Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 34


__ADS_3

Aira terhenti dan menoleh tidak ada seseorang di sana dan hanya dia lah yang berjalan di jalan itu. Karena rasa takut, Aira kembali berjalan dengan sedikit berlari.


" Aaaa " Ucapan saat merasakan seseorang menahan tangan nya.


Aira menggeleng,,


" Ja- jangan sakiti aku " Lirih Aira menunduk.


" Aira "


Aira terdiam,


suara yang sangat familiar baginya, suara yang sudah beberapa hari tidak dia dengar.


Dia pun membuka matanya dan langsung mendongak, wajah laki laki tampan yang selalu ada untuknya, selalu menjadi pelindung juga penolong nya selama ini.


Ya Dia lah Nathan.


" Kamu kenapa, Apa ada,-


Belum selesai Nathan bicara, Aira bahkan langsung Berhambur memeluk nya, mendekapnya seakan menumpahkan rasa Rindu nya selama ini.


Nathan kaget, namun dia pun membalas pelukan Aira.


Sepersekian detik,,


Aira tersadar dan langsung melepaskan nya, rasanya sangat malu dengan tingkahnya, wajahnya pun dia alihkan membuat Nathan mengernyit Bingung.


" Kenapa Anda di sini, bukannya di Amerika ?" Ucap Aira tanpa menatapnya.


Nathan tersenyum,,


Sungguh menggemaskan wajah Aira saat ini,, jadi seperti ini wajah saat Aira merasa malu.


" Kita pulang sekarang " Ajak Nathan menggenggam tangan Aira .


Aira menatap tangannya dan tersenyum, dia pun mengikuti langkah Nathan menuju Mobil yang terparkir tidak jauh.


Aira tersenyum saat Nathan membuka pintu Mobilnya, Dia masuk dan duduk di sana, sedangkan Nathan berjalan memutar dan duduk di kursi kemudi.


Aira merasa senang akhirnya bisa kembali bertemu Nathan.


Nathan yang fokus dengan stir mobilnya pun sesekali melirik dimana Aira duduk di sampingnya.


" Kita Makan dulu, Saya sangat lapar "


Aira langsung menoleh,,


" Anda belum makan ?" Ucapannya dan Nathan menggeleng.


" Ini sudah malam dan kenapa Anda belum makan, Anda bisa sakit jika seperti ini, belum lagi Anda sibuk dengan pekerjaan."


Nathan menautkan Alisnya mendengar ucapan Aira yang seakan peduli juga perhatian dengan-nya.


" Apa ini termasuk perhatian Kamu ?"


Deg..


Aira terdiam dan langsung menatap lurus,,


" Bu- bukan seperti itu, Tapi Anda sibuk dan belum makan . Maaf "


Nathan tersenyum dan mengusap lembut pucuk rambut Aira, gadis kecil yang polos juga sangat menggemaskan.


Mobil terus menyusuri kota, tidak begitu ramai.


Nathan menatap beberapa restoran yang sudah tutup karena memang sudah sangat larut.

__ADS_1


Aira tau jika saat Ini Nathan sudah merasa lapar, dia pun menatap sebuah Warung makan biasa.


" Di sana saja " Ucapnya menunjuk sebuah Warung Makan di ujung jalan.


" Di sana " Ulang Nathan dan Aira mengangguk.


Nathan tidak yakin jika makanan di sana bersih, Warung nya saja terletak di pinggir jalan.


Mobil menepi dan Aira menatap Nathan yang masih belum keluar.


" Ayo,, Anda bilang lapar bukan ?"


Nathan mengangguk dan membuka pintu mobilnya, di lihatnya baik baik warung makan tersebut.


Berbagai makanan laut terdapat di sana, Aira langsung duduk di salah satu kursi di ikuti Nathan.


" Silahkan Mas Mba, Mau pesan apa ?"


" Saya Teh hangat saja , Terus ,-


Aira menatap Nathan yang masih menatap sekeliling. pertama untuknya makan di tempat seperti itu.


" Nathan " Panggilnya .


" Ya,, "


" Makan Apa,, Anda bilang lapar bukan ?"


" Saya tidak tau, Kamu saja yang milih ."


Aira menggeleng dan memesan beberapa makanan, dia tidak tau apa makanan kesukaan Nathan.


" Apa kamu yakin makanan di sini bersih " Ucap Nathan membuat Aira menoleh.


" Bersih, Aku pernah makan di sini tapi dulu saat Papah Mamah masih ada."


Tatapan Nathan beralih menatap Aira yang tersenyum kecut, dia merasa bersalah dengan ucapan nya.


" Tidak , Oya Anda belum menjawab pertanyaan Saya, kenapa sudah berada di Jakarta bukannya Anda di Amerika "


Nathan menghela napasnya,,


" Saya baru sampai dan langsung menjemput Kamu "


" Apa, Kenapa tidak Istirahat dulu sih perjalanan Amerika - Indonesia tidak sebentar."


Nathan menatap Aira,,


" Ternyata kamu cerewet juga, Saya kira kamu perempuan pendiam."


Aira menutup mulutnya,,


Kenapa dia bisa bicara seperti itu, dari mana keberanian nya bicara seperti itu.


Hingga akhirnya makanan datang,,


Nathan menatapnya,,


" Bagaimana Saya makan, Apa tidak ada sendok atau garpu ?"


Aira menggeleng,,


" Pakai Tangan,, Anda cuci dulu di mangkuk ini terus baru makan ."


Nathan semakin tidak mengerti,,


" Seperti ini "

__ADS_1


Aira pun mulai mencontohkan membuat Nathan menelan Saliva nya heran.


" Selamat Makan " Ucap Aira kembali membersihkan tangannya.


" Kamu tidak makan ,?"


" Aku sudah makan di Cafe tadi, Anda makan lah ."


Nathan tidak menjawab malah langsung menyuapi Aira dengan tangannya,,


" Temani Saya makan " Titahnya membuat Aira membuka mulutnya.


Aira terdiam,


Apa yang di lakukan Nathan sungguh membuat Jantung nya berdetak lebih cepat,,


" Aa " Lanjut Nathan


" A- aku makan sendiri "


Aira langsung membuang wajahnya dan mulai makan, situasi yang menjadi canggung.


Mereka menikmati makanannya.


______


Selesai makan Mereka berniat untuk pulang karena memang sudah sangat malam,


Nathan merasa lelah dengan tubuhnya, dan dia pun tau jika Aira juga pasti lelah.


Nathan melajukan mobil dengan kecepatan sedang, dia akan mengantar Aira sampai Apartemen lebih dulu dan baru kembali ke rumah.


Dia tidak bisa tinggal di Apartemen mengingat status mereka yang bukan siapa siapa.


Aira terus menguap, rasanya begitu lelah juga mengantuk.


Karena tidak tertahan akhirnya Aira pun memejamkan matanya dan tertidur.


Nathan menoleh dan tersenyum melihat gadis di sampingnya sudah terlelap.


Wajahnya sangat polos namun masih terlihat cantik walau saat tertidur.


Sesampainya di Basemen,,


Nathan kembali menatap wajah Aira yang tertidur pulas, dia tidak tega untuk membangunkannya.


Dengan hati hati akhirnya Nathan kembali membopong tubuh Aira masuk ke dalam kamarnya.


Merebahkan tubuh mungilnya dan melepaskan sepatu yang Aira gunakan.


Tangannya menatap lembut wajah Aira, dan tangannya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Saya tidak pernah tau kenapa bisa bertemu dengan gadis polos seperti kamu, gadis yang Hanya bisa diam saat di tindas.


Namun, entah kenapa Saya sangat ingin terus melindungi kamu, saya sangat takut jika kamu terluka.


Apa ini Cara Tuhan untuk membuka kembali hati saya setelah kepergian Jessica.


Nathan menyeka pucuk rambut Aira dan mengusapnya lembut,,


Dia pun menatap jam yang sudah hampir jam 1 malam, tubuhnya pun sudah sangat lengket juga lelah.


Dengan perlahan dia berjalan keluar dan menutup pintu kamar.


Nathan keluar dan pulang ke Mention meninggalkan Aira sendiri di Apartemen.


Sementara di Mention,,

__ADS_1


Seno masih menunggu kedapatan Tuannya, Boy sudah memberitahu jika mereka telah sampai di Indonesia, namun Nathan meminta kepada nya untuk pulang lebih dulu sedangkan dirinya akan menjemput Aira di Cafe.


Seno langsung menghubungi Nathan saat tau apa yang sudah di lakukan Bratama, Namun Nathan sendiri malah yang langsung akan bertindak dengan mereka dengan segera kembali ke Indonesia hari ini.


__ADS_2