Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 19


__ADS_3

" Uuh akhirnya kelar juga dan semua sudah bersih,, lelah tapi sangat menyenangkan " Ucap Aira tersenyum


Adi yang sedari tadi terus menatap Aira pun berjalan mendekat, Aira gadis yang sangat rajin juga pintar namun sayang karena terbentur biaya dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya dan bekerja di Cafe miliknya , sebenarnya gaji dari dia bekerja bisa saja untuk biaya kuliah namun lagi lagi Aira harus menanggung kebutuhan Paman, Bibi juga Sepupunya yang selalu saja meminta semua gaji tiap bulannya.


" Ra, Jangan terlalu capek ingat kamu baru saja sembuh Loh "


Aira menoleh dan menggeleng,,


" Selama di Rumah Sakit aku hanya tidur Ka, semua badan jadi pegel rasanya malahan."


" Kamu tuh ya,, Oya Jadi kamu tinggal di Apartemen milik ,-


" Nathan " Ucap Aira saat terlihat Adi berpikir.


" Ya itu maksud ku "


Aira mengangguk..


" Sebenarnya Aku tidak enak, tapi mungkin nantinya aku bakal cari kontrakan untuk tempat tinggal "


" Maaf Ra sebelumnya, Sebenarnya seorang gadis tidak baik terlalu dekat atau bahkan tinggal di tempat laki laki apalagi tidak ada status hubungan."


Aira menghela napasnya,,


Semua yang Adi katakan benar, namun untuk saat ini dia harus tinggal di Apartemen dulu dan setelah gajian dia baru saja akan pindah dan mencari kontrakan.


" Apa yang aku katakan salah, Maaf Ra, anggap saja aku tidak pernah mengatakan semua itu."


" Kak Adi benar Kok, Hanya saja aku harus mengumpulkan uang untuk bisa mencari kontrakan, secara semua kebutuhan naik, sudah pasti kontrakan sekarang pun sangat mahal."


" Aku bisa bantu Kamu Ra mencari kontrakan, Atau kamu bisa ambil gaji kamu dulu bulan ini."


" Tidak tidak,, Aku tidak mau Kak, Selama ini Kak Adi sudah sangat membantu aku, biar saja setelah gajian ini aku bakal mencari kontrakan. "


" Baiklah,, Tapi ingat jika kamu butuh sesuatu jangan pernah merasa tidak enak untuk bicara dengan aku ya"


" Makasih ya Kak,, "


" Sama sama Ra, jadi sekarang aku antar kamu pulang lagipula ini sudah malam."


Aira mengangguk dan mengambil tasnya,,


Mereka berjalan keluar dan Aira menunggu Adi yang masih mengunci Cafe.


" Benar benar perempuan memalukan."


Aira menolah,,


Bratama berdiri menatapnya dengan kedua tangan yang bersilang di atas dada menatap Aira juga Adi.


" Paman "


" Saya tidak pernah memiliki keponakan seperti kamu Aira, Kamu tidak puas dengan Nathan dan malah masih mendekati Adi..


Benar benar menjijikkan."


" Maksud Paman ?"


" Saya datang kemarin hanya ingin mengingatkan kamu dengan Hutang kamu, Jangan pernah lagi berpura pura sakit untuk mengulur bayarnya."

__ADS_1


Setelah mengatakan semua itu Bratama masuk kembali ke dalam mobil dan melajukan nya .


Sementara Aira hanya terdiam,,


baru saja dia akan mengumpulkan uang untuk tempat tinggal nya namun kini dia kembali harus membayar uang untuk Pamannya.


" Ra, kamu gak papa ?"


" Gak papa Ka "


" Kita pulang ?"


Aira mengangguk dan mereka masuk ke dalam mobil.


Selama perjalanan tidak ada obrolan, Aira masih terdiam dan memikirkan semuanya.


Adi sangat tau, namun dia sendiri tidak bisa membantu Aira.


Adi masih memiliki tanggung karena dia masih harus membayar cicilan mobil dan rumah sementara pendapatan Cafe tidak menentu tiap bulannya.


" Ra, Kita harus lewat jalan mana ?"


" Oya Kak, di depan kita belok Kanan "


Adi mengangguk dan melajukan mobilnya.


hingga sampai di depan sebuah Apartemen mewah, Adi menatapnya.


Jika saja Adi seperti Nathan, sudah pasti dia akan menikahi Aira dan membuatnya keluar dari penderitaan yang selama ini Aira Rasakan.


" Jadi kamu tinggal di sini ?"


" Em,, sementara Kak dan setelah itu aku bakal ngontrak."


" Ya Sudah kamu masuk dan istirahat, Ingat jangan memikirkan semua yang Om Bratama katakan, Oya satu lagi ingat jika kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa menghubungi aku jangan pernah merasa tidak enak "


" Iya Kak ,, Sekali lagi Makasih Kak Adi sudah baik."


Adi mengangguk dan mengusap pucuk rambut Aira


" Aku masuk dulu ya,, Kak Adi hati hati di jalan."


Adi terus melihat Aira yang mulai berjalan masuk, bahkan dia baru saja melajukan mobilnya setelah Aira sudah tidak terlihat.


______


Aira terus memikirkan ucapan Bratama,,


Harus bagaimana lagi dia bisa mendapatkan uang itu secepatnya, tabungan nya pun tidak seberapa.


Ting..


Pintu Lift terbuka, Aira kembali melangkah gontai..


Sesampainya di depan pintu,,


Air menekan password yang Nathan sudah memberitahu dirinya.


Namun matanya membulat saat melihat lampu menyala bahkan terdengar suara dari dalam kamar.

__ADS_1


Aira mengira jika ada maling yang masuk.


Dia pun berjalan pelan masuk, tidak terlihat seseorang di sana, namun sangat jelas terdengar suara dari dalam.


" Aaaa siapa kamu ?" Teriak Aira saat melihat laki laki berdiri di mini bar.


Nathan sontak menoleh dan menautkan alisnya,,


" Astaga Nathan,, "


Nathan berjalan mendekat,,


Aira menatapnya,,


Nathan tidak lagi memakai setelan jas kerjanya namun sudah berganti dengan pakaian santai.


" Kenapa, kamu kira maling ?"


" Lagian Kenapa Anda bisa masuk dan,-


" Hei, apa kamu lupa jika Apartemen ini milik Saya."


Aira memejamkan matanya,,


Dia lupa jika dirinya lah yang menumpang,, Jadi kapan saja Nathan bisa datang ke sana tiap waktu.


" Iya Iya,, "


" Sudah hampir jam 10 malam dan kamu baru pulang, Apa sampai Selarut ini pekerjaan di Cafe ."


" Hari ini Cafe sangat ramai dan aku baru bisa pulang setelah membersihkan semuanya. "


" Berhenti lah bekerja."


Aira menautkan kedua alisnya,,


Muda sekali Nathan mengatakan semua itu, bagaimana hidupnya nanti jika tidak bekerja belum lagi harus membayar uang ke Paman nya.


Aira pun menggeleng dan masuk ke dalam kamarnya, dia sudah sangat lelah seharian bekerja belum lagi Ucapan pamannya dan kini, Nathan yang dengan gampang meminta dirinya tidak bekerja membuatnya sangat kesal.


Nathan menautkan alisnya heran dengan sikap Aira, tidak seperti biasanya Aira bersikap seperti ini.


Apa yang terjadi dengannya,


Atau telah terjadi sesuatu di Cafe hari ini .


Nathan segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


" Selamat Malam Tuan " Ucap Seseorang dari balik telepon.


" Malam ini saya tidak pulang Ke Rumah, Saya tidur di Apartemen,, dan satu lagi, cari tau apa yang sudah terjadi dengan Aira hari ini, Dia bertemu dengan siapa saja dan segera laporkan semuanya kepada Saya."


" Baik Tuan, Saya segera mencari tau semua itu."


Nathan menutup telponnya dan menatap keluar jendela kaca.


Menatap keindahan kota di malam hari,


dengan masih terus memikirkan sikap Aira tadi, Bahkan terlihat jelas wajah Aira yang sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan nya hari ini, Apa karena rasa lelahnya setelah bekerja atau sudah terjadi sesuatu selama di Cafe.


semua itu terus berputar di otak dan Pikiran Nathan saat ini.


__ADS_2