
Seno menatap Santi yang duduk di ruang belakang, dia Bingung sebenarnya apa yang sudah Santi lakukan di sana padahal hampir semua pelayan di mention sibuk dengan pekerjaan masing masing berbeda dengan Santi yang seakan menguping pembicaraan Boy.
" Ada apa Pak Seno meminta Saya kemari " Ucap Santi
Seno menghela napas nya,,
" Sebenarnya apa yang baru saja kamu lakukan di sana, Kamu bahkan terlihat menguping pembicaraan mereka "
" Saya baru saja membuang sampah, dan Saya tidak menguping pembicaraan mereka." Bela Santi
" Membuang Sampah begitu lama, padahal kamu tau semua teman teman kamu sibuk dengan pekerjaan masing masing.
Dan saya sering melihat kamu menatap tajam ke arah Nyonya Aira, Apa yang sebenarnya kamu lakukan. "
Santi terdiam,
bagaimana Seno tau jika dirinya selalu menatap tajam Aira.
" Kamu bukan seperti dulu, dulu kamu sangat rajin saat bekerja semua pekerjaan kamu bersih dan beres tapi sekarang, Saya melihat kamu lebih sering menganggur bahkan ketikan ada Tuan Nathan juga Nyonya Aira di rumah." Lanjut Seno.
" Tidak Pak Seno, Itu semua tidak seperti ucapan Anda."
" Kamu tau jika Tuan Nathan sudah menikahi Nyonya Aira, dan kamu bisa melihat bagaimana mereka yang saling mencintai, Jadi saya ingatkan kamu untuk tidak berbuat macam macam atau Saya bisa mengeluarkan kamu dari mention."
" Jangan Pak Seno, Saya masih harus membiayai Ibu yang masih sakit, belum lagi asik saya yang masih sekolah."
" Kamu tau Semua uang gaji kamu untuk membiayai keluarga kamu, jadi saya minta kamu harus bekerja dengan baik."
" Terima Kasih Pak Seno."
" Kamu kembali lah bekerja."
Santi mengangguk dan berjalan keluar,,
sementara Seno menggeleng, Dia tau jika sebelumnya Santi menyukai Tuan nya namun dia harus mengingat nya jika siapa Dirinya.
Santi mengepalkan tangannya,,
Dia semakin benci dengan Aira yang selalu saja membuatnya sulit.
Bahkan Pak Seno sudah memperingatkan dirinya sekarang.
Sial..
semua ini karena perempuan sialan itu, seharusnya dia tidak berada di mention ini.
Santi berjalan namun langkah nya berhenti saat melihat Nathan yang sedang berdiri dengan ponsel di telinganya.
Tubuh putih tinggi nan kekar, wajah tampannya sungguh sangat menggoda dirinya.
Dulu dia tidak pernah berpikir untuk bekerja sebagai seorang Asisten Rumah Tangga namun saat tau siapa dan bagaimana majikannya dia pun mau hingga akhirnya Bertemu Nathan dan dia langsung jatuh hati padanya.
Walau pun dia tau siapa dirinya, namun dia tetap nekat Mendekati dengan cara bekerja dengan baik di sana berharap Nathan bisa melihatnya namun Dewi Fortuna tidak berpihak dengannya.
Saat seorang gadis di bawa pulang oleh Nathan hingga mereka menikah membuat hatinya hancur.
__ADS_1
Nathan menoleh,,
dia mengernyit saat melihat Santi berdiri menatapnya, dia pun segera berjalan masuk ke dalam kamar.
Aira baru saja terbangun dan menatap suaminya yang berjalan masuk.
" Nanti saya telpon Kembar." Ucap Nathan menutup telponnya dan berjalan menghampiri istri Cantik nya.
" Bagaimana keadaan kamu sekarang, Sudah lebih tenang ?" Ucap lembut Nathan mengusap wajah Aira yang hanya mengangguk.
Nathan tersenyum dan mengecup kening Aira..
" Mas tidak akan meninggalkan aku kan, Mas bakal menjaga aku kan " Ucap Aira menggenggam tangan Suaminya.
" Aku akan terus berada di samping kamu, menjaga dan menemani kamu Aku janji " Ucap Nathan membuat Aira memeluk nya.
Aira selalu tenang jika berada di samping Nathan , selama ini Nathan selalu melindungi nya dia selalu ada saat Dirinya dalam bahaya.
*****
Di tempat lain yang sudah di jadikan markas, Boy datang yang langsung di sambut beberapa orang nya.
" Dimana dia " Ucapnya dengan suara menggelegar.
Jika saat di Perusahaan Boy adalah Asisten Pribadi Nathan, namun jika di Luar Boy merupakan ketua Genk yang terkenal sangat kejam.
Sebenarnya tidak berbeda jauh dengan Nathan, namun tidak banyak yang tau akan semua itu.
" Di dalam Bos "
" Hahahaha,, Bagaimana apa kamu sudah berubah pikiran untuk berpihak dengan kami " Ucap Boy menatapnya tajam namun laki laki itu hanya diam tanpa bicara apa pun.
" Saya bicara dengan kamu "
Bug..
Satu tendangan tepat pada perut laki laki itu hingga meringis kesakitan.
" Ampun Tuan,, " Ucapnya lemah membuat Boy berjongkok dan menarik rambut nya kasar.
" Apa motif kamu mencelakai Nyonya Aira siapa yang menyuruh kamu melakukan semua itu."
" Hendra,, Hendra hanya menyuruh kami melakukan semua itu."
Deg..
Boy melepaskan cengkraman tangan nya hingga membuat laki laki itu terbentur tembok dan kembali mengerang kesakitan.
" Hendra,, " Ucapnya.
Dugaan Boy tidak meleset,
Dia bahkan sudah membicarakan semua ini dengan Seno.
Mereka tau jika Hendra pasti akan mencari Aira karena Bratama yang hilang begitu saja dengan hutang hutangnya.
__ADS_1
Selama ini, Bratama selalu menjanjikan Aira untuk menebus hutang hutangnya.
Kecantikan Aira memang sukses membuat banyak orang menyukai nya termasuk Hendra yang ingin menjadikannya istri mudanya.
" Urus dia, jangan sampai dia lepas " Ucap Boy berjalan keluar.
Pintu kembali mereka tutup dan membiarkan nya terus berteriak kesakitan.
Boy Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,,
Derrt..
Ponselnya berdering,,
" Halo Tuan " Ucap Boy saat melihat Nathan lah yang menelpon nya.
" Bagaimana dengan Orang nya, apa kamu sudah bertemu dengannya."
" Sudah Tuan, Saya baru saja bertemu dengan Nya ,-
Prang..
Boy langsung menghindar saat seseorang memecahkan kaca mobilnya.
" Siapa Kamu " Ucap Boy
" Boy,, Ada apa ?"
Boy tidak menghiraukan suara Nathan, di keluar dan langsung menatap beberapa orang dengan tubuh kekar menghadangnya.
" Hahahaha,, Dimana teman kami " Ucapnya membuat Boy tersenyum.
" Oh, Jadi kalian juga termasuk orang orang suruhan Hendra."
" Sialan,, Dimana teman kami atau kau akan mati di sini."
" Silahkan saja "
Boy langsung berlari menjauh dan menyambut beberapa orang yang menghampirinya dengan pukulan yang sukses dia tampis.
Nathan langsung berjalan keluar,,
" Kalian bantu Boy, dia di serang " Ucap Nathan membuat beberapa orang Langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan nya.
Nathan mengusap wajahnya,,
Siapa sebenarnya orang di balik semua ini, apa benar Hendra tapi tidak mungkin jika Hendra akan tau semua yang sudah terjadi di rumah ini.
" Mas,, Kamu kenapa ?" Ucap Aira yang khawatir karena melihat Suaminya mengusap wajahnya.
" Sayang,, Tidak apa.. " Bohong Nathan karena tidak mau jika Aira semakin ketakutan.
Aira menatapnya ada yang aneh dengan suaminya, Namun Nathan menggenggam tangannya dan mereka kembali berjalan masuk.
Boy sedikit kewalahan dengan banyaknya orang yang menyerang dirinya, bahkan dia hanya sendiri menghadapi nya.
__ADS_1