Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 36


__ADS_3

Nathan langsung di sibukkan dengan berkas yang sudah menumpuk di mejanya, hanya beberapa di Amerika membuatnya harus ekstra kerja keras dan ini bukan masalah besar bagi Nathan karena memang selalu seperti itu dan bukan Nathan namanya jika tidak bisa menyelesaikan nya.


" Permisi Tuan, Ini semua berkas yang Anda minta " Ucap Boy menyerahkan sebuah Map yang Nathan minta.


" Terima kasih "


" Sama sama Tuan, Saya Permisi "


Nathan mengangguk dan membuka berkas yang Boy bawakan, semua data tentang Aira berada di sana.


Jadi dulu dia pernah kuliah dan harus berhenti karena Pamannya yang tidak mau membiayai nya.


Nathan mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


____


Aira bekerja seperti biasa, dia sangat ramah membuat banyak pelanggan yang menyukai jika Aira berada di sana.


" MbaK Aira cantik banget sih,, apa rahasianya Mbak" Ucap salah satu Pelanggan remaja.


Aira tersenyum manis ,,


" Kamu juga cantik, " Ucapnya tersenyum.


" Iya Mba, Kulit nya juga putih bersih pasti Pacarnya sayang banget sama Mba Aira "


" Ih kamu masih kecil udah tau Pacar ya,, Sekolah dulu"


Aira terkekeh dengan apa yang mereka tanyakan, bukanya ya saat ini Aira memang sering mendapatkan pujian bahkan beberapa kali dia mendapatkan pernyataan perasaan dari pengunjung remaja laki laki.


Adi tersenyum melihatnya,,


Ini salah salah satu alasan kenapa menyukai Aira, karena Aira yang baik hati juga sangat ramah.


" Lucu mereka, Masih kecil udah bicara pacar." Ucap Aira menggeleng.


" Yang mereka katakan bener, Kamu memang cantik juga baik Ra " Ucap Adi tanpa sadar membuat Aira kaget.


" Maksud Kak Adi "


" Ra, Kita Bicara di Luar ya " Ucap Adi


Aira mengangguk dan berjalan keluar mengikuti Adi, mereka duduk di kursi depan Cafe.


" Ra, Sebenarnya dari dulu aku menyimpan perasaan sama kamu, perasaan dimana bukan sebagai seorang kakak terhadap adiknya, perasaan dimana selalu ingin dekat dan melindungi kamu, Maaf Ra, jika aku bicara seperti ini, tapi aku merasa jika terus memendamnya itu membuat hati aku sesak. " Ucap Adi menatap tajam Aira yang duduk di sampingnya.


" Aira Nadia,, Apa kamu mau menjadi Pacar aku " Lanjut Adi menggenggam tangan Aira.

__ADS_1


Aira kaget juga bingung,


Secara tiba tiba Adi menyatakan perasaannya.


" Maaf Kak Adi,, Tapi aku menganggap Kak Adi sudah seperti Kakak Aku, Kak Adi selalu ada juga sangat baik dengan aku selama ini Kak. "


Adi mengangguk,,


Sebenarnya dia sudah tau jika Aira akan menolaknya, namun dia tidak mau terus memendam perasaannya dan dia ingin mengutarakan kepada Aira.


" Gapapa Ra, Aku tau itu tapi aku harap hubungan kita tetap seperti ini walau kamu sudah tau bagaimana perasaan aku sebenarnya sama kamu."


Aira tersenyum,,


" Tidak,, Kak Adi tetap Kakak terbaik buat aku."


Adi mengangguk dan menatap Aira yang masih berada di sana.


" Aira " Panggil seseorang membuat Aira menoleh terlihat Bratama berdiri menatapnya dengan senyuman di wajahnya.


" Paman "


Aira beranjak bersama Adi,


Dan Bratama berjalan menghampiri mereka.


" Ini buat kamu, Pasti kamu belum makan siang kan "


" Terima Kasih Paman, Paman dari mana ?"


" Om Bratama " Sapa Adi mengangguk dan Bratama tersenyum.


" Paman baru saja ketemu Klien dan kebetulan lewat sini, jadi Paman mampir sekalian membelikan makanan kesukaan kamu."


Aira menatapnya dan tersenyum,,


Pamannya memang benar telah berubah dan dia sangat bahagia tentang itu.


" Saya tinggal dulu, kalian silahkan bicara " Ucap Adi pamit dan akan membiarkan Aira bicara dengan Pamannya.


" Duduk Paman "


Aira kembali duduk bersama Bratama di tempat sebelum nya.


" Bagaimana kabar kamu Nak, Baik baik saja kan dan tidak lagi kambuh perut kamu."


Aira menggeleng,,

__ADS_1


" Aira baik baik saja, dan selama ini Tidak kambuh Lambung Aira."


" Syukur lah,, Paman senang mendengar nya "


" Bagaimana keadaan Bibi Melisa juga Anggita."


" mereka juga baik, sangat baik bahkan Bibi Melisa pun merindukan kamu Nak,, Bagaimana apa kamu sudah memutuskan untuk kembali ke rumah, Kami berharap kamu mau kembali Nak."


Aira terdiam,,


Bagaimana dia menjawab nya, sementara dia tidak yakin untuk kembali ke sana, namun melihat Pamannya yang benar benar telah berubah membuatnya bingung untuk mengatakan nya.


" Maaf Paman Aira, belum bisa kembali ke rumah. Aira belum berbicara dengan Nathan."


" Nathan ?? Nak, apa hubungannya dengan Nathan, Kamu hanya perlu ikut Paman kembali ke rumah kamu keponakan Paman dan kami Keluarga kamu Nak."


" Aira tau Paman, Cuma selama ini Aira tinggal di Apartemen milik Nathan, dan tidak sopan jika tiba tiba Aira Langsung pergi tanpa bicara lebih dulu terhadapnya, bagaimana pun Nathan sudah sangat baik terhadap Aira selama ini."


Sialan Aira..


Mengulur waktu terus membuat hutang hutang ku semakin banyak, belum lagi Hendra pasti akan kembali datang dan memaksaku.


" Nathan akan sangat paham dan sudah pasti mengijinkan kamu pulang bersama Paman Nak, lagi pula Nathan bukan siapa siapa dan tidak sepantasnya dia menolak Semua nya. Bukan Hak dia untuk tidak mengijinkan kamu tinggal kembali bersama Paman.


Aira, Papah juga Mamah kamu terus mendatangi Paman lewat mimpi dan mereka menyalahkan Paman karena kamu belum kembali tinggal bersama kami.


Paman merasa sangat bersalah dengan mereka Nak."


Aira menatap Bratama yang terlihat diam, wajah nya terlihat begitu menyesali nya.


Namun hatinya masih berat untuk kembali ke rumah itu, walau pun mereka telah berubah namun entah mengapa hatinya masih belum yakin.


" Paman jangan merasa bersalah, Aira Yakin jika Papah juga Mamah tidak akan menyalakan Paman,, Aira janji untuk membicarakan semua ini dengan Nathan."


" Apa kamu lebih memilih Nathan ketimbang Kami keluarga kamu sendiri , Kamu terlihat begitu berat meninggalkan nya dari pada kembali bersama kami."


" Bu- bukan seperti itu , Maksud Aira,-


" Paman tidak menyangka jika kamu tidak percaya dengan Paman, Aira Paman sudah berubah Paman sudah menyadari semuanya dan Paman sangat menyesal, makanya Paman berniat untuk menebusnya tapi apa yang kamu lakukan, Kamu menolak ajakan Paman dan lebih memilih Orang yang bukan siapa siapa, kalian bahkan baru mengenal dan kamu lebih percaya dengannya.


atau jangan jangan kamu malah memiliki dendam kepada kami dan berniat untuk membalas nya dengan bantuan Nathan."


Aira menggeleng,,


" Saya benar benar tidak menyangka, ternyata kamu bisa berpikir seperti itu, Padahal selama ini Saya yang sudah merawat kamu dan itu balasan yang kamu berikan kepada orang yang sudah baik dengan kamu,, "


" Bukan seperti itu Paman, Aira hanya ingin menenangkan diri setelah semuanya dan butuh waktu untuk bisa kembali ke rumah itu, "

__ADS_1


" Seharusnya Anda bisa mengerti dengan keputusan Aira saat ini Tuan Bratama "


Ucap Seseorang berjalan menghampiri mereka..


__ADS_2