Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 35


__ADS_3

Keesokan Harinya,,


Aira terbangun dan menatap sekeliling, dia merasa heran karena sudah berada di kamarnya sementara semalam dia bersama Nathan di mobil.


Aira terdiam dan teringat jika pasti dia tertidur di mobil dan Nathan menggendongnya


Astaga..


Aira, kenapa sih bodoh banget lagi lagi tidur di mobil ..


Aira memukul pelan Kepalanya, dan terus merutuki dirinya sendiri yang selalu bertingkah ceroboh.


Ting,, Tong,,


Aira beranjak,,


Terdengar suara bel Apartemen nya, dia pun bergegas untuk membukanya.


" Ya Sebentar "


Aira membukanya dan matanya menatap seorang laki laki tampan berdiri menatapnya.


" Selamat Pagi.." Ucap Nathan


Nathan lah yang datang dengan membawa bungkusan,,


" Pagi " Lirih Aira .


" Apa Saya tidak boleh Masuk ,,"


" Ah,, Silahkan ini juga Apartemen Anda " Ucap Aira yang menurunkan nada bicaranya.


Nathan tersenyum dan berjalan masuk, sementara Aira bingung bercampur malu dengan keadaannya saat ini baru bangun tidur dan semalam Nathan telah menggendongnya.


" Sekarang kita makan , kamu pasti belum makan bukan ?"


Aira menggeleng,,


dan masih berdiri menatap laki laki tampan di hadapannya.


" Aira,, "


" Astaga ,, Sa- saya mandi dulu " Ucap Aira yang langsung masuk ke dalam kamarnya.


Dia lupa jika belum mandi sementara Nathan sudah rapi.


Nathan lagi lagi Hanya menggeleng melihat tingkah Aira yang sangat menggemaskan.


Dia pun beranjak membawa bungkusan yang di bawanya ke meja makan, menyiapkan sarapan mereka pagi ini.


Sedangkan Aira,


terus menatap wajahnya di depan cermin, wajah bantalnya sungguh membuatnya malu.


_____


Aira telah selesai dan sudah bersiap dengan pakaiannya,


dia menghampiri Nathan yang tengah menatap ponselnya tampak serius membuat Aira tidak berani mengganggu nya.


dia hanya duduk dan menatap Makanan di meja, Beberapa sarapan sehat juga segelas susu.


" Kenapa tidak di makan " Ucap Nathan meletakan ponselnya.


" Oh,, Aku menunggu Anda."

__ADS_1


" Ya Sudah makan, jangan telat makannya "


Aira mengangguk dan menikmatinya,,


Selalu saja Nathan membeli makanan Yang sehat untuknya terlihat jelas jika Nathan sangat peduli dengannya.


" Apa yang sudah terjadi selama Saya tidak Ada, Apa ada yang mengganggu kamu."


" Uhukk,, Uhukk,, "


Aira tersedak mendengar ucapan Nathan,,


" Minum dulu, Pelan pelan makannya.."


Aira mengangguk dan meneguk minum yang Nathan berikan,,


Aira baru teringat dengan Ucapan Bratama yang meminta nya kembali ke rumah.


Namun dirinya bingung untuk menceritakannya kepada Nathan atau tidak.


" Aira hei, kenapa malah melamun "


" Ti- tidak Kok "


" Paman kamu tidak kembali mengganggu kamu bukan ?"


" Sebenarnya,, Paman sempat menemui aku dan kita mengobrol. Paman Minta Aku kembali ke rumah."


Nathan sebenarnya sudah tau semuanya, namun dia ingin mendengar nya secara langsung dari Aira.


" Terus apa kamu akan kembali ke rumah itu. ?"


Aira terdiam,,


" Aku tidak mau kembali ke rumah Itu, Aku takut jika Paman membawa aku ke Hendra seperti saat itu." Ucap Aira menunduk.


Nathan terus menatap Aira yang tampak sedih juga sorot mata yang sendu.


" Jangan kamu pikirkan, sekarang Lanjutkan sarapannya dan saya antar kamu ke Cafe. "


Aira mengangguk dan kembali menikmati nya.


******


Sementara di Salah satu rumah Mewah daerah Jakarta, Bratama terus menatap Ponselnya menunggu jawaban dari Aira untuk kapan kembali ke Rumah.


Hendra yang terus menanyakannya membuat Bratama harus segera membawa Aira kembali.


" Papah ,, Kenapa sih mondar mandir gitu Mama jadi pusing ini." Ucap Melisa yang sedari tadi menatap tingkah suaminya.


Bratama menatap Melisa ,,


" Bagaimana Papa tidak pusing, Tuan Hendra terus menanyakan kapan Aira datang ke rumah nya, sementara hingga hari ini Aira sama sekali belum menghubungi Papa."


" Papa datangi dia lagi dong, Ajak dia kembali atau paksa dia untuk pulang, gampang kan."


" Tidak bisa Ma, Papa sudah bicara tidak akan melakukan sesuatu kepadanya. "


" Dari Pada Tuan Hendra terus mendatangi Papa dan meminta Aira untuk segera menikah dengannya."


Bratama terdiam,,


mungkin dia harus kembali menemui Aira dan meyakinkannya jika dirinya sudah berubah dan ingin menebus kesalahannya selama ini.


" Baiklah,, Papa akan menemuinya nanti "

__ADS_1


Melisa mengangguk dan mereka kembali menikmati Sarapannya.


Nathan mengantar Aira menuju Cafe, dia sengaja datang untuk menjemput nya.


" Oya Maaf semalam, Aku pasti ketiduran di mobil." Ucap Aira membuat Nathan sedikit menoleh sebelum akhirnya mengangguk.


" Pasti aku berat ya, " Lanjut nya merasa tidak enak.


" Tidak sama sekali, bahkan kamu sangat ringan.."


" Iih Nathan,, " Kesal Aira membuat Nathan tersenyum.


" Aira " Panggil Nathan membuat Aira menoleh.


" Pikirkan kembali soal Permintaan Paman Kamu, Yang jelas Saya sama sekali tidak keberatan kamu tinggal di Apartemen hingga kapan saja."


Aira terdiam dengan terus menatap Nathan yang tengah fokus dengan jalanan.


Memang dia sudah sangat nyaman, sudah betah tinggal di sana namun sampai kapan dia mau terus merepotkan Nathan.


Hingga akhirnya mobil sampai di depan Cafe, Nathan menatap Aira yang masih duduk.


" Tidak perlu di Pikirkan, kamu hanya perlu menjaga kesehatan kamu saja Oke "


Aira tersenyum dan mengangguk.


" Aku kerja dulu ya, Anda hati hati."


Nathan mengangguk dan menatap Aira yang berjalan masuk,.


Dia baru melakukan mobilnya setelah sudah memastikan Aira masuk ke dalam Cafe.


Adi yang melihat Aira datang bersama Nathan pun merasa cemburu, selama ini Aira selalu menolaknya jika dirinya akan menjemput atau mengantar nya namun bersama Nathan, Aira tampak berbeda , Aira terlihat bahagia.


" Pagi Kak " Sapa Aira tersenyum. "


" Pagi Ra, Kamu di antar siapa ? Nathan ?"


Aira menoleh dan terlihat mobil Nathan yang melaju pergi..


" Iya ,, Nathan Baru saja kembali semalam."


" Oh,, terus apa kamu sudah sarapan ?*:


" Sudah Kak,, Nathan sudah membeli sebelum ke Apartemen,. Aku masuk dulu Kak siap siap."


Adi mengangguk.


Wajah Aira terlihat berbeda dengan kemarin saat Nathan berada di Amerika, Namun pagi ini Wajah Aira sangat segar dan Senyuman terpancar di wajah Cantiknya.


Adi berpikir,


bagaimana caranya untuk menjauhkan Aira dari Nathan, bukan hanya karena dia menyukai Aira namun juga ketakutan jika nantinya Aira akan kecewa dengan sikap Nathan yang pasti akan berubah.


Siapa sih yang tidak tau bagaimana sifat Pengusaha, apalagi bisnisnya sudah besar, mereka akan bersikap seenaknya saja dan itu dia takut jika terjadi pula dengan Aira.


Aira telah bersiap untuk membersihkan Cafe, mengelap kaca juga kursi di sana.


Adi berjalan mendekatinya..


" Apa kamu sudah memikirkan ucapan Om Bratama untuk kembali ke rumah nya,, Terus apa kamu bakal kembali apa tidak Ra ?"


Aira menghentikan kerjanya dan terdiam,,


Dia masih belum bisa memutuskan nya, dia pun masih bingung untuk selanjutnya dia akan tinggal dimana jika dia keluar Apartemen sementara apa dia harus ngekost saja.

__ADS_1


__ADS_2