Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
Part 104


__ADS_3

Aira tersenyum saat suaminya pulang, .Nathan selalu menempati janjinya seperti hari ini dia berjanji untuk pulang lebih cepat.


Aira langsung Berhambur memeluk nya,,


Nathan menautkan kedua alisnya melihat tingkah Istrinya yang selalu saja membuatnya gemas apalagi saat kehamilan nya saat ini.


" Akhirnya Mas pulang" Ucap Aira masih dengan memeluk suaminya.


" Karena aku sudah janji bukan Untuk lebih cepat pulang."


Aira mengangguk dan melepaskan pelukannya,,


" Bagaimana anak Papa hari ini, Tidak merepotkan Mama bukan " Ucap Nathan yang sedikit menunduk dan mengajak bicara anak dalam perut Aira.


" Aku nurut dong Pa hari ini " Ucap Aira menirukan suara anak kecil .


Nathan mendongak dan kaget mendengar nya, Aira benar benar membuatnya sangat gemas.


" Kamu ya,, " Ucap Nathan menarik Hidung mancung Aira yang terkekeh.


Sudah tidak ada lagi kesedihan dari Aira, Air mata yang menetes seperti dulu, hanya tersisa rasa bahagia yang setiap hari dia rasakan.


" Selamat Sore Tuan " Ucap Seno menunduk saat melihat Nathan berjalan masuk bersama Aira.


" Sore Pak Seno "


" Em,, Aku buatkan teh dulu ya Mas " Ucap Aira namun Nathan menahan tangannya membuat Aira menoleh Bingung.


" Nanti saja Sayang "


Aira menautkan alisnya dan mengikuti Langkah suaminya yang membawanya menuju kamar Utama.


Seno menggeleng melihat tingkah Bos nya itu yang selalu saja Bucin terhadap istrinya.


Nathan menutup pintu kamar dan menguncinya membuat Aira semakin bingung dengan sikap suami nya itu.


Aira duduk di tepi ranjang menatap Nathan yang meletakan ponsel dan melepas jasnya.


Nathan terus menatap Aira tajam kedua tangannya melepas kancing kemeja biru tua milikinya.


****Eum****,, terdengar suara leguk dari bibir mungil Aira saat Nathan mencium bibir merah miliknya.


Aira kaget namun berikut nya dia pun merasa terbuai dan membalasnya.


kedua tangannya melingkar indah di leher Nathan.


" Sayang " Ucap Lembut Nathan yang sudah tidak bisa menahan nya lagi.


Suara yang sudah berubah sendu.


Aira hanya membalas dengan anggukan kepala yang mengartikan ijin untuk suaminya melakukan apa yang dia inginkan.


" Aku akan melakukan nya dengan pelan " Bisik Nathan menatap wajah cantik Aira yang hanya tersenyum dan mengangguk.


Aira percaya dengan Suami nya, Nathan pasti tidak akan membuat nya kesakitan begitu juga dengan anak dalam kandungan nya.


Nathan mengecuk kedua mata Aira, hidung pipi dan kini matanya menatap bibir mungil Aira yang selalu membuatnya candu.


Aira memejamkan matanya dan merasakan sesuatu di bawah.


Hembusan angin membuat korden jendela kamar mereka seakan menjadi dan mengiringi Olah raga sore sepasang suami istri yang sedang di mabuk cinta.


Aira memejamkan matanya dengan napas yang masih tersengal akibat ulah Nathan kepadanya.


Seakan tidak puas dan lelah, Nathan kembali melakukannya hingga Aira kelelahan dan terlelap.


Nathan menatap wajah Aira yang tertidur dalam pelukan nya.

__ADS_1


Perut besarnya pun tersentuh kulitnya, Denyut gerak anak dalam kandungan Aira pun terasa membuat Nathan beranjak bangun.


tangannya terulur mengusapnya lembut dan mengecup nya pelan.


" Mama sedang tidur Sayang, Jangan ganggu ya " Ucap Nathan dan kembali mengecupnya.


Nathan beranjak dan menutupi tubuh Aira yang masih polos dengan selimut.


Dia pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan membiarkan istrinya untuk tetap tertidur.


*********


Anggita berjalan keluar dari kamarnya,,


" Gita, kenapa keluar Nak kamu harus banyak istirahat" Ucap Melisa menghampiri Anggita yang masih memegang kepalanya.


" Gita bosan Ma di kamar terus, lagian malah semakin pusing kalo tiduran "


Melisa mengangguk dan membantu Putrinya duduk di kursi.


" Mama ambil minum dulu buat kamu "


Anggita mengangguk dan mengusap kepalanya yang masih di diperban namun masih sedikit pusing.


" Sebenarnya kenapa bisa terjadi kecelakaan itu sih Gita "


" Lagian semua begitu angkuh, mereka sama sekali tidak menghargai Gita sebagai adik Ipar Nathan Ma, mereka malah menganggap Gita seperti karyawan lain."


Melisa menggeleng,,


Putrinya masih saja belum sadar dengan kesombongan nya,,


" Yang terpenting kamu tidak apa Nak, luka kamu juga tidak parah "


Anggita terdiam,,


Seharusnya Nathan kembali menanyakan kondisinya sekarang.


" Apa Nathan tidak ada menghubungi Mama "


" Tidak Sayang, memangnya kenapa ?"


" Seharusnya dia menanyakan kondisi Gita Ding Ma, apalagi Gita seperti ini juga di Perusahaan."


" Mungkin Nathan sedang bersama Aira Nak, Lagian tadi pagi Nathan sudah membawa kamu ke Rumah Sakit dan mengantar pulang. kamu juga di ijinkan cuti sampai sembuh ."


" Sebagai Bos paling tidak dia harus tanya dong Ma, ini malah diam saja."


Melisa lagi lagi bingung bagaimana menyikapi sikap Putri nya.


" Mama tinggal ke dapur siapin makan malam dulu"


Anggita masih duduk di sana dengan memegang teh yang Melisa buatkan.


Hingga dia pun beranjak, dia akan mengambil ponsel miliknya yang sudah dia beli dari uang Yang Melisa berikan.


Melisa sengaja memberikan uang itu untuk membeli ponsel Anggita Agar bisa lebih leluasa berkomunikasi dengan putrinya.


Anggita mengambil tasnya ,,


dia mencari ponsel milik nya dan mencari nomor Nathan.


Dia berniat untuk menghubunginya.


Nathan melirik Aira yang masih terlelap, dia membiarkan nya untuk tidak menggangu nya.


Namun di saat akan keluar ponselnya berdering membuatnya segera mengambil nya.

__ADS_1


Matanya mengernyit saat melihat panggilan masuk dari nomor yang tidak dia kenali.


Niatnya untuk tidak menjawabnya pun terurung karena terus berdering.


" Halo siapa Ini "


" Anggita,, Oya ini Nomor baru aku sekarang."


" Ada apa kamu menelpon Saya "


" Apa seperti ini sikap seorang Bos terhadap karyawan nya setelah mengalami kecelakaan kerja"


Nathan menghela napasnya,,


" Luka kamu tidak ada yang serius , Lagi pula saya sudah membawa kamu ke Rumah Sakit."


" Bagaimana jika semua orang tau soal ini, Pemilik Permana Grup Nathan Adi Pratama tidak peduli dengan kecelakaan Karyawan nya apalagi kecelakaan terjadi saat Jam Kerja."


Nathan tersenyum,,


" Saya tidak peduli "


" Nathan,, Aku kecelakaan di Perusahaan kamu karena Kamu memberikan pekerjaan itu, Coba kalau aku kerja menjadi seorang sekretaris pasti semua ini tidak akan terjadi."


Nathan menggeleng,,


" Apa sudah bicaranya, Maaf Saya sibuk " Ucap Nathan menutup telponnya.


" Mas,, "


Nathan menoleh saat mendengar Aira memanggil nya,,


" Sayang,, Kamu sudah bangun atau karena suara aku tadi "


Nathan menghampiri Aira yang sudah duduk menatapnya.


Aira menggeleng,,


" Siapa yang telpon "


Nathan tersenyum dan menyelipkan rambut Aira yang menutupi wajahnya cantik nya.


" Anggita "


" Anggita, Mau apa dia menelpon "


Nathan terdiam,,


Dia lupa jika Anggita kecelakaan saat di perusahaan lagi tadi.


" Sebenarnya,, Anggita kecelakaan saat bekerja "


" Astaga,, Terus bagaimana keadaan nya Mas kenapa Mas Nathan tidak menceritakan semua ini."


" Hei,, Hei,, Sayang tenang ya,,


Anggita baik baik saja, hanya terluka kecil di kepalanya karena terbentur mesin "


Aira menutup mulutnya tidak percaya,,


" Dia ribut dengan salah satu karyawan produksi, dan Anggita terjatuh hingga terkena ujung mesin tapi Boy sudah membawa nya ke Rumah Sakit dan Dokter bilang tidak ada luka serius."


" Syukurlah,, "


Nathan tersenyum dan mengusap wajah Aira,,


" Aku mau mandi dulu deh "

__ADS_1


" Aku bantu Sayang "


Aira mengangguk dan Nathan yang langsung membopong tubuh nya menuju Kamar mandi.


__ADS_2