Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
Part 111


__ADS_3

Kehilangan seseorang yang begitu di Cintai memang sangat terpukul, apalagi selama ini mereka selalu bersama .


Hal ini pun di rasakan oleh Melisa yang hampir terus menangis mengingat kepergian Suaminya.


Bratama meninggal karena ulah putrinya sendiri, mereka salah mendidik Anggita hingga dia bersikap seperti ini.


Hingga hari ini pun Anggita belum pulang ke rumahnya, Melisa hanya tinggal sendirian di rumah pemberian Aira.


Uhuk,, Uhuk,, Uhuk,,


Melisa menutup mulutnya, tubuhnya kini terlihat lebih kurus.


Melisa berjalan keluar kamar nya untuk mengambil minum,,


Namun terdengar suara dari arah dapur membuat nya kaget.


Di sana hanya ada dirinya sendiri, dan siapa orang yang berada di dalam dapur.


Dengan mengendap endap Melisa berjalan menuju Dapur, perasaan nya sangat takut jika itu ternyata seorang pencuri dan dia hanya sendiri di rumah.


" Siapa Kamu " Ucap Melisa dengan memegang Kayu .


Matanya membulat saat melihat Anggita lah yang berada di dapur sedang makan makanan sisa.


" Anggita " Ucap Melisa.


Anggita menggeleng dan Langsung beranjak pergi, namun Melisa langsung mencegahnya.


" Lepasin Ma " Ucap Anggita berontak melepas genggaman tangan Melisa kasar hingga Melisa terjatuh ke lantai.


" Astaga Mama "


Anggita langsung menghampiri Melisa dan membantunya duduk di kursi.


Melisa menatap putrinya,,


Anggita terlihat begitu lusuh, pakai nya pun kotor , tubuh nya sangat kurus.


" Gita,, Kenapa kamu seperti ini Nak "


Anggita terdiam dan menunduk.


Setelah kepergian Bratama hari itu, Anggita sama sekali tidak pernah pulang bahkan dia hidup di jalanan.


Namun dia merasa begitu lapar dan tidak ada yang memberinya makanan di luar membuatnya pulang ke rumah tanpa sepengetahuan Melisa.


Anggita beranjak bangun,,


Uhuk,,, Uhuk,, Uhuk,,


Melisa kembali batuk membuat Anggita kembali berjongkok,,


" Mama Minum dulu " Ucap Anggita memberikan segelas Air putih.


Melisa meneguknya,,


" Sayang,, Kenapa kamu seperti ini kemana saja kamu selama ini "


Melisa mengusap wajah Anggita,,


" Maafin Gita Ma " Ucap Anggita dengan meneteskan air Matanya..


Melisa menggeleng dan memeluknya,,


Mereka menangis bersama dengan saling berpelukan,,


" Gita malu Ma, Karena Sikap Gita selama ini hidup kita menjadi seperti ini bahkan Papa meninggal karena ulah Gita. "

__ADS_1


Melisa menggeleng,,


Walaupun semua yang Anggita katakan benar, namun dia tidak bisa membenci putri nya apalagi saat ini hanya Anggita lah yang dia miliki.


" Semua sudah terlanjur Sayang, Dan Mama sudah mengikhlaskan Papa "


Melisa mengusap wajah Anggita,,


Miris melihat putrinya seperti ini.


" Mama selalu mencari kamu, Kenapa kamu tidak pulang dimana kamu selama ini Nak."


" Gita tidur di jalan Ma, Gita gak berani pulang karena kesalahan yang sudah Gita lakukan."


" Gita lihat Mama,


Mama mohon jangan pernah pergi tinggalin Mama, hanya kamu yang Mama miliki sekarang sayang."


Anggita mengangguk dan kembali memeluk Melisa.


Selama hidup di jalanan, Anggita sadar jika selama ini tingkah dan sikapnya sudah sangat keterlaluan dan Salah, Dia hanya memikirkan Hal yang enak saja tanpa mau berusaha.


" Mama, Kenapa Mama jadi kurus seperti ini apa Mama sakit "


" Tidak Sayang, Mama hanya masih sering kepikiran Papa "


" Gita janji tidak akan pernah pergi lagi Ma, Gita akan menemani Mama "


" Iya Sayang,,


Sekarang Kamu mandi dan ganti baju dulu, biar Mama masakin makanan, kamu pasti sangat lapar kan "


Anggita mengangguk,,


dia memang sangat kelaparan, sudah dua hari dia tidak makan dan membuatnya pulang ke rumah.


Melisa menatap putrinya,,


Dia seneng karena Anggita kembali ke rumah.


______


Di dalam kamarnya,,


Anggita menatap foto dimana dirinya bersama Kedua orang tuanya.


air matanya kembali menetes mengingat bagaimana Bratama yang sangat menyayangi dan memanjakannya saat masih hidup dulu, namun karena ulahnya kini dia harus kehilangan sesosok laki laki yang sangat baik baginya.


Maafin Gita Pa,,


Gita salah selama ini, Gita sudah bertingkah seenaknya, ,


Karena Gita, Papa pergi ninggalin Kami..


Gita Sayang Papa..


Gita menangis dengan memeluk Foto mereka,,


*********


Sedangkan Di rumah,,


Aira terus memegang perutnya yang sudah besar, kandungannya sudah berusia 9 bulan hanya tinggal menunggu kelahiran anak pertama mereka.


Nathan pun tidak pernah ke Kantor dan terus menemani Aira di rumah.


Dia tidak mau jika Aira kembali merasakan sakit di perutnya namun dia malah berada di Kantor seperti saat itu.

__ADS_1


" Mas,, minum teh nya dulu " Ucap Aira memberikan secangkir teh hangat untuk suaminya yang berada di ruang kerja nya.


" Terima kasih Sayang"


Aira mengangguk dengan tangan yang terus mengusap usap perut besarnya,,


Terlihat sangat lucu,,


Aira yang bertubuh mungil namun hanya perut nya yang besar, Nathan yang melihat nya pun selalu merasa gemas.


" Apa sudah ketemu dimana Anggita Mas "


Nathan menggeleng,,


Kepergian Anggita membuat Melisa terus sakit sakit an , seharusnya Anggita berada di sisi Melisa saat ini namun Anggita malah menghilang membuat dirinya meminta suaminya untuk membantu nya mencari.


" Aku yakin Jika Dia tidak apa apa Sayang *


Aira menggeleng,,


" Gimana dengan perut kamu Sayang , apa sakit *


" Tidak Mas, Aku tidak lagi merasakan kontraksi palsu seperti saat itu "


Nathan mengangguk dan menggeser kursinya lebih dekat dengan Air.


tangannya mengusap lembut perut Istrinya,,


" Hai Anak Papa,,


Gimana kabar Anak Papa, Baik baik dan jangan merepotkan Mama okeii "


Aira tersenyum dan mengusap kepala Nathan yang sedang mengajak Anak mereka bicara.


Aira menatap Laptop yang terbuka, terlihat bagaimana Suaminya bekerja dengan beberapa cabang perusahaan.


Namun Nathan sama sekali tidak pernah mengeluh Kepada nya, mengurus Perusahaan bahkan mengurus dirinya di rumah , harus ekstra apalagi di saat kehamilan ini.


Semua itu Nathan tanpa pernah memperlihatkan rasa lelah dan juga mengeluh.


Betapa beruntungnya memiliki suami seperti Nathan.


Aira menyeka air matanya yang menetes di Wajahnya.


" Sayang,, Kamu kenapa, Apa ada yang sakit, perut kamu sakit, kita ke rumah sakit " Ucap Nathan khawatir namun Aira menggeleng membuat Nathan menautkan kedua alisnya bingung.


Aira langsung Berhambur memeluk tubuh suaminya, Walau terhalang perut besarnya.


" Ada apa Hem " Ucap Lembut Nathan mengusap rambut panjang Aira.


" Gapapa,, Aku hanya mau peluk"


Nathan tersenyum dan membiarkan Istrinya seperti ini, Aira memang terkadang sifat manjanya muncul namun Nathan sama sekali tidak marah dan malah membuatnya gemas.


" Makasih Mas Nathan selalu ada di samping Aku, perhatian, menyayangi aku "


" Hei,, Kamu istri aku Sayang dan sebentar lagi akan ada Anak dalam keluarga kecil kita."


Aira mengangguk,,


Nathan mengusap wajah Aira dan mengecup dalam kening istrinya itu.


" Jangan pernah berpikir macam macam, Aku sangat mencintai dan menyayangi kamu Sayang.


kamu dan Anak kita adalah harta terbesar yang aku punya , kalian segalanya buat aku." Ucap Nathan menatap dalam wajah Istrinya.


Aira mengangguk dan kembali memeluk suaminya,,

__ADS_1


__ADS_2