Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 87


__ADS_3

Pagi ini Nathan harus ke Kantor karena ada suatu masalah yang tidak bisa di tinggal kan dan mengharuskannya datang.


Sebenarnya berat meninggalkan Aira yang sedang hamil muda apalagi Aira yang tidak boleh lelah.


" Aku gapapa Mas, di rumah juga banyak orang, Pak Seno, juga banyak pelayan"


" Tapi janji Jangan turun ke bawah, mintalah Seno untuk membawakan makanan juga minuman ke kamar ."


" Iya,, Sudah kamu pergi sekarang"


" Hubungi aku langsung jika terjadi sesuatu."


" Eum "


Nathan mengecup kening Aira dan mengambil tasnya, dia pun berjalan keluar dan meninggalkan Aira yang berada di kamarnya.


Di Perusahaan Boy sudah menunggu Nathan , satu Klien membuat masalah di Perusahaan dan dia menginginkan Jika Nathan sendiri yang datang tanpa mau di wakilkan oleh siapapun termasuk Boy asisten Pribadi Nathan.


Nathan yang baru saja sampai pun segera masuk ke dalam ruangan dimana semua sudah menunggu Dirinya.


Hari ini bisa saja dirinya akan sibuk dengan pekerjaan di kantor.


___


Sementara Aira merasa bosan dengan terus berada di kamarnya..


Dia pun sudah sarapan, minum susu bahkan makan buah sesuai dengan Perintah Nathan sebelum berangkat namun tetap saja dia merasa bosan.


tok..


tok..


tok..


" Masuk "


" Permisi Nyonya di bawah ada Bibi juga Adik anda." Ucap pelayan


" Sebentar lagi Aku turun Mba, makasih Ya"


" Sama sama Nyonya "


Aira mengambil ponselnya dan berjalan keluar.


sementara Anggita bersama Melisa berada di ruang tamu, mereka menatap kagum dengan rumah yang sekarang Aira tempati, rumah mewah dan besar bahkan semua interior yang yang berada di sana pun terlihat sangat mahal.


Sialan Aira bisa hidup dan tinggal di rumah mewah seperti ini, bahkan rumah dulu pun kalah.


" Bibi,, Gita " Ucap Aira menghampiri.


Melisa tersenyum dan memeluk Keponakan nya,,


" Bibi juga Anggita tumben ke sini, Dimana Paman ?"


" Di rumah Nak, Maaf Bibi datang tidak dulu memberitahu kamu, Pasti kamu sedang istirahat ya"


Aira menggeleng,,


" Silahkan duduk Bi "


" Makasih Nak, Oya Bibi membawa sesuatu untuk kamu, tapi Bibi Minta Maaf ya Nak karena hanya ini saja yang Bibi Bawa."

__ADS_1


" Bibi,, Kenapa membawa Seperti ini ,, Kalian datang saja Aira sudah sangat senang."


Melisa tersenyum Dan mengusap wajah cantik Aira.


Bahkan Aira terlihat semakin cantik ,sudah pasti karena Nathan yang menyayangi nya, dan memberikan apapun yang dia minta.


"Enak ya hidup Lo sekarang, Tinggal di rumah mewah seperti ini. " Ucap Anggita.


" Gita,, Jangan bicara seperti itu."


" Memang benar Kan Ma, Aira tinggal di rumah mewah dan sangat kecukupan tapi dia membiarkan kita tinggal di rumah biasa dengan keadaan serba kekurangan, seharusnya jika dia masih menganggap kita keluarga, dia membawa kita untuk tinggal bersama dong."


" Gita,, Mama ajak kamu buat temani Mama ya bukan untuk membicarakan Aira."


" Maaf Bi, Gita, bukan Maksud Aku tidak mau mengajak kalian tinggal bersama, tapi kalian tau jika rumah ini milik Mas Nathan."


" Bilang saja kamu mau balas dendam Aira."


" Anggita Cukup,, Jika kamu seperti ini lebih baik sekarang kita pulang." Ucap Melisa menarik tangan Anggita.


" Aira maafin Bibi ya Nak karena sudah mengganggu kamu, juga ucapan Anggita kamu jangan di pikirkan ya Sayang."


" Iya Bi,, Bibi hati hati .. Biar Sopir mengantar kalian pulang."


" Makasih Nak,, Ayo Gita.."


Aira menghela napasnya,,


Anggita belum juga sadar dengan semuanya,,


" Mbak,, " Ucap Aira memanggil pelayan


" Tolong bawa ini ke dapur ya "


" Baik Nyonya."


Aira berjalan masuk, namun bukan lagi ke dalam kamarnya namun ke taman samping kolam renang.


__


Dalam perjalanan,,


Melisa terus merasa malu dengan sikap Anggita terhadap Aira.


Aira sudah banyak membantu mereka,,


" Tidak seharusnya kamu bicara sepeda itu Gita, Aira sudah banyak membantu kita, kamu ingat bagaimana Papa dulu, Kita sama sekali tidak memiliki uang untuk pengobatan Papa, dan mereka membantu kita, membayar semua pengobatan dan kini memberikan tempat tinggal untuk kita tinggal. Bagaimana jika kita tidak bertemu merek, apa yang akan terjadi selanjutnya."


" Apa yang Gita bilang benar Ma, seharusnya kita tinggal bersama Aira di rumah itu. Tidak mungkin tidak ada kamar dalam rumah sebesar itu. Aira sengaja membiarkan kita tinggal di rumah sederhana karena dia masih sangat dendam dengan kita."


" Cukup Gita,, Mama bingung dengan sikap kamu, kenapa kamu sangat membenci Aira."


Anggita menghela napas nya,,


Bagaimana tidak dia membenci Aira, semua yang dia inginkan selalu di dapatkan oleh Aira, semua kebahagiaan nya di rebut Aira.


" Ma,-


" Mama tidak mau melihat kamu kembali bersikap seperti itu, terima kasih Pa dan maaf sudah merepotkan." Ucap Melisa yang langsung keluar begitu sampai di depan rumahnya.


" Mama tunggu,, "

__ADS_1


Gita mengejar Melisa yang terus berjalan masuk.


Prang...


" Astaga Papa "


Melisa segera berlari saat mendengar suara dari dalam Kamarnya.


" Papa baik baik saja kan "


" Papa gapapa Ma, hanya Papa haus dan ingin minum "


Melisa mengambil gelas dan membantu suaminya minum,,


" Bagaimana keadaan Aira, dia baik baik saja kan Ma "


Melisa mengangguk..


" Aira baik baik saja Pa, Dia juga nitip salam buat Papa "


" Syukurlah,, Papa senang melihat Aira sekarang, dia sudah bahagia bersama Nathan suaminya. "


" Nathan sangat mencintai dan menyayangi Aira Pa, dan Mama juga sangat senang melihat nya. Apalagi kebiasaan mereka, padahal dulu bagaimana kita memperlakukan Aira dengan sengat buruk."


" Sudah sepantasnya Aira mendapatkan suami seperti Nathan dan hidup bahagia setelah apa yang sudah kita perbuat Kepadanya dulu."


Anggita yang berada di balik pintu kamar menghentakkan kaki nya kesal, bahkan kini kedua orang tuanya berubah dan sangat baik dengan Aira tidak seperti dulu.


Lo lihat aja Aira,,


gue bakal berusaha untuk masuk ke dalam rumah itu dan merebut semua yang Lo punya termasuk Nathan.


Anggita tersenyum dan kembali berjalan keluar, dia tidak betah berada di rumah nya.


Anggita berjalan legang menyusuri jalanan, entah mau kemana.


Dulu saat dirinya memiliki banyak uang sudah pasti dia akan jalan ke Mall dan membeli apapun yang dia mau..


" Anggita " Ucap seseorang.


Anggita menoleh dan terlihat Adi berjalan menghampiri nya.


" Lo ngapain di sini."


" Bukan urusan Lo."


" Tunggu,, saat itu Lo berada dirumah sakit karena Aira di rawat ?"


Anggita menatap malas Adi,,


" Buat Apa gue nungguin Aira di Rumah sakit, gak ada kerjaan aja "


" Terus siapa yang sakit "


" Bokap Gue,, kenapa sih Lo kepo banget."


Adi menghela napas nya,,


" Terus Lo disini, ?"


" Kenapa sih Lo cerewet juga kepo banget jadi cowok, terserah gue mau jalan kemana dan bukan urusan Lo juga kan." Ucap Anggita berjalan meninggalkan Adi yang masih berdiri menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2