
Nathan sampai di Kantor dan Boy segera mengikuti nya ke ruangan.
" Jadi Bagaimana, Apa ada posisi Yang Kosong di Perusahaan."
" Sebenarnya semua bagian sudah terisi Tuan, namun Pihak HRD mengatakan jika jika mau ada di bagian Staff divisi Gudang Tuan."
" Urus semuanya,, Anggita mulai bekerja besok."
" Ma- Maf Tuan, Apa boleh saya menanyakan sesuatu."
Nathan menatap Boy dan mengangguk,,
" Apa Anda yakin Nona Anggita untuk bekerja dan bergabung di Perusahaan. Apa tidak akan menjadi masalah."
Nathan menghela napasnya dan bersandar,,
Dia pun sama berpikir seperti Boy, sudah pasti Anggita akan membuat Masalah atau keributan di Perusahaan namun melihat Aira yang meminta nya dia pun tidak bisa menolak nya.
" Kamu awasi terus gerak gerik dia selama bekerja, dan jangan menganggap dia sebagai Keluarga ataupun saudara Aira. Anggap saja dia sama seperti Karyawan lainnya."
" Baik Tuan, kalo begitu Saya permisi dan akan menyiapkan semuanya."
Nathan mengangguk dan membuka Laptopnya,,
beberapa hari tidak ke kantor cukup membuat Pekerjaan nya menumpuk Walau biasanya Boy selalu datang ke Rumah dan meminta nya menanda tangani berkas penting.
______
Di Rumah Sakit,,
Aira tersenyum saat melihat pesan dari Nathan jika Anggita mulai bisa bergabung di Perusahaan besok.
" Bi, diman Anggita " Ucap Aira
" Bibi tidak tau Nak, memangnya ada Apa ?"
" Mulai besok Anggita bisa mulai bergabung di Perusahaan Mas Nathan "
Melisa tersenyum namun dia merasa keberatan jika Anggita bekerja di Perusahaan Nathan, Dia sangat tau bagaimana sikap putrinya dan dia tidak mau jika Anggita membuat masalah di Perusahaan.
" Maaf Nak, sebaiknya Anggita jangan bekerja di Perusahaan Nathan, Bibi tidak mau jika Ada masalah di sana."
Aira menggeleng dan tersenyum,,
" Gapapa Bi, Di perusahaan juga sedang ada Bagian yang kosong lagian Anggita bekerja jadi bisa membantu Bibi "
" Tapi Nak,, kamu juga tau bagaimana sikap Anggita Bagaimana jika dia membuat masalah, nanti malah membuat kamu juga Nathan malu Nak."
Aira menggenggam tangan Melisa,,
* Aira yakin Jika Anggita akan bekerja dengan baik di sana."
Melisa menghela napas nya dan mengangguk,,
" Ada apa ini , kenapa kalian saling berpelukan " Ucap Anggita yang baru saja Datang.
Melisa melepaskan pelukannya Aira dan menatap Anggita yang masih berdiri.
" Aira bilang jika Kamu boleh bekerja di Perusahaan Nathan Sayang, Kamu harus bekerja dengan baik di sana dan jangan membuat malu Aira ataupun Nathan."
" Apa bekerja di perusahaan Nathan, Em Gue jadi Sekretaris nya Nathan kan Aira ."
Aira terdiam,,
Dan menggeleng..
__ADS_1
" Boy sudah menjadi Asisten merangkak Sekretaris Mas Nathan, Dan aku tidak tau Kamu bekerja di bagian mana."
" Sudahlah Gita, yang terpenting kamu bisa mulai bekerja dengan baik dan ingat pesan Mama jangan mempermalukan Aira juga Nathan."
Anggita terdiam ,,
Sementara Aira terus menatap Anggita yang tampak cuek, dia menjadi tidak yakin untuk membuat Anggita bekerja di sana.
Tapi melihat bagaimana Melisa yang harus berjuang sendiri menghidupi keluarga nya membuat nya tidak tega.
Dia berharap jika Anggita akan berubah dan bekerja dengan baik di sana.
*******
Dari semakin Sore,,
Nathan baru saja sampai di Rumah Sakit untuk menjemput Aira.
Dia sangat sibuk dan baru bisa menjemput istrinya.
" Sayang " Ucap Nathan mengusap pucuk rambut Aira.
Aira menoleh dan tersenyum,,
Suami nya selalu saja terlihat tampan Walau setelah bekerja seharian, wangi tubuhnya pun tidak pernah berubah.
" Maaf aku baru bisa jemput kamu , di kantor banyak berkas yang harus aku urus." Lanjutnya dan Aira menggeleng.
" Gapapa Mas, lagian Aku juga seneng di sini nemenin Bibi "
Melisa tersenyum dan mengusap tangan Aira.
Sementara Anggita yang berada di sana terus menatap Nathan,
Dia tersenyum karena mulai besok dia bisa bekerja dengan laki laki yang dia kagumi.
" Bi, Aira pulang dulu ya Bibi jaga kesehatan"
" Iya Sayang,, Kamu juga ya Hati hati "
Aira mengangguk dan mereka berjalan pergi,,
Aira menyandarkan kepalanya, pinggang nya terasa sangat pegal mungkin karena dia hanya duduk Seharian di Rumah Sakit dan juga dengan perut yang semakin membesar.
" Kenapa Hem " Ucap Nathan menatap Istrinya.
" Pinggang aku sangat pegal Mas, mungkin karena terlalu lama duduk tadi.
" Sayang ,, seharusnya kamu lebih banyak istirahat, Apalagi perut kamu yang sudah mulai membesar. Besok istirahat di rumah ya jangan dulu ke Rumah Sakit."
" Iya Mas,, "
" Kita pulang dan setelah Sampai di rumah Aku pijat."
Aira tersenyum dan mengangguk,,
Nathan mengusap pucuk rambut Aira dan melajukan mobilnya.
____
Melisa menghampiri Anggita ,,
" Lebih baik kamu pulang ke rumah, besok kamu mulai bekerja dan harus beristirahat" Ucap Melisa.
" Mama punya uang ,, ?"
__ADS_1
" Buat Apa Gita, kamu tau kan selama ini kita hanya di Rumah sakit dan uang dari mana Nak "
" Ma, besok Gita mulai bekerja dan Mama tau Gita sama sekali tidak memiliki baju, Mama bilang bukan jika Gita jangan mempermalukan Aira juga Nathan."
Melisa terdiam,,
Namun kemudian dia memberikan beberapa lembar hangat pecahan seratus ribuan.
" Kamu beli baju untuk bekerja "
" Ma ,, Cuma segini terus Gita beli apa .. lagi dong Ma "
" Gita, Hanya sisa uang itu ."
" Kenapa sih Mama gak mau minta Uang ke Aira." Ucap Anggita menerima uang nya dan berjalan pergi.
Melisa menggeleng dengan sikap putrinya, sampai kapan Anggita akan berubah.
Anggita berjalan keluar dengan membawa uang yang di berikan Melisa, dia akan memberikan beberapa pakaian.
Tidak mungkin dia berpakaian biasa besok, dia akan bekerja di Perusahaan besar dan Lagi Ada Nathan.
Em,, Gue harus terlihat cantik besok dengan begitu Nathan pasti akan terus memperhatikan gue. Apalagi kita bekerja di tempat yang sama.
Uh,, seneng banget gue akhirnya gue bisa selalu bersama Nathan setiap hari.
Anggita tersenyum dan kembali berjalan.
____
Aira sudah berada di kamarnya, dia menunggu Nathan yang sedang mandi.
Setelah pulang tadi, Nathan membawa Aira Langsung masuk ke dalam kamar dan menyuruhnya istirahat.
Aira tersenyum saat melihat suaminya yang sudah selesai mandi bahkan sudah memakai pakaian santai nya.
" Mau aku pijat dimana ?" Ucap Nathan duduk di samping Aira.
" Gak usah Mas, ini udah mendingan Kok "
Nathan menautkan alisnya,,
" Mas juga pasti lelah setelah bekerja seharian, masa malah aku yang di pijat Seharusnya aku yang mijitin Mas."
Nathan tersenyum,,
" Rasa lelah aku bahkan langsung hilang saat sudah melihat wajah cantik istri aku ini "
" Sejak Kapan Mas Nathan pandai gombal."
Nathan terkekeh,,
" Memangnya kenapa Hem,, ?"
" Gapapa Asal cuma ke aku gombal nya, Awas saja kalau di luar."
" Tidak akan sayang, Bagaimana bisa aku menatap wanita lain di luar sementara aku sudah memiliki Istri bidadari."
Blus..
Wajah Aira merona mendengar ucapan Nathan, bahkan dia memalingkan wajahnya karena malu.
" Sayang,-
Ucap Nathan menarik dagu Aira hingga mata keduanya saling tatap.
__ADS_1
Mereka saling memandang dalam satu titi.