Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 67


__ADS_3

Aira duduk menatap Santi yang terlihat tidak sama sekali menghormati dirinya sebagai Nyonya di Mention itu walau sebenarnya Aira sendiri tidak memerlukan semua itu.


" Duduk Kamu " Ucap Aira membuat Santi duduk namun tetap saja tidak menatapnya.


Cukup sabar bagi Aira dengan tingkah seenaknya Santi, namun dia penasaran kenapa Santi begitu tidak menyukai nya dan apa alasannya itulah yang sangat Aira ingin tau.


" Sebenarnya ada apa Kamu dengan Saya, Kenapa kamu terlihat sangat tidak menyukai Saya. Apa Saya pernah berbuat salah dengan kamu."


" Itu hanya perasaan Nyonya Saja " Jawab Santi tanpa menatapnya.


" Seperti itu Cara kamu menghormati orang Lain saat berbicara."


Santi menghela napasnya dan menatap Aira.


" Saya merasa kamu seakan mengawasi saya, disaat sendiri ataupun bersama Mas Nathan. Apa alasan kamu melakukan semua itu.


oke kalau itu hanya perasaan saya, tapi Saya tau jika kamu sudah sengaja mendorong Lap pel hingga membuat Saya terjatuh. "


Santi tersenyum,,


" Maaf Nyonya, Apa tidak terbalik ucapan Anda..


Anda yang mengawasi saya dan bukan Saya yang mengawasi Anda."


" Bagaimana jika Saya bilang Mas Nathan bagaimana sikap kamu selama di rumah."


Santi menatap tajam Aira,,


" Apa yang akan Mas Nathan lakukan terhadap kamu, apalagi dia tau apa yang sudah kamu lakukan Untuk mencelakai Saya Istri nya."


Aira sengaja memancing emosi Santi,,


Santi tidak bisa di ajak bicara baik baik dan ini salah satu cara Aira untuk membongkar bagaimana watak Asli Pelayan rumahnya itu.


" Karena Anda merasa sebagai istri jadi akan menjelekkan Saya di hadapan Tuan. "


" Santi,, Santi,, Mas Nathan pasti akan lebih percaya dengan istrinya dari pada kamu. "


Santi mengepalkan tangannya dan beranjak,,


" Harusnya Anda sadar siapa diri Anda Nyonya, Anda hanya wanita yang di pungut Tuan dan di bawa ke rumah untuk di jadikan istri."


Aira menggeleng,,


Dia tidak menyangka jika Santi bisa bicara seperti itu, namun dia harus tetap menahan emosinya untuk bisa lebih tau banyak.


" Mas Nathan begitu mencintai Saya, Jadi Apapun yang saya bilang sudah pasti Mas Nathan akan melakukan nya."


" Tuan sangat salah membawa Anda ke sini, Jika Anda merasa Tuan sangat mencintai Anda, Itu salah besar karena Cinta Tuan Hanya untuk mantan tunangan nya dan sudah pasti tuan menikahi And itu hanya untuk pelampiasan saja."


Deg..


Aira terdiam, bahkan dia baru tau jika Nathan pernah bertunangan.


" Apa maksud kamu."


Santi tersenyum,,

__ADS_1


" Bahkan kalian sudah menikah saja Anda tidak atau siapa Tunangan Tuan,, Tuan begitu mencintai dan menyayangi Tunangan nya bahkan mereka sudah merencanakan untuk menikah.


Dan Satu lagi,, Anda selalu ingin tau ruangan Pojok yang tidak pernah di buka, Itu adalah kamar untuk Tuan dan Tunangannya setelah menikah."


" Saya Percaya Mas Nathan."


" Silahkan itu Hal Anda, Tapi Apa Anda pernah lihat ruangan itu terbuka dan di bersihkan??


tidak pernah, Karena Hanya Tuan juga Pak Seno saja lah yang boleh masuk." Lanjutnya Santi beranjak.


" Jika hanya ini yang ingin Anda tanyakan, Maaf Saya harus kembali bekerja karena Tuan membayar saya untuk bekerja bukan mengobrol." Lanjut Santi beranjak keluar.


Aira masih duduk menatap kepergian Santi,,


Dia mencerna ucapan Santi tentang Cinta pertama juga ruangan Pojok.


apa semua itu benar, dan memang Pak Seno tidak pernah membiarkan saat dirinya ingin masuk.


Seno melihat Santi yang baru keluar dari Kamar Aira, dia mengernyit heran untuk apa Santi masuk ke dalam.


Namun tidak lama terlihat Aira keluar, namun wajahnya seperti memikirkan sesuatu.


Apa yang sudah terjadi antara Nyonya dengan Santi, dan baru saja Santi keluar dari kamarnya.


Apa yang sudah mereka bicarakan ..


" Nyonya " Sapa Seno membuat Aira hanya tersenyum.


" Pak Seno Apa saya boleh minta tolong ?" Ucap Aira


" Silahkan Nyonya."


Deg..


Seno terdiam, Apa yang harus dia jawab.


Bukan menjadi haknya untuk menjelaskan semuanya.


" Pak Seno " Panggil Aira karena hanya diam.


" Maaf Nyonya, Tapi untuk soal satu ini lebih baik Anda menanyakan langsung terhadap Tuan, Karena Saya tidak berhak menjawab nya."


Aira mengangguk,,


" Apa ada yang lain Nyonya "


" Tidak,"


" Baiklah Saya permisi"


Aira terdiam dengan memikirkan semua nya,,


Matanya menatap dimana ruangan itu berada. Apa yang Santi Ucapkan benar, Apa dia harus menanyakan semua itu terhadap suaminya.


Aira menghela napasnya dan berjalan menuju Kamar, dia akan menunggu Nathan dan menanyakan semua ini.


*****

__ADS_1


Sementara di Markas,,


Semua sudah berkumpul, mereka semua Menundukkan saat Melihat Bos besarnya datang.


" Tuan " Ucap Boy


" Kita semua berkumpul."


" Baik Tuan."


Semua masuk dan mengikuti Nathan yang berjalan lebih dulu. hingga mereka sampai di ruangan.


semua Langsung duduk dengan menunggu Arahan dari Bos besar nya.


". Apa kalian sudah mendapatkan informasi siapa yang memberikan racun itu." Ucap Nathan.


" Maaf Tuan, Pelakunya sangat cerdik dan seperti sudah tau kegiatan di Markas." Ucap Boy membuat Nathan memijat pelipisnya.


" Saya berpikir jika Ada seorang mata mata, mereka selalu tau kegiatan kita dan di saat kita lengah mereka melakukan nya, Mereka bahkan tega meracuni temannya agar identitas mereka tidak tercium."


" Hendra.. Kita semua harus berhati hati Dengan nya." Ucap Nathan yang sangat tau semua itu ulahnya.


" Mulai saat ini, kita kosongkan Markas lebih dulu dan kita mencari tempat lain, Kita harus hati hati juga waspada. jangan ada satu pun dari kalian pergi sendiri." Ucap Nathan tegas.


" Baik Tuan "


Nathan mengangguk dan beberapa dari mereka keluar,, tinggal lah Boy di sana.


" Saya rasa Hendra menempatkan satu anak buahnya di sekitaran kita."


Boy mengangguk namun siapa dia, dan apa motif Hendra jika dia ingin mengajak perang seharusnya langsung datang dan tidak bermain licik seperti ini.


" Baiklah,, Kamu Hati hati. Saya pergi dulu."


" Siap Tuan."


Nathan berjalan keluar,


dia akan pulang ke rumah karena sudah berjanji dengan Aira untuk mengajak nya jalan hari ini.


Dengan melajukan mobil sport Mewah nya , di ikuti satu mobil pengawal Natha menyusuri jalan.


Sementara Boy beserta orang Orang nya mulai bersiap untuk pergi, namun Mereka akan mengatur siapa yang dulu pergi, karena bisa saja mata mata mereka berada di sana.


Aira terus menunggu Nathan yang belum juga pulang, dia menatap jam sudah hampir dua jam suaminya pergi.


Ceklek,,


Aira menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, dan terlihat lah suami tampannya yang datang.


" Maaf Sayang " Ucap Nathan mengecup kening Aira.


Aira terdiam menatap suaminya yang duduk di sisinya,,


Apa dia akan menanyakan nya sekarang, tapi apa ini waktu yang tepat. situasi dalam rumah sedang tidak baik baik saja sudah pasti Nathan sudah pusing memikirkan nya dan jika dia menanyakan nya apa itu terlalu egois, Tapi rasa penasaran nya begitu besar.


" Sayang,, Heii Ada Apa ?" Ucap Nathan menatap Aira yang hanya diam.

__ADS_1


Aira masih dengan mata menatap suaminya,,


__ADS_2