
Aira membantu Nathan yang tengah bersiap untuk ke Kantor pagi ini namun tidak seperti biasanya Aira ingin ikut.
Hari ini Aira merasa malas untuk pergi dan hanya ingin berada di rumah.
" Jadi benar gak mau ikut ke kantor ?" Ucap Nathan yang memeluk pinggang Istrinya.
Aira menggeleng sembari merapikan dasi suaminya,,
* Baiklah,, Aku akan cepat pulang "
" Selesai "
" Makasih Sayang "
Aira mengangguk dan tersenyum..
Walaupun sedang dalam kehamilan nya, namun tubuh Aira sama sekali tidak berubah.
Tubuhnya masih terlihat ramping dan hanya semakin **** dengan perut besarnya.
Nathan mengandeng Aira turun untuk sarapan, Namun Aira seperti biasanya hanya menemani Nathan.
Dia tidak selera sarapan pagi dan hanya minum susu hamil yang Nathan buatkan.
" Minum susunya *
Aira mengangguk dan meneguknya,,
selalu saja susu buatan Nathan terasa begitu enak berbeda jika dirinya atau pelayan yan membuatnya.
" Ingat jangan kelelahan, banyak istirahat dan minum vitamin juga buahnya "
" Iya Mas Nathan *
Nathan tersenyum dan mengusap wajah cantik Aira,,
" aku berangkat dulu, Kamu hati hati di rumah dan langsung telpon jika ada sesuatu Oke "
" Iya,, "
Aira memeluk lengan Nathan dan berjalan keluar.
Seno yang melihat nya langsung menundukkan tubuhnya.
" Ingat semua pesan aku, *
" Astaga Mas Nathan, iya aku ingat "
Nathan tersenyum dan memeluk Aira,,
" Aku berangkat ya ,," Ucap Nathan mengecup kening Aira.
Aira menatap suaminya yang masuk ke dalam mobil.
________
Anggita sampai di Perusahaan,,
Namun dia merasa kesal setiap kali ingat posisi dia Di Perusahaan.
" Anggita "
" Sudah berapa kali gue bilang, panggil Gue Nona atau Nyonya. Lo tau siapa gue kan "
Amelia menggeleng,,
" Gak usah mimpi Anggita, walaupun Kamu adik dari Nyonya Aira tapi kamu harus sadar siapa kamu di Perusahaan."
" Lo,-
" Ada apa ini " Ucap Boy yang baru saja datang.
" Pak Boy, selamat pagi Pa " Ucap Amelia.
Boy mengangguk dan menatap Anggita,,
" Sama saja kalian " Ucap Anggita pergi meninggalkan mereka.
Boy menggeleng..
" Kamu terus awasi Anggita dan jangan sampai dia mencari masalah di Kantor."
" Baik Pa "
Boy mengangguk dan berjalan menuju ruangannya.
Sementara Anggita terus saja menggerutu dengan sikap Amelia juga Boy yang tidak menganggapnya.
Brukk..
" Punya mata kan Lo, Jalan pakai mata " Kesal Anggita saat seseorang menabraknya.
" Lo anak baru kan "
__ADS_1
" Memangnya kenapa "
" Berani banget Lo, Lo gak tau siapa gue "
" Emang Lo siapa ?"
" Dasar Lo "
Mereka langsung saling serang, bahkan Anggita tampak tidak mau kalah dengannya dia terus menyerangnya.
" Aaa "
Anggita terjatuh dan kepalanya terbentur ujung mesin produksi membuat nya langsung pingsan.
" Rita,, " Ucap Amelia yang baru saja masuk.
Amelia segera berlari menghampiri Anggita yang tergeletak di lantai dengan kepala penuh darah.
" Apa yang terjadi "
Boy masuk bersama Nathan,,
Mereka mendengar suara gaduh di dalam.
" Angkat dia dan bawa ke rumah sakit " Ucap Nathan .
" Baik Tuan "
Nathan berjalan menuju Mobil nya, Boy ikut bersama dirinya mereka akan menuju rumah sakit.
Sementara Amela menatap Rita yang tampak menunduk.
" Sebenarnya apa yang terjadi "
" Maaf Bu, Saya tidak sengaja.
Anggita menabrak saya dan di saat Saya menegurnya dia malah marah marah."
Amelia menghela napas nya,,
Selama ini tidak pernah ada masalah ataupun keributan dalam gudang produksi.
______
Di Rumah Sakit,,
Nathan bersama Boy sedang menunggu Anggita yang masih dalam penanganan dokter.
Pintu terbuka dan terlihat dokter keluar,,
" Bagaimana keadaan nya Dok " Ucap Boy
" Tidak ada yang serius dan lukanya pun cukup tidak parah. setelah sadar Pasien bisa pulang dan tidak harus rawat inap."
" Baik Dok, terima kasih "
" Saya permisi"
Boy mengangguk,,
Mereka membuka pintu kamar nya, dan terlihat Anggita yang terbaring lemah dengan perban di kepalanya.
" Uh,, kepala ku "
Nathan menatap Anggita yang mulai sadar dan membuka matanya.
" A- aku dimana "
" Anda sudah sadar, Sekarang Anda di rumah sakit" Ucap Boy.
Aira menatap sekeliling dan mengusap kepalanya yang sangat pusing akibat benturan.
" Nathan,-
Nathan menghela napasnya,,
" Luka kamu tidak parah dan setelah infus habis kamu bisa pulang, Saya berikan kamu cuti sampai luka kamu sembuh "
Anggita tersenyum,,
" Apa kamu Khawatir dan ini pasti bentuk perhatian kamu kan "
Nathan menggeleng,,
" Kamu urus semuanya Boy "
" Baik Tuan "
Nathan berjalan keluar, semakin lama dia bersama Anggita di sana hanya membuatnya muak dengan sikap Anggita.
Derrt,,
Derrt,,
__ADS_1
Nathan merogoh saku Jasnya,,
"Sayang "
* Mas,, Kamu sudah sampai kan kenapa belum memberitahu aku "
Nathan mengusap wajahnya, .dia lupa mengabarkan jika dirinya sampai di kantor.
" Maaf sayang,, "
" Kamu gapapa kan Mas, tidak terjadi sesuatu kan ?"
Nathan bingung apa harus memberitahu Aira tentang Anggita atau tidak.
" Aku gapapa Sayang "
" Syukurlah,, perasaan aku tidak enak "
" Sayang dengar, Jangan berpikir macam macam ingat apa kata dokter jika kamu tidak boleh banyak pikiran Oke "
" Eum,, Ya Sudah Mas semangat kerjanya ingat cepat pulang hari ini "
" Pasti sayang, kamu juga harus banyak istirahat."
" Maaf Tuan " Ucap Boy saat Nathan sudah menyimpan Ponselnya.
Nathan menoleh,,
" Semua Administrasi sudah saya urus dan Nona Anggita sudah bisa pulang sekarang."
Nathan mengangguk,,
Nathan kembali masuk dan Anggita terlihat duduk..
" Aku tau kamu pasti akan tetap di sini "
" Silahkan Anda bisa pulang sekarang." Ucap Boy
Anggita menatap Nathan yang hanya diam,,
" Apa kamu tidak mau membantu ku "
Nathan keluar dan meninggalkan mereka,
Boy menggeleng dengan sikap Anggita yang tidak tau malu.
Anggita berjalan turun,
Boy yang berada di sana pun terus menatap Anggita sementara Nathan sudah lebih dulu menuju mobilnya.
" Aw " Rintih Anggita sengaja untuk menarik perhatian Nathan.
" Apa Anda baik baik saja " Ucap Boy dan Anggita mengangguk.
Sialan Nathan,,
Gue sengaja merasa kesakitan tapi dia sama sekali tidak peduli.
Tapi gue bakal gunain alasan sakit ini untuk bisa dekat dengan Lo. .
gue tau sebenarnya Lo peduli sama gue , tapi Lo malu apalagi ada Boy asisten Lo di samping Lo.
Anggita tersenyum dengan semua pikirannya sendiri.
Mobil melaju menuju rumah Bratama, Mereka akan mengantarkan Anggita untuk pulang dan beristirahat dulu akibat lukanya.
Mobil berhenti tepat di depan rumah, Boy langsung membuka pintu mobilnya untuk Nathan Anggita sendiri terus menunggu nya namun baik Boy ataupun Nathan tidak sama sekali membuka pintu untuk nya.
Brak..
Anggita menutup nya dengan Kasar, kesal dengan sikap keduanya.
" Astaga Anggita " Ucap Melisa saat melihat mereka masuk apalagi Anggita dengan kepala yang di perban.
" Ma,, *
" Sayang kepala kamu kenapa Nak, "
" Sebelum nya Saya minta Maaf karena kecelakaan yang di alami Anggita saat di Perusahaan, Anggita terlihat ribut dengan salah satu rekan kerjanya dan membuat Anggita terjatuh hingga Kepala nya terbentur Ujung mesin produksi." Ucap Boy berusaha menjelaskan nya.
" Astaga Anggita,, *
" Saya Minta Maaf karena kejadian ini, Dan untuk beberapa hari kedapan Anggita akan mendapatkan cuti untuk beristirahat." Ucap Nathan.
" Terima kasih Tuan "
" Kalau begitu kami permisi "
" Sekali lagi Terima kasih "
Nathan mengangguk dan berjalan keluar bersama Boy yang dengan cepat nya membuka pintu mobiln.
Melisa menatap mobil yang melaju pergi,,
__ADS_1