Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 91


__ADS_3

Aira benar benar terlihat sangat bosan berada di rumah ya dan hanya sendiri, sementara suami nya masih belum bisa di hubungi.


" Pak Seno " Panggil Aira membuat Seno menoleh


" Ya Nyonya,, Apa Anda membutuhkan sesuatu."


" Tidak Pak Seno, Apa Pak Seno mau mengantarkan saya ke rumah Paman."


" Baik Nyonya "


" Terima kasih Pak Seno, Saya siap siap dulu.


" Silahkan Nyonya "


Seno menatap Aira yang berjalan menuju kamar nya, dia tau jika Aira sangat bosan dan mungkin dengan datang ke rumah keluarga nya dia akan menjadi lebih baik.


Seno mengantar Aira menuju rumah Pamannya, dia akan menjaga Kanaya selama di sana apalagi sikap Sepupu Kanaya yang tidak baik terhadap Aira membuatnya akan menjaga istri dari Bosnya.


Mereka sampai dan terlihat Melisa yang sedang berada di teras rumah.


" makasih Pak Seno,, " Ucap Aira saat Seno membuka pintu Mobilnya.


" Aira ,, Kamu datang Nak." Sambut Melisa menghampiri dan memeluk Keponakan nya.


Hubungan Aira bersama Melisa sudah sangat baik setelah Aira membantu mereka bahkan membawa Bratama ke rumah sakit untuk pengobatan.


" Bibi kenapa di luar dimana Paman."


" Paman di dalam Nak, Bibi baru saja dari warung.. kita masuk " Ajak Melisa menggandeng Aira masuk ke dalam Rumah.


" Bagaimana Kandungan kamu Nak."


" Sehat Bi,, Sama sekali tidak rewel."


" Syukurlah,, "


Mereka sampai di kamar dan terlihat Bratama yang sedang tertidur.


" Bibi Bangunkan Paman dulu ,"


" Tidak Usah BI, biarkan Paman istirahat."


Melisa tersenyum..


" Ya Sudah kita ngobrol di luar ya"


Aira mengangguk dan kembali ke luar.


Namun tidak terlihat adanya Anggita di sana.


" Anggita kemana Bi, kenapa tidak kelihatan "


Melisa menghela napas ya,,


Anggita belum juga berubah, dia masih seperti dulu bersikap angkuh.


" Bi,, Kenapa "


" Tidak sayang,, Oya sebentar Bibi Buat kan minum dulu."


" Gak usah BI"


" Gapapa sebentar ya Sayang."


Aira mengangguk dan duduk di Ruang tamu, Tangan nya mengusap perut nya yang sudah mulai terlihat.


Kini dia pun sudah lebih sering merasa capek.


Brak ..


Aira menoleh dan Terlihat Anggita membuka kasar pintu rumah.

__ADS_1


" Tumben banget Lo ke sini "


" Dari mana, Bukannya kamu harus menjaga Paman kasihan bibi Anggita ."


" Lo siapa ngatur ngatur gue, Terserah gue kali mau kemana ."


" Anggita Jaga sikap Kamu, Aira benar seharusnya kamu bantu Mama untuk menjaga Papa tapi kamu malah sering keluyuran."


" Bukannya Mama sendiri yang bilang jika Gita harus mencari Kerja, Gita lagi berusaha Ma.


percuma punya Saudara kaya tapi tidak bisa membantu." Ucap Anggita sengaja menyindir Aira.


Anggita melirik Aira dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.


" Maafin Gita Ya Nak, dia memang seperti itu.


bibi saja sudah bingung untuk bisa merubah nya."


Aira tersenyum dan menggenggam tangan Melisa.


" Aira gapapa BI, yang terpenting sekarang kesehatan Paman."


Melisa mengangguk dan menatap Aira ,,


Dalam Lubuk hati nya dia memang sudah sangat bersalah terhadap nya , selama ini dia selalu menyiksanya namun tapi malah Aira tidak sama sekali dendam kepada nya.


" Maafin Bibi Aira, selama ini Bibi sudah salah sama kamu, menyiksa kamu. membiarkan kamu tinggal di luar sendiri tapi bahkan kamu sama sekali tidak dendam terhadap Bibi dan malah terus membantu keluarga Bibi. " Ucap Melisa dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


Aira memeluk Melisa dan mengusap bahunya lembut, bagaimana pun Melisa adalah pengganti orang tuanya.


Walaupun mereka sudah bersikap sangat buruk namun Aira tetap memaafkan mereka.


" Aira sudah memaafkan Bibi dari jauh hari, Bibi, Paman juga Anggita adalah keluarga Aira sekarang."


Melisa mengangguk,


Aira benar benar berhati malaikat.


" Astaga Papa " Ucap Melisa langsung berlari masuk ke dalam Kamar dan terlihat gelas yang terjatuh di lantai.


" Papa Gapapa ?" Lanjut Melisa takut jika terjadi sesuatu dengan suaminya.


" Paman,, " Ucap Aira yang berjalan masuk.


Bratama menatap Aira dan tersenyum,,


" Aira kamu di sini Nak"


Aira mengangguk dan duduk di samping Bratama,,


" Papa kenapa tidak manggil Mama, Kalau pecahan kena tangan Papa gimana " Melisa berucap dengan membereskan pecahan kaca gelas di lantai.


" Papa tidak mau terus merepotkan Mama, Papa sudah tidak berguna sekarang."


Melisa menggeleng..


" Papa bicara apa sih, Mama tidak pernah merasa di repot kan, Papa jangan pernah bicara seperti itu lagi Ya Pa "


" Maafin Papa Ma,, "


" Paman, KIta semua satu keluarga jadi jangan pernah Paman berpikiran jika akan merepotkan kami." lanjut Aira .


" Makasih Nak.. "


Aira tersenyum,,


" Mama ambil minum dulu "


Tinggallah Aira bersama Bratama di dalam Kamar.


" Bagaimana keadaan kamu juga Kehamilan kamu Nak."

__ADS_1


Aira tersenyum dan mengusap perutnya,,


" Seperti yang Paman Lihat, Kandungan Aira juga sangat baik "


" Syukurlah Nak, Jaga baik baik Kandungan kamu, jangan kelelahan. Bagaimana Kabar Nak Nathan ."


Aira menghela napasnya dalam,,


Baru saja sehari di tinggalkan suaminya namun sudah terasa sangat lama dan dia begitu merindukannya.


" Mas Nathan sedang di Surabaya Paman, Ada Masalah di salah satu Cabang perusahaan nya."


Bratama tersenyum dan mengusap tangan Aira yang tampak sedih.


" Hanya urusan pekerjaan Nak, Paman yakin Nathan akan segera kembali setelah semua urusan nya selesai."


Aira tersenyum dan mengangguk.


" Pa, Minum dulu " Ucap Melisa yang kembali dengan segelas air putih."


Anggita yang berada di luar kamar pun mendengar semua pembicaraan Aira bersama Ayahnya.


Jadi Nathan sedang di Surabaya mengurus masalah nya..


Bukannya saat itu Hendra bilang telah menempatkan salah satu anak buahnya di sana.


Anggita tersenyum dan berjalan pergi.


Hari semakin sore..


Aira masih berada di rumah Bratama dengan Seno yang juga setia menemani Istri Bosnya.


" Paman, Bibi,, Aira pamit pulang ya.. sudah sore juga."


" Iya Nak, Hati hati ingat Pesan Bibi jangan terlalu kelelahan."


" Maaf Ya Nak, Paman tidak bisa mengantar kamu ke depan."


" Gapapa Paman, Paman juga istirahat jaga kesehatan Paman "


Aira mencium punggung tangan Bibi juga Pamannya dan dia berjalan keluar bersama Melisa yang mengantarkan nya.


Seno langsung keluar mObil saat melihat Aira yang berjalan.


" Kamu Hati hati Nak,, Makasih ya Sudah datang ke rumah "


" Bibi juga Jaga kesehatan, Kabari Aira apapun ya Bi."


" Iya Nak "


Aira berjalan menuju Mobil ya dengan Seno yang selalu siap membuka pintu nya.


" Tunggu Aira "


Semua menoleh saat Anggita memanggil Aira,,


" Anggita,, Kamu mau apa Nak " Ucap Melisa


Anggita tidak menghiraukan Ucapan Melisa dan terus berjalan menghampiri Aira.


" Apa benar Nathan sedang di Surabaya untuk pekerjaan nya, Aira Lo jangan Bodoh ..


Nathan seorang pengusaha sukses dan masih sangat muda apalagi banyak wanita yang menginginkan nya, Bisa jadi Dia Pergi bukan karena Urusan Pekerjaan namun karena hal lain. Apa dia sudah menghubungi Lo atau bisa Lo menghubungi dia ?" Bisik Anggita dengan senyuman sinis nya.


Aira terdiam,,


" Hati Hati " Ucap Anggita berlalu pergi dan masuk ke dalam rumah


Aira masuk ke dalam mobil dengan masih terdiam,,


" Permisi Nyonya " Pamit Seno kepada Melisa yang masih berdiri menatapnya..

__ADS_1


__ADS_2