Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 48


__ADS_3

Hari ini dan Lagi ini merupakan hari dimana kebahagiaan bagi Aira juga Nathan, mereka akan melangsungkan pernikahan.


Walau tidak ada pesat mewah karena permintaan Aira namun terpancar kebahagiaan di wajah Aira.


senyuman terus terukir di wajahnya, sementara Nathan pun terlihat sangat tampan dengan balutan Jas berwarna Putih serasi dengan gaun yang Aira kenakan.


Gaun yang sangat pas di tubuh Aira,,


" Jadi mulai sekarang kamu sudah menjadi istri Saya Aira, Saya janji untuk tidak membuat Kamu menderita." Ucap Nathan menatap Aira yang tampak tersenyum manis.


Aira hanya mengangguk,,


Pernikahan yang seharusnya dia rasakan dengan kedua orang tua di sisinya namun dia sangat yakin jika kedua orang tuanya di Surga sana pasti akan ikut bahagia melihat nya.


Nathan dan Aira hanya mendatangi Kantor Catatan sipil saja dan tidak melangsungkan pesta.


Alasan yang cukup membuat Nathan bisa mengabulkan nya, padahal Nathan sendiri sudah memberikan pilihan untuk Aira melakukan pesta mewah di mana pun.


" Selamat Tuan atas pernikahan Kalian, semoga selalu di baluti kebahagiaan." Ucap Seno


" Terima kasih Seno."


" Selamat Tuan atas pernikahan Anda, Mudah mudahan kalian selalu bahagia. "


" Terimakasih Boy"


Setelah semua selesai,,


Nathan mengajak Aira menuju suatu tempat dimana semua pelayan juga semua kerabat sudah berada di sana.


Sebuah pulau yang menjadi milik Nathan,


Mereka hanya mengadakan pesta kecil di sana tanpa orang luar tau.


Bagaimana pun, banyak orang di luar yang tidak menyukai Nathan karena kesuksesan nya dalam dunia bisnis dan itu pula alasan Nathan untuk tidak memberi tahu pernikahan nya , dia tidak mau jika nantinya Aira akan menderita.


" Nathan semua ini " Ucap Aira yang tampak kagum..


" Selamat datang Tuan, Nyonya " Sapa semua pelayan yang tampak tersenyum bahagia dengan Pernikahan Tuan nya.


Aira menatap Nathan yang tampak tersenyum, dia benar sangat bahagia, Nathan memperlakukan nya seperti seorang Ratu.


" Kita Ke sana, Semua orang sudah menunggu kita " Ajak Nathan menggandeng tangan Aira.


Mereka memberikan ucapan selamat bahkan mereka pun terlihat memberikan sebuah kado untuknya.


Aira terus tersenyum bahagia,,


Namun, berbeda dengan Santi yang terlihat sengat kesal dengan pesta hari ini.


Santi tidak suka dengan pernikahan Nathan dan Aira, seharusnya Dia lah yang menjadi pengantin wanita di pesta hari ini.


Nathan menatap Aira yang terus tersenyum, dia berjalan mengambil makanan karena Aira belum makan sama sekali.


" Makan dulu, Kamu belum makan dari pagi " Ucap Nathan.


" Terima kasih "


Nathan tersenyum dan mengangguk..

__ADS_1


Sementara Aira tampak menikmati makanan yang sudah Nathan bawa.


Hingga hari semakin senja,


pemandangan semakin cantik dengan terlihat langit yang berwarna orange.


Aira berdiri menatapnya,


Nathan menghampiri Aira dan memeluk pinggangnya yang ramping.


" Kenapa di sini,, " Ucap Nathan


Aira menoleh dan kembali menatap pemandangan yang sangat cantik baginya.


berbeda dengan Nathan yang malah terus menatap wajah cantik gadis yang kini sudah menjadi istrinya.


" Pemandangan yang sangat cantik di sini, " Ucap Aira dengan senyuman di wajahnya.


" Tapi tidak secantik wajah kamu "


Aira menatap Nathan,,


dia menggeleng sejak kapan laki laki di samping nya ini bisa menggombal.


Mereka pun terus berada di sana,


Lebih tepatnya Nathan menemani Aira yang masih sangat betah untuk berada di sana.


_____


Hari sudah malam,,


Aira masih belum siap,dia cemas bagaimana dia bisa menolak nya apa alasan untuk menundanya.


Hingga terlihat pintu terbuka,,


Jantung Aira semakin berdetak cepat, terlihat Nathan menutup pintu dan berjalan masuk.


Aira langsung mengambil bantal dan meletakan nya di atas pangkuan.


" Kenapa belum tidur " Ucap Nathan mengusap pucuk rambut Aira dan duduk di sampingnya.


Aira tampak gugup,,


tangannya terasa dingin, Mereka kini berada di satu kamar.


Bahkan hanya tinggal mereka berdua saja yang masih berada di pulau itu, Seno, Boy juga semua pelayan sudah lebih dulu pulang.


Nathan menautkan kedua alisnya melihat tingkah Aira yang berbeda.


" Hei ,, " Lanjut Nathan menggenggam tangan Aira.


Aira menatap wajah Nathan yang begitu dekat, jarak antara keduanya pun sangat dekat, hembusan napas Nathan sangat berasa dengan harum mint.


Nathan tersenyum,,


" Istirahat lah,, Saya tidak akan meminta hak saya. Saya akan menunggu kamu hingga kamu sudah siap."


Nathan tau apa yang Aira Pikirkan, Dia sendiri pun tidak mau memaksakan nya,

__ADS_1


dia akan menunggu hingga Aira sudah sangat siap.


" Ta- tapi,-


" ssst,, Jika Saya memaksa kamu melayani saya tanpa kemauan Kamu sendiri, sama hal nya saya menyiksa kamu Aira, dan Saya sudah berjanji bukan untuk tidak menyakiti atau membuat menderita kamu."


Aira merasa semakin yakin bertemu dengan Nathan hingga menikah dengannya, Nathan sangat baik dan selalu tau apa yang dia rasakan atau inginkan.


" Apa kamu tidak marah atau kecewa " Ucap Aira


Nathan tersenyum dan menggeleng,,


" Tidak akan pernah Aira. "


Aira tersenyum dan memeluk tubuh kekar suaminya,,


" Terima kasih Nathan, Aku sangat beruntung bertemu dengan kamu. " Ucap Aira dalam pelukannya.


Nathan tersenyum dan membalasnya,


Baginya kebahagiaan Aira nomor satu dan dia tidak akan mengkhianati ataupun membuatnya menderita.


" Sekarang istirahat, kamu pasti lelah "


" Eum "


Aira membaringkan tubuhnya,,


Sementara Nathan menatapnya dan mengusap pucuk rambut nya.


" Selamat istirahat Gadis kecilku " Bisik Nathan mengecup kening Aira.


Aira tersenyum dan mulai memejamkan Matanya.


Malam semakin larut,,


Nathan masih belum terlelap, dia menatap wajah Aira yang tampak tertidur pulas.


Pertemuan yang tidak pernah di duga, pertemuan yang tidak di sengaja,


namun entah mengapa, Hati Saya sangat ingin menjaga dan melindungi kamu.


Apa sebenarnya yang membuat Saya bersikap seperti ini.


melihat kamu yang sudah menderita selama ini, mengalami banyak hal buruk sungguh membuat perasaan dan hati saya ikut merasakan rasa sakit.


Sebenarnya siapa kamu Aira, kenapa bisa langsung mengubah diri saya menjadi seperti ini.


Nathan mengusap wajah Aira dan membiarkannya, dia pun beranjak bangun dan menatap langit malam di pulau yang hanya ada mereka berdua.


*******


Hendra melempar barang yang berada di dekatnya setelah tau jika Bratama juga keluarga nya sudah menghilang bahkan semua orang suruhan nya pun tidak bisa menemukan keberadaan mereka.


" Sialan,, Kian terus cari mereka dan bawa mereka ke hadapan saya." Ucap Hendra dengan terlihat begitu emosi.


" Baik Tuan "


Hendra mengepalkan tangannya,,

__ADS_1


Dia tidak menyangka jika Bratama akan selicik ini, setelah dirinya memberikan banyak uang kini Bratama pergi begitu saja meninggalkan hutang hutangnya juga bunga yang sudah menumpuk bahkan janjinya untuk membawa Aira ke Tempat nya tidak dia lakukan.


__ADS_2