Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 31


__ADS_3

Aira sudah bersama Bratama di sebuah restoran, seperti janjinya Bratama menjemput Aira tepat jam 7.00 malam di Cafe.


Seperti adanya rasa Canggung Aira hanya diam dan menatap sekeliling, sedangkan Bratama terlihat memanggil Pelayan untuk mereka memesan makan.


Bratama sengaja hanya datang sendiri dan tidak membawa Melisa ataupun Anggita.


Dia tidak mau semua rencana nya gagal karena mereka, Bayangan hutang yang semakin menumpuk membuat Bratama harus bisa cepat membawa Aira pulang.


" Paman bahagia melihat kamu seperti itu Aira." Ucap Bratama membuat Aira menatapnya dan sedikit tersenyum.


Aira masih bingung akan perubahan Pamannya, tapi dia pun merasa bersyukur atas perubahan yang terjadi.


" Pasti Nathan sangat baik kepada Kamu." Lanjutnya


" Nathan memang sangat baik, Dia peduli dengan Aira selama ini."


Bratama mengangguk,,


" Tapi kamu masih tanggungan Paman, Ayah juga Ibu kamu menitipkan kamu kepada Paman saat itu. "


Aira terdiam,,


mengingat kembali saat kedua orang tuanya masih ada, seharusnya dia hidup bahagia sekarang bersama mereka.


" Ra, Kembali lah ke rumah..


Paman terus bermimpi bertemu dengan Orang tua kamu, mereka marah karena Kamu tidak tinggal bersama kamu dan malah tinggal dengan ora lain yang jelas jelas tidak mereka kenal.


Nathan bukan siapa siap Kita, Dan juga status kalian yang baru saja kenal sangat tidak pantas untuk tinggal bersama, Kamu seorang perempuan dan Paman sebagai pengganti Orang tua kamu harus menjaga dan melindungi kamu bukan malah orang lain."


Aira terdiam,,


benar semua yang di katakan Bratama, namun ingatan atas bagaimana perlakuan mereka membuat Aira trauma dan tidak mau kembali lagi di masa masa sedihnya itu.


" Ra, Ikutlah Paman pulang ke rumah.


Bagaimana pun, itu rumah kamu dan kami Keluarga kamu. Paman merasa bersalah jika kamu tidak kembali tinggal bersama Kami."


Bratama terus menyakinkan Aira,,


Dia harus bisa membawa Aira kembali ke rumah, dan merencanakan semuanya selanjutnya.


" Tapi Paman,-


" Paman tau, kamu pasti takut jika kami akan melakukan hal yang sama seperti saat itu, Paman Minta Maaf Ra, tidak seharusnya Paman melakukan semua itu terhadap kamu, dan ucapan malam itu, Paman benar benar bingung, Perusahaan membutuhkan dana untuk bisa bertahan sementara dulu Hendra menjanjikan uang sebesar itu kepada Paman.


Ra, Percaya kepada Paman..


Beri Kami kesempatan untuk membalas semuanya."


Aira hanya bisa diam,,

__ADS_1


menatap Bratama yang terlihat menyesal namun dia sendiri masih terbayang akan kesedihan yang selama ini dia rasakan dan dia alami selama di rumah itu.


" Maaf Paman, Tapi Aira butuh waktu untuk memikirkannya, Bagaimana kejadian yang selama ini apa Aira alami sangat menyakitkan.


Paman menjual Aira kepada Laki laki itu hanya demi uang padahal Aira adalah keponakan Paman sendiri."


Bratama mengangguk..


" Paman tau dan Paman sangat mengerti, Karena itulah Paman ingin menebus Semua nya.


Paman berharap kamu bisa memaafkan Kami dan kembali tinggal bersama kami."


Bratama menatap Aira,,


Dia berharap jika semua yang dia lakukan akan berhasil, membuat Aira luluh hingga kembali ke rumah.


____


Aira terus memikirkan ucapan Bratama,


Dia sudah memaafkan mereka namun jika harus kembali ke rumah itu, Dia merasa belum siap.


Sangat takut jika kejadian kejadian itu kembali terulang, apalagi dengan Laki laki yang bernama Hendra.


Aira menghela napasnya dan membuka tasnya, sebuah Foto kedua orang tuanya yang selalu dia bawa kemana pun.


Di tatapnya wajah mereka, senyuman hangat yang terpancar membuat hatinya tenang.


Rasa Rindu yang teramat dalam, membuatnya tanpa sadar meneteskan butiran bening dari pucuk matanya.


Ingin rasanya semua terulang kembali, berada di antara Ayah dan Ibu nya sungguh membuatnya sangat bahagia.


Tangannya menyeka air mata yang berhasil menetes, Andai saat itu tidak terjadi kecelakaan , Andai saat itu mereka tidak pergi, pasti mereka masih bisa bersama. namun takdir lah yang menentukan dan Aira pun tidak bisa menyalahkan takdir.


Pah, Mah,,


Aira sangat rindu , Bagaimana kalian di surga..


Aira sangat ingin bertemu kalian walau hanya dalam mimpi,,


Aira memeluk fotonya dan membaringkan tubuhnya, air mata yang terus menetes.


Hingga tanpa sadar dia pun terlelap dalam kesedihannya.


*****


Nathan mengusap wajahnya kasar,,


Entah kenapa, dia merasakan gusar hari ini.


Semua Pekerjaan nya sama sekali tidak bisa dia kendalikan, dia benar benar tidak fokus bekerja.

__ADS_1


Hatinya terasa gusar,,


Pikirannya terus terbayang keadaaan Aira di Indonesia.


Apa dia baik baik saja di sana, Apa yang sudah dia lakukan selama dirinya berada di Amerika,,


Walau memang Seno menempatkan orang untuk mengawasi Aira, tetap saja Nathan merasa khawatir.


bisa saja mereka lengah hingga membuat Aira celaka.


Nathan menyambar ponselnya yang berada tidak jauh dari nya, di carinya nomor Aira untuk dia hubungi namun dia urungkan mengingat jika di Indonesia saat ini sudah tengah malam dan sudah pasti Aira sedang tidur.


Dia tidak mau mengganggu waktu istirahat nya, Besok Aira harus bekerja kembali.


Nathan menghela napasnya dan meletakan ponselnya, dia berusaha fokus dengan semua pekerjaan yang sudah berada di hadapannya.


" Permisi Tuan " Ucap Boy berjalan masuk.


" Masuk Boy "


" Anda memanggil Saya , Apa yang Anda perlukan Tuan."


Nathan menyandarkan tubuhnya membuat Boy khawatir.,. bagaimana pun selama di Amerika Nathan sangat sibuk dengan semua pekerjaan nya, Bertemu Klien bahkan dengan bisnisnya sendiri.


" Anda baik baik Saja Tuan, Apa Perlu Saya panggilkan Dokter."


Nathan menggeleng dan kembali menatap Boy yang masih berdiri menatapnya dengan tatapan khawatir.


" Saya tidak apa, Bagaimana dengan semua pekerjaan saya selama di sini, berapa hari lagi Saya berada di Sini ."


Boy mengernyit,,


untuk pertama kalinya, Nathan menanyakan hal semacam ini.


Selama dia bekerja dengannya, Nathan tidak pernah menanyakan hal itu, dia akan menyelesaikan pekerjaan hingga semua selesai dan baru akan kembali ke Indonesia namun saat ini,,


" Boy " Panggil Nathan karena Asistennya hanya diam tanpa menjawabnya.


" Maaf Tuan,, Beberapa Masalah sudah terselesaikan hanya kita baru bisa Kembali Lusa, karena besok Anda sudah Ada Janji bertemu dengan Perusahaan Amazon."


Nathan mengangguk,,


Paling tidak setelah bertemu dengan mereka dia akan segera kembali ke Indonesia dan bisa bertemu dengan Aira.


" Baiklah,, Kamu bisa keluar "


" Permisi Tuan."


Boy berjalan keluar dengan merasa heran akan sikap Bosnya, Nathan sedikit berubah bukan seperti Nathan yang di kenalnya.


Bosnya itu selalu Mengutamakan pekerjaan nya dan selalu fokus bahkan tegas dengan semua yang terjadi dengan Perusahaan.

__ADS_1


Apa yang sudah terjadi dengan Bosnya itu, Apa yang membuat berubah hingga seperti sekarang.


__ADS_2