperti Aira yang dulu, dia tidak mau jika membuat pelanggan nya tidak puas dengan pelayan yang dia berikan.
Dengan senyuman cantiknya,
Aira kembali mendatangi beberapa remaja yang baru datang dan memesan minuman juga makanan.
" Baik,, Silahkan di tunggu sebentar lagi pesanan datang " Ucap Aira yang selalu ramah dengan semua pelanggan yang datang.
Adi terus menatap Aira dari jauh,
Rasanya kini Aira berubah, bukan seperti Aira yang dulu, gadis yang periang juga ceria.
" Bos,, "
" Thanks Sal,, Lo bisa balik bantu Aira. pelanggan banyak yang datang hari ini."
" Siap Bos "
Adi mengangguk dan duduk menatap pengunjung yang datang hari ini cukup ramai, mulai dari remaja hingga orang dewasa.
Mereka akan datang ketika makan siang, hingga membuat beberapa karyawan nya sibuk menyiapkan pesanan mereka.
__ADS_1