
Nathan segera membopong tubuh Aira masuk ke dalam rumah Sakit, beberapa suster segera membantu nya bahkan dokter Langsung berlarian kala melihat Sang Pemilik Rumah Sakit datang apalagi dengan melihat kondisi Aira yang kesakitan menahan perut nya.
" Maaf Tuan, biar Dokter yang akan memeriksa Nyonya " Ucap Salah satu Suster.
" Lakukan yang terbaik untuk istri Saya "
" Pasti Tuan "
Nathan mengacak rambut nya kasar, dia sangat khawatir dengan keadaan Istrinya yang seperti ini padahal mereka sama sekali tidak makan macam macam selama di Taman sore tadi.
Aira terus meringis kesakitan, Perutnya terasa sangat panas, pedih juga sakit.
" Maaf Nyonya biar saya periksa"
Aira mengangguk dan membiarkan Dokter memeriksa nya.
Di rumah sakit yang sama dengan tempat Bratama di rawat, Nathan menunggu Dokter yang hingga kini belum juga keluar.
" Nathan " Ucap seseorang membuat Nathan menoleh.
Terlihat Anggita menatapnya dan seulas senyuman terukir di wajahnya.
Nathan tidak bergeming,
Ceklek,,
Pintu terbuka dan Nathan segera beranjak saat melihat Dokter yang keluar.
" Bagaimana kondisi istri Saya "
" Maaf Tuan, Apa kita bisa bicara di ruangan."
Nathan mengangguk dan berjalan mengikuti nya,,
Sedangkan Anggita penasaran siapa yang berada di dalam.
Sementara Nathan bilang jika istri, berarti Aira lah yang berada di dalam ruangan.
" Suster,, Siapa yang berada di dalam ?" Ucap Anggita saat melihat suster keluar.
" Istri dari Pemilik Rumah Sakit ini Mba, Nyonya Aira "
Anggita terdiam namun kemudian mengangguk.
" Terima kasih Sus"
" Sama sama , Saya permisi."
Anggita terus berada di sana,
dia semakin penasaran apa yang terjadi dengan Aira,,
Kenapa Aira sampai di bawa Ke Rumah sakit,,
cepat mati saja dia, jadi tidak akan pernah menghalangi ku untuk mendekati Nathan. Batin Anggita dengan senyuman liciknya.
Nathan sudah berada di ruangan bersama Dokter yang telah memeriksa Aira.
" Apa yang terjadi dengan Istri saya dok "
Dokter membuka hasil pemeriksaan nya, dan dia menghela napasnya.
" Maaf Tuan, apa Nyonya baru saja makan makanan pedas atau semacamnya?"
Nathan menautkan kedua alisnya, dia mengingat jika Mereka makan tahu gejrot saat di taman tadi.
" Istri Saya baru saja makan tahu gejrot "
__ADS_1
Dokter mengangguk,,
" Jadi pemicu kenapa Istri Anda mengalami sakit perut karena baru saja makan makanan pedas, apalagi di saat usia kehamilan yang masih muda, itu alasannya Nyonya Aira mengalami sakit perut juga terasa mual. "
" Kehamilan ? Istri saya hamil ?" Kaget Nathan.
" Ya Tuan , Istri Anda sedang hamil dan Usia kandungan baru masuk Minggu ke empat jadi benar benar harus di jaga karena masih sangat lemah."
Nathan tersenyum bahagia mendengar jika Istri nya sedang hamil yang berarti jika dirinya akan menjadi seorang Ayah.
" Saya sudah memberikan obat dan sebaiknya Nyonya di rawat untuk beberapa hari, karena kondisi kandungan yang sangat lemah."
" Lakukan yang terbaik untuk istri Saya "
" Pasti Tuan,, "
Nathan mengangguk dan segera menghampiri Aira yang sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.
Ruangan Khusus yang pasti keluarga Permana di rawat.
Nathan menghampiri Aira yang terbaring dengan selang infus di tangannya, wajahnya masih terlihat pucat.
Nathan menggenggam tangan Aira dan mengecup nya.
Dia benar benar sangat bahagia saat ini,,
" Eum,, " Leguk Aira membuka matanya..
" Sayang " Ucap Nathan tersenyum dan mengusap wajah Aira.
" Mas,, Aku haus "
" Haus,, Sebentar Sayang "
Nathan segera mengambil gelas di atas Nakas, namun Aira yang terlihat akan beranjak segera di larang Nathan.
" Kamu jangan banyak gerak dulu "
Nathan mengambil sedotan untuk Aira minum, Walau tampak kebingungan namun Aira tetap menurut dan meminum nya.
" Aku mau pulang Mas, aku gak mau di rawat " Dengan Aira yang sebenarnya sangat bosan jika berada di rumah sakit.
" Sayang ,, Kamu harus di rawat beberapa hari hingga kondisi kandungan kamu membaik "
" Kandungan, maksud Mas Nathan aku hamil ?"
Nathan mengangguk membuat Aira tidak percaya dengan apa yang dia dengar, dia sekarang sedang hamil.
Tangannya mengusap perut nya yang masih rata, sementara Air matanya menetes merasakan kebahagiaan.
" Aku akan menjaga Kamu juga calon anak kita sayang " Ucap Nathan mengecup dalam kening Aira.
Aira mengangguk dan masih sangat bahagia dengan kehamilan nya.
Anggita yang berada di depan pintu tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Tidak mungkin Aira hamil,,
Jika Aira hamil bagaimana bisa aku mendekati Nathan dan menyingkirkan Aira.
Anggita menggeleng dan berjalan mundur serta pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kacau.
*******
Kabar kehamilan Aira sampai di Mension, dan semua merasa sangat bahagia dengan kehamilan istri dari Tuannya.
Mereka sendiri pun sangat menyayangi Aira karena sikapnya yang sangat baik kepada semua pelayan rumah.
__ADS_1
" Apa benar Pak Seno jika Nyonya Aira sedang Hamil ?" Ucap salah satu pelayan.
" Jika benar rumah ini akan sangat ramai dengan tangisan Bayi "
" Ya benar,, Saya sudah tidak sabar menunggu nya"
Seno tersenyum mendengar ucapan dari semua pelayan di sana, bukan hanya mereka dirinya pun merasa ikut bahagia dengan kabar kehamilan Aira.
Akhirnya akan adanya anak dalam pernikahan mereka,,
Saya sangat senang karena Tuan sudah melupakan Nona Jessica dan membuka hatinya untuk Nyonya Aira.
bagaimana pun Nyonya Aira tidak kalah baik dari Nona Jessica.
" Sebaiknya kalian kembali bekerja, Saya akan menyiapkan pakaian Tuan juga Nyonya karena Nyonya Aira harus di rawat beberapa hari di rumah sakit." Ucap Seno
" Baik Pak Seno"
Seno melangkah menuju kamar Nathan dan mengambil beberapa pakaian, Boy akan segera datang dan mengambil nya.
_____
Anggita mengepalkan tangannya, dia tidak senang dengan kabar kehamilan Aira yang pasti akan semakin sulit untuk dirinya menjalankan rencana jahatnya.
Apalagi Nathan yang pasti akan semakin posesif dan menjaga Aira,,
Sial,,
Bagaimana bisa aku melakukan nya sementara Aira hamil, Nathan pasti akan semakin mempererat penjagaannya.
Melisa membuka matanya dan melihat Putrinya yang belum juga tidur,,
" Kamu kenapa belum tidur Nak ?" Ucap Melisa beranjak.
" Gapapa Ma, Gita hanya sedang memikirkan sesuatu.,"
" Kamu masih ingat ucapan Mama bukan, Mama gak mau kamu melakukan hal hal buruk lagi." Ancam Melisa.
" Mama sekarang berubah, dulu Mama sangat membenci Aira tapi sekarang, Mama bahkan begitu menyayangi nya."
Melisa menoleh ke arah suaminya yang masih terlelap, dia tidak mau membuat Suaminya kepikiran dengan Ucapan Anggita.
" Ikut Mama,, kita bicara di luar."
Melisa menarik tangan Anggita Keluar,,
" Kamu harus ingat Gita apa yang sudah Aira lakukan kepada kita, Terutama kepada Papa kamu, apa yang akan terjadi jika Aira juga Nathan tidak datang dan membawa Papa ke rumah sakit, Biaya pengobatan Papa , Apa kamu bisa membayar nya ?"
" Ma, Jika Mama membantu Gita untuk menyingkirkan Aira dan membuat Nathan dekat dengan Gita, itu bahkan akan semakin membuat kita tenang dan tidak lagi kekurangan seperti ini."
Plak..
Melisa menatap tangannya yang tidak sengaja menampar wajah putri nya, untuk pertama kalinya dirinya menampar Anggita.
" Ma- maafin Mama Gita "
Anggita menggeleng dengan tangan yang terus mengusap pipinya yang terasa pedih akibat tamparan Melisa.
" Mama jahat, Mama berubah, Mama sudah gak sayang Gita " Ucap Anggita pergi meninggalkan Melisa .
" Anggita kamu mau kemana ,, Gita "
Anggita terus berlari tanpa mendengar panggilan Melisa.
Maafin Mama Nak,,
Mama hanya tidak ingin kamu terus membenci Aira, karena Aira sudah sangat baik kepada keluarga kita.
__ADS_1
Melisa menyeka air matanya yang menetes di wajah ya.