
Nathan sampai di Rumah Sakit, dia segera berlari menuju ruangan dimana Aira akan melahirkan.
Dia khawatir dengan keadaan Aira yang masih terus kesakitan.
Dia ingin segera sampai dan menemani nya.
" Dimana Aira " Ucapnya membuat Anggita beranjak bangun
" Di dalam "
Nathan langsung masuk dan menghampiri Aira yang tampak pucat, selang infus terpasang di tangannya, selang oksigen pun di hidung nya.
" Sayang " Ucapnya membuat Aira tersenyum.
" Mas Nathan " Ucapannya lemah.
Melisa berjalan keluar dan membiarkan Nathan berada di sana, dia akan menunggu Aira di luar.
" Seperti nya Pembukaan sudah lengkap, Silahkan Nyonya mengikuti arahan Saya " Ucap Dokter.
Nathan menggenggam erat tangan Aira dan mengusap keringat yang terus keluar.
Aira tampak mengeja dengan arahan dokter, sesekali dia menggeleng.
" Kamu pasti bisa sayang " Ucap Nathan .
" Engga Mas aku gak bisa, ini sakit." Lemah Aira
" Aku yakin Sayang, demi anak Kita."
Aira terdiam..
Dia menatap Nathan, untuk pertama kalinya dia melihat wajah yang begitu khawatir bahkan mata Nathan terlihat berkaca-kaca.
" Kamu menangis Mas"
Nathan mengusap matanya dan menggeleng..
" Tidak sayang " Ucapnya tersenyum.
Sebenarnya dia tidak tega melihat Kanaya kesakitan, jika bisa di gantikan, akan dengan senang hati dia rela menggantikannya.
" Aku di sini, Kamu pasti bisa"
Aira mengangguk dan kembali mengikuti arahan Dokter.
__ADS_1
Dengan satu kali dorongan akhirnya terdengar suara tangisan.
Nathan meneteskan air matanya,,
Dia menempelkan wajahnya dengan Wajah Aira yang tampak memejamkan Matanya.
" Terima kasih sayang, terima kasih " Ucapnya .
Aira masih terdiam,,
Dia sangat lelah, namun matanya terbuka saat Dokter membawa anaknya.
" Selamat Tuan, Nyonya, Putri Kalian lahir sempurna."
Nathan tersenyum menatap bayi mungil yang kini berada di atas Dada Aira,
Bahkan bibir mungilnya tampak menggemaskan.
Aira tersenyum,,
Rasanya begitu bahagia dengan kelahiran putri mereka.
" Putri yang sangat cantik, sama seperti Mama nya" Ucap Dokter membuat Aira tersenyum.
Setelah semua selesai,,
Aira pun telah di pindahkan di ruang inap, Bayi mereka masih di bersihkan dan akan di bawa setelah selesai.
" Sayang " Ucap Melisa memeluk Kanaya yang sudah duduk.
" Selamat sekarang kamu sudah menjadi Mama Nak"
" Terima kasih Bi "
Melisa mengecup kening Aira, dan Pintu terbuka .
" Permisi " Ucap Suster yang mendorong box.
Aira menatapnya,,
Bayi mungil dengan mata yang tertutup terlihat di sana.
" Terima kasih sus " Ucap Melisa.
" Sama-sama Nyonya."
__ADS_1
Melisa segera menghampiri Box di samping Aira, Wajah yang sangat sama dengan Aira.
Hidungan mancung, Bibir mungil dan rambut hitam lebat benar-benar semua seperti foto kopian Aira.
" Cucu Nenek cantik sekali " Ucap Melisa menggendongnya.
Anggita segera mendekat,,
" Astaga Ra, semua benar-benar sangat mirip sama kamu"
Aira tersenyum.
Nathan masuk setelah mengurus semuanya, dia berjalan menghampiri Aira dan mengecup kening nya.
" Sudah selesai Mas "
" Sudah Sayang, Apa masih sakit "
Aira menggeleng,,
" Mas, aku Lapar " Ucapnya .
Nathan menoleh,,
Dia pun mengambil makanan yang sudah ada, dia pun duduk di samping Aira dan menyuapinya.
Sementara Melisa dan Anggita tampak sibuk dengan Bayi Aira.
" Terima kasih Tuhan, Kehidupanku sangat sempurna dengan adanya bayi mungil di dalam keluarga kecilku, adanya bibi juga sepupu aku yang sayang, apalagi suami aku yang begitu menyayangi aku. Terima kasih."
Aira merasa sangat bahagia mendapatkan semuanya, kehidupan nya yang dulu begitu pilih dan menyedihkan namun berakhir dengan kebahagiaan.
Memiliki orang - orang yang begitu mencintai dan menyayangi nya adalah kebahagiaannya.
Aira menatap wajah Nathan,,
Laki-laki yang dulunya tidak dia kenal, pertemuan yang tidak di sengaja membawanya menuju kebahagiaan nya.
Di Ratu kan Nathan selama ini, Nathan membuat hidupnya berubah.
Nathan membuatnya merasa kembali bangkit dan hidup , Nathan telah mengubah hidupnya menjadi berwarna.
" Terima Kasih Mas, kamu adalah malaikat dalam kehidupan aku, kamu pelangi dalam hidup aku, aku sangat sangat beruntung memiliki kamu."
-TAMAT-
__ADS_1