Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
part 102


__ADS_3

Anggita sampai di Rumah nya dengan masih menyimpan rasa kesalnya, bukan tanpa sebab Ternyata Kanaya menempatkan nya di dalam gudang produksi dan itu sengaja dia lakukan untuk mempermalukan dirinya apalagi sikapnya yang seakan menjadi bos besar dalam Perusahaan.


" Sayang, kamu sudah pulang gimana hari pertama kerja kamu Nak " Ucap Melisa tersenyum menghampiri Anggita.


" Menyebalkan,, Masa Kanaya sengaja menempatkan Gita di gudang produksi Ma, terus sikapnya begitu sombong dan angkuh di Sana ."


" Kanaya tidak mungkin seperti itu Nak, Mungkin dia akan mencoba kamu bekerja di bagian itu dulu."


" Seharusnya sebagai Kakak, dia bisa dong nempatin Gita di posisi bagus, sekretaris atau Supervisor bukan malah di gudang."


Melisa mengusap wajah Putri nya, dia tau Kanaya tidak mungkin melakukan semua itu tanpa sebab apalagi dia sangat tau bagaimana sifat Putri nya.


" Kamu bersih bersih dulu, Mama siapkan makan malam dulu "


Gita mengangguk dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Melisa menggeleng dan berjalan menuju Dapur, dia akan menyiapkan makan malam untuk putri dan suaminya.


Namun di saat membuka lemari, hanya tinggal telor yang tersisa di sana.


Uang yang Kanaya berikan saat di rumah sakit sebenarnya masih ada, namun dia harus berhemat dalam memakaikannya tidak mungkin dia terus merepotkan Kanaya setiap waktu.


Melisa menghela napas nya dan mengambil tiga telor lalu memasaknya.


Anggita melempar Tasnya dan melepas sepatu hak tinggi yang dia pakai.


Percuma gue membeli pakaian dan memakai sepatu Tinggi hari ini kalo kerjaan gue cuma di gudang.


Aira memang keterlaluan, dia pasti sengaja membuat gue malu.


Anggita merebahkan tubuhnya,


Kerja yang dia pikirkan hanya mimpi kenyataan nya dia bekerja kerasa dan membuat tubuh nya sangat lelah.


" Anggita,, Makanan sudah siap Nak selesai mandi kita makan bersama."


" Iya Ma "


Anggita menyeret tubuh nya ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket belum juga dia harus menunggu Angkot dan berdesak desakan di dalam angkutan.


Melisa membawa makan malam ke dalam kamar, dia akan lebih dulu menyuapi Bratama.


" Makan dulu Pa " Ucapnya.


Bratama mengangguk dan menikmati makanan nya walau hanya dengan telor ceplok.


Baik Bratama ataupun Melisa sudah sadar dengan semua sikapnya dulu dan Kini semua yang dia alami adalah karma karena perbuatannya mereka.


Anggita keluar kamar dan menuju meja makan, hanya ada telor Ceplok di sana membuatnya semakin kesal.


" Ma, apa hanya telor ceplok.. Gita kerja seharian loh apa gak ada ayam atau daging "


Melisa menggeleng,,


" Hanya tinggal telor Sayang, Kita harus berhemat kamu makan ya."


" Pagi telor ceplok dan malam juga. "


" Gita.. Kamu harus ingat Sayang kita tidak seperti dulu."

__ADS_1


Anggita menggeleng dan masuk ke dalam kamarnya.


Brakk..


Dia menutup keras pintu kamarnya membuat Melisa menghela napas nya.


Kapan kamu bisa berubah dan bersikap dewasa Gita.. Gumam Melisa mengusap Dadanya yang terasa sesak karena sikap Anggita tiap harinya.


********


Berbeda dengan Anggita yang kini menikmati kehidupan karena ulahnya sendiri.


Aira malah hidup jauh lebih baik ,hidup seperti seorang Ratu di rumahnya.


Nathan Sampai di rumah nya dan segera menuju kamarnya, dia tau istri nya menunggu di sana.


Ceklek,,


pintu terbuka membuat Aira segera menoleh, senyuman terukir kala wajah tampan suaminya yang begitu dia rindukan pulang.


Dengan senyuman Nathan berjalan menghampiri Aira yang tengah duduk di Ranjang dengan membaca buku panduan melahirkan.


" Mas Nathan " Ucapnya langsung saja Berhamburan memeluk tubuh suaminya yang baru saja duduk di samping nya.


Nathan tersenyum dan mengusap rambut panjang Aira serta beberapa kali mengecupnya dalam.


" Aku kangen " Lirih Aira membuat Nathan mengernyit namun juga sangat menggemaskan.


Padahal hampir setiap hari mereka bersama, Bahkan Aira sering ikut dengannya ke kantor namun Aira selalu bicara rindu dengan nya.


Aira melepaskan tangannya dan tersenyum menatap wajah Nathan.


Kehamilan nya ini sangat manja dan ingin selalu dekat dengan suaminya.


Cup,,


Kecupan singkat Nathan berikan di bibir mungil Kanaya yang tersenyum.


" Aku mandi sebentar " Ucapnya mengusap pucuk rambut Kanaya .


" Eum,, "


Kanaya menatap suaminya yang mulai membuka jasnya, bahkan membuka kemeja yang di pakainya.


Tubuh atletis Nathan sangat menggoda pantas saja Aira selalu saja terpesona dengannya.


Aroma wangi tubuhnya selalu Aira rindukan.


Nathan menautkan kedua alisnya kala melihat Aira yang menatap dengan senyumannya.


Dia pun mengusap wajah Aira dan berjalan menuju kamar mandi.


Ada ada saja tingkah nya,,


sungguh menggemaskan. Gumam Nathan masuk ke dalam kamar mandi.


Aira tersenyum dan kembali membaca buku di tangannya.


Usia kehamilan nya sudah 7 bulan, dan perutnya pun sudah terlihat besar.

__ADS_1


Baik Aira juga Nathan tidak mau lebih dulu tau jenis anak mereka.


Bagi Mereka, Baik perempuan ataupun laki laki itu sama saja yang pasti mereka begitu merindukan kehadiran buah hati mereka di tengah tengah keluarga kecilnya.


Kriuk,,


Kriuk,,


Aira menatap perutnya, dan mengusapnya..


" Anak Mama lapar ya Nak,, Tunggu Papa dulu ya " Ucapnya mengusap perut nya.


Nathan baru saja selesai mandi dengan hanya memakai handuk di pinggang nya.


Rambut nya masih sedikit basah dan acak acakan.


" Mas Nathan " Ucap Aira kaget saat Nathan berdiri di samping nya.


Nathan tersenyum dan menunduk dengan wajah setara dengan wajah Aira.


Cup,,


Lagi lagi Nathan mengecup bibir Aira tiba tiba,,


" Eum,, " Aira mengusapnya membuat Nathan gemas dan kembali mengecupnya.


" Mas, basah ini " Kesal Aira karena tubuh suaminya yang masih basah .


Nathan terkekeh dan beranjak bangun, dia membuka lemari dan mengambil kaos putih lengan pendek dengan celana jeans selutut.


Aira terus menatap suaminya, selama menikah Nathan sama sekali tidak menuntut untuk dirinya menyiapkan segala keperluan Nathan, Bahkan Nathan sendiri lah yang selalu menyiapkan semua keperluan Aira apalagi saat tau Kehamilan Aira Nathan bahkan semakin posesif dengannya.


Nathan yang sudah selesai kembali menghampiri Aira.


" Anak Kamu lapar Mas " Ucap Aira mengusap perut nya.


Tatapan Nathan beralih melihat Perut Aira yang besar.


Tangannya mulai meraba..


" Anak Papa lapar ya "


Aira tersenyum melihat Nathan yang sering mengacak bicara anaknya,,


Aira mengernyit saat anak dalam kandungan nya seakan merespon ucapan Nathan.


" Uh,, " Leguknya membuat Nathan khawatir.


" Anak Papa pinter, kasihan Mama sayang "


Aira tersenyum,,


Walau sedikit sakit namun rasanya dia sangat senang melihat interaksi suami dan Anaknya.


Cup,,


Nathan mengecup perut besar Aira dan mengusap nya lembut.


" Mau makan di kamar atau ,-

__ADS_1


" Di bawah " Potong Aira karena Nathan selalu saja tidak membiarkan dirinya banyak gerak padahal menurut buku yang di bacanya, setelah Kehamilan besar dan akan melahirkan di haruskan untuk lebih banyak gerak agar merangsang kelahirannya.


Tapi inilah Nathan, dia begitu menyayangi dirinya juga anak mereka.


__ADS_2