
Bug..
Boy tersungkur saat seseorang menendang perutnya,, dia pun meringis kesakitan memegangi perutnya.
Bug..
Berbeda orang suruhan Nathan datang dan langsung membantu Boy,,
" Tuan Anda baik baik Saja " Ucap mereka membantu Boy beranjak.
Boy mengangguk namun dia masih merasakan sakit di bagian perutnya.
" Woi,, "
Tiba tiba semua berlari menuju mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi..
" Tidak usah di kejar " Cegah Boy saat mereka akan mengejar.
" Kita pulang sekarang "
Mereka masuk ke dalam mobil masing masing.
" Apa kita mesti ke Rumah Sakit Tuan, Luka anda,-
" Tidak usah, Saya tidak apa "
Mereka mengangguk dan melajukan mobilnya.
______
Nathan terus berfikir, siapa yang berani bermain main dengan nya, bahkan mereka seakan tau keadaan mention juga orang orang dekatnya, dia harus lebih hati hati dalam menjaga Aira karena mereka bisa saja mencelakai Aira.
" Mas, Kamu ngapain di sini " Ucap Aira menghampiri Nathan yang berdiri di balkon kamarnya.
Nathan tersenyum dan langsung memeluk Aira membuatnya bingung ,,
" Kamu baik baik saja kan Mas, kamu tidak sedang sakit kan ?"
" Tidak sayang,, Aku hanya ingin seperti ini "
Aira mengangguk dan membiarkan suaminya memeluk nya..
Entah kenapa, dia merasa jika terjadi sesuatu dengan Nathan saat ini namun dia sendiri tidak tau apa itu dan kenapa.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
" Sebentar Sayang " Ucap Nathan melepaskan pelukannya dan berjalan membuka pintu Kamar nya.
" Maaf Tuan, Boy sudah datang dan berada di ruangan " Ucap Seno.
" Tunggu saya ke sana sekarang "
Seno mengangguk,,
" kenapa Mas "
Nathan menoleh saat Aira berjalan mendekat.
" Sayang, sebenarnya aku temui Boy dulu kamu gapapa aku tinggal "
" Eum,, Mas temui Boy dulu aku gapapa"
Cup,,
Nathan mengecup kening Aira dan berjalan menuju ruang kerjanya.
__ADS_1
Sebenarnya apa yang terjadi,
kenapa mereka seperti menyembunyikan sesuatu dan aku tidak mengerti.
Aira menghela napasnya,,
dan berjalan turun, rasanya dia sangat haus.
Berbeda Pelayan menunduk saat melihat Aira berjalan turun,,
Aira masuk ke dalam dapur, dan terlihat Santi yang berada di sana sedang menyiapkan makanan.
" Santi,, Kamu buat apa ?" Ucap Aira menghampiri.
Santi hanya menoleh dan kembali sibuk tanpa menjawab Pertanyaan Aira.
Aira menatapnya,,
Sebenarnya dia sangat Bingung dengan sikap Santi yang selalu saja seperti itu, seakan Dirinya sudah membuat kesalahan besar.
" Santi tunggu " Cegah Aira saat Santi akan pergi.
" Sebenarnya kamu kenapa, Kamu seperti membenci saya, apa saya pernah membuat kesalahan terhadap kamu. "
Santi menatap Aira,,
Kesalahan karena telah merebut Nathan,bahkan sudah menikah Dengan nya.
" Tidak Ada " Ucap Santi kembali berjalan meninggalkan Aira yang masih menatapnya bingung.
" Nyonya,, Anda " Ucap Seno membuat Aira menoleh.
" Saya hanya mengambil Minum Karena haus Pa seno, Oya Apa Pak Seno akan mengambil minuman untuk Mas Nathan juga Boy ?"
" Sebetulnya saya mencari Santi untuk membuatkannya tapi ,-
" Tidak usah Nyonya, biar saya mencari Santi."
* Gapapa "
Aira langsung mengambil cangkir dan membuat teh hangat untuk suami juga Boy, dia tau jika mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting dan masalah perusahaan.
" Terima kasih Nyonya,, Saya permisi mengantarkan nya dulu."
Aira mengangguk dan mengambil gelas yang berisi air, dia berjalan menuju ruang tengah dan menyalakan televisi di sana.
_____
Nathan mengepalkan tangannya, jadi benar semua ini Hendra dalangnya.
Tapi kenapa Hendra seakan terus mengincar Boy, untuk apa dia melakukan nya.
" Bukannya Aira yang dia incar, terus kenapa mereka malah terus mengincar dan mencelakai kamu " Ucap Nathan .
" Mungkin mereka mengira jika Nyonya bersama Saya tUan "
Nathan terdiam dan menyandarkan kepalanya,,
" Permisi Tuan, silahkan di minum " Ucap Seno memberikan minuman untuk merekam.
" Terima Kasih Pak Seno " Ucap Boy .
" Kalau menurut Saya, lebih baik untuk sementara Nyonya tidak dulu kuliah Tuan, Karena bagaimana yang mereka incar adalah Nyonya Aira, mereka sengaja mengecoh kita dengan berusaha mencelakai Saya. "
" Saya juga berpikir seperti itu,,
Aira lebih baik di rumah saja untuk sementara waktu."
" Maaf Tuan, Apa tidak lebih baik Anda juga Nyonya Aira pergi berlibur untuk beberapa saat hingga keadaan Aman." Lanjut Seno
__ADS_1
* Pak Seno benar Tuan, Setelah Anda menikah kalian belum berlibur atau bisa di bilang Honeymoon." Ucap Boy .
Nathan terdiam dan memikirkannya,
memang benar, dari saat mereka menikah mereka memang belum pernah pergi berlibur dan malah dirinya sibuk dengan pekerjaannya .
" Baiklah,, Kamu urus semuanya. Saya akan bicara dengan Aira soal ini. "
" Baik Tuan."
Aira masih berada di ruang tengah dengan menatap film.
" Nonton apa sih " Ucap Nathan duduk di samping istri nya.
" Loh Mas kok di sini, bukannya masih bersama Boy juga Pak Seno"
" Boy baru saja pulang "
Aira mengangguk dan kembali menatap layar televisi.
" Sayang,, Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu."
Aira menoleh dan menatap Nathan yang tampak serius.
" Kita bicara di kamar "
Nathan menggenggam tangan Aira dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya.
Santi yang berada di sana kesal karena tidak bisa mendengar apa yang akan Nathan katakan,.
Nathan sendiri tau, jika seseorang tengah menatap mereka dan terlihat akan menguping dan ini lah alasan nya dia mengajak Aira masuk ke dalam kamarnya.
" Kamu mau bicara apa sih Mas, apa ini serius wajah kamu juga terlihat sangat serius." Ucap Aira saat mereka sudah berada di kamar.
" Sebenarnya telah terjadi sesuatu, Ada seseorang yang akan mencelakai kita terutama kamu Sayang."
Deg..
" tapi kamu tenang saja, Aku akan sangat melindungi kamu apapun yang terjadi.
Aku minta untuk beberapa hari , Kamu jangan dulu pergi kuliah atau kemana pun karena ini akan sangat bahaya, kamu bisa pergi jika bersama aku atau di kawal berbeda pengawal."
" Tapi siapa mereka mas dan untuk apa mereka melakukan semua ini."
" Hendra lah yang menyuruh banyak orang untuk menata mati mention , Bahkan sudah dua kali Boy cedera oleh mereka."
" Apa Hendra.."
" Ya Sayang "
" Apa ini juga termasuk masalah hutang hutang Paman ?*
" Kamu benar,, Paman kamu telah menyerahkan kamu sebagai pengganti hutang hutangnya nya."
Aira menggeleng,,
" Tapi aku tidak akan biarkan mereka bertemu dengan kamu dan membawa kamu kepada Hendra."
Aira mengangguk.
Dia akan sangat tenang jika berada di samping Nathan, dia yakin jika Nathan akan terus menjaganya.
Nathan menatap istrinya yang tampak ketakutan, dia pun menarik dan memeluk nya.
Mereka sudah menikah, Rasa cinta sudah tumbuh di hati keduanya dan bagaimana pun apapun yang terjadi, Nathan akan selalu menjaga Aira , Walau nyawa dirinya sendiri pengganti nya.
Aira memeluk Tubuh Nathan erat,,
Ternyata dirinya belum bisa kelas dari tangan Hendra, bahkan kini Hendra semakin licik memerintahkan banyak orang untuk mencelakai orang orang terdekat Nathan lebih dulu.
__ADS_1