Nathan Dan Aira

Nathan Dan Aira
No. 89


__ADS_3

Aira terbangun merasakan perutnya yang sangat lapar, Dia mengerjab dan membuka matanya.


Sudah tengah malam dan tubuhnya terasa pegal, di liriknya Nathan yang masih terlelap dengan tangan yang selalu setia memeluknya.


Di tatapnya wajah tampan suaminya, senyuman terukir saat teringat kejadian yang baru mereka lakukan sore hingga malam.


Nathan tidak akan pernah lelah jika sudah menyangkut tubuh indahnya.


Kruyuk,,


Lagi bunyi perutnya terdengar, membuat dirinya akan beranjak bangun.


" Sayang,, Kenapa " Ucap Nathan yang malah terbangun.


" Aku Lapar " Ucap Aira memelas.


Nathan beranjak bangun ,,


" Mas Mau kemana " Cegah Aira membuat Nathan menoleh.


" Ambil makanan kamu Sayang, Tunggu sebentar ya"


" No ,, Aku pengin makan Pecel lele "


Nathan menautkan kedua alisnya,,


Dia melirik jam yang sudah tengah malam dan harus kemana dia mencari Pecel Lele malam malam seperti ini.


" Anak kamu juga pengin "


Nathan menghela napasnya, jika sudah menyangkut Anaknya Dia pun akan luluh.


" Tunggu di sini, Biar aku yang keluar beli "


" Tapi Mau ikut Juga Anak kamu Mas "


" Sayang,, ini sudah tengah malam "


Aira menunduk membuat Nathan sudah tidak bisa lagi menolak.


" Ya Sudah tapi pakai Jaket ya"


" Eum "


Aira mengambil pakaian yang masih tergeletak di lantai, sementara Nathan mengambil jaket dan memakaikannya di tubuh Aira yang sudah berdiri dengan senyuman manis di wajahnya.


" Yuk " Ajak Aira menarik tangan Nathan.


Mereka berjalan keluar,,


" Aku jalan sendiri Gak mau di gendong " Ucap Aira yang tau jika Suaminya akan membopong tubuh nya.


" Pelan pelan "


Nathan membantu Istri nya turun dengan sangat hati hati.


Rumah yang sudah sangat sepi dengan lampu yang sudah padam.


Semua pelayan termasuk Seno pun sudah pasti sedang beristirahat.


" Tuan, Nyonya ,, Anda mau kemana " Ucap Salah seorang Penjaga rumah mereka.


" Ikuti Saya. "


" Baik Tuan "


Mereka masuk dalam mobil, dan melajukan nya keluar.


Suasana Yang sangat sepi, serta jalanan yang begitu kosong di lalui kendaraan.


Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sembari menatap warung penjual Pecel Lele seperti yang istrinya inginkan saat ini.

__ADS_1


Jika siang hari dia bisa saja membeli di Restoran atau meminta Pelayan untuk membuatkannya namun saat ini, tengah malam tidak mungkin dia membangun kan pelayan untuk membuatkannya sementara Restoran sudah pasti banyak yang tutup.


" Mas,, dimana " Rengek Aira .


" Sabar Ya Sayang,, kita cari "


Aira mengangguk dan mengusap perutnya,,


Nathan berusaha mencari makanan yang di inginkan Istri nya itu.


Hingga mereka melihat sebuah lampu yang masih menyala.


Benar saja itu adalah warung Pecel Lele..


" Tunggu Sayang " Cegah Nathan saat Aira akan turun tepat di depan warung.


" Aku turun dan tanyakan dulu, kamu tunggu di sini dulu " Tambah Nathan membuka pintu Mobilnya dan berjalan masuk ke dalam Warung.


...Sabar ya Nak,,...


Papa kamu sedang tanya,,, mudah mudah masih ya,,


Nathan terlihat kembali membuat Aira sedih, pasti sudah habis pikir Aira.


" Sayang,, Masih Ada Kita turun " Ucap Nathan membuka pintu Mobilnya.


Aira mengangguk semangat dan turun bersama suaminya, mereka masuk ke dalam warung.


Hidungnya mulai mencium bau harum dari gorengan Ikan Lele, bahkan Sambal yang sedang di buat pun membuat Aira ingin segera melahapnya.


Nathan merogoh jaketnya dan mengambil ponselnya,,


" Kamu ke sini "


" Kenapa Mas " Ucap Aira


" Ya Tuan , Ada yang bisa Saya bantu "


" Baik Tuan "


Aira tersenyum melihat suaminya, walau wajah yang sangat jarang tersenyum namun hatinya sangat baik, bahkan dia selalu mengingat semua Orang yang berada di sekeliling nya.


" Silahkan" Ucap Seorang Laki laki.


" Waw,, Ini sangat lezat " Ucap Aira seperti anak kecil membuat Nathan sangat gemas.


" Mas,, "


Aira menatap kesal suaminya yang malah menarik piringnya,,


" Panas Sayang,, "


Aira menatap Nathan yang malah menyuapinya, Rasanya begitu bahagia dia bisa memiliki suami seperti Nathan yang begitu mencintai nya.


Aira membuka mulutnya dan menikmatinya, benar benar sangat enak.


Padahal selama ini, dia sendiri tidak pernah makan Pecel Lele karena memang Aira tidak suka makanan itu namun sekarang, dia begitu lahap memakannya.


Sebagai seorang suami,, Nathan akan melakukan apapun yang istrinya mau termasuk seperti saat ini tengah. malam mencari makanan dengan udara yang sangat dingin apalagi setelah turun hujan.


Sekita hampir 1 jam mereka berada di sana, Aira kembali mengusap perut nya yang mulai sedikit membuncit.


" Kita pulang sekarang " Ajak Nathan dan Aira mengangguk.


Nathan mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan dan membayar nya .


" Maaf Tuan, ini terlalu banyak "


" Tidak apa ,, Karena hanya warung Bapak yang masih buka saat ini di saat Istri Saya sedang ingin makan Pecel Lele."


Penjual itu sontak menatap tangan Aira yang masih mengusap perutnya.

__ADS_1


" Istri Anda sedang Hamil Tuan,, "


Aira mengangguk dan tersenyum,,


" Saya Doakan mudah mudahan selalu sehat sampai Lahir nanti dan menjadi anak yang berbakti "


" Terima kasih Pa "


" Sama sama Nyonya "


" Kami permisi."


" Silahkan Tuan, Nyonya hati hati "


Nathan mengandeng tangan Aira kembali ke dalam mobil nya di Ikuti Anak buah Nathan yang selalu setia menemani Nathan kemana pun.


Ya Tuhan,,


Masih ada orang baik seperti mereka, padahal jika di lihat mereka bukan orang sembarangan, mereka adalah orang orang Kaya yang tidak sombong. Gumam penjual Pecel.


___


Dalam Perjalanan,,


Aira terus terlihat menguap, rasanya begitu mengantuk dan membuat nya bersandar dengan mulai memejamkan Matanya.


Nathan yang berada di samping nya pun membiarkan istrinya tidur.


Hingga sampai di depan Rumah,,


Nathan membopong Tubuh Aira masuk ke dalam rumah ,,


" Sst,, Nanti kamu jatuh Sayang " Lirih Nathan membuat Aira kembali memeluk suaminya.


Sesampainya di dalam kamar, Nathan merebahkan tubuh Aira di atas ranjang dengan sangat hati hati.


di bukanya sandal yang di pakai Aira, Tangannya menarik untuk menutupi tubuhnya.


Nathan mulai melepas jaketnya, dan kembali naik .


Karana malam yang masih panjang, Nathan memutuskan untuk kembali tidur.


___


Hari mulai Pagi,,


Aira masih begitu lelap dengan tangan memeluk Tubuh suami nya seakan tidak ingin berjauhan,,


Nathan membuka matanya, Ponselnya terus bergetar hingga membuatnya terbangun.


" Boy " Lirih Nathan saat melihat Asisten nya menelpon.


Dia pun mengangkat tangan Aira dari tubuhnya, dan berjalan menjauh.


" Halo Boy "


" Selamat Pagi Tuan, Maaf Karena Pagi pagi Saya sudah menghubungi Anda. "


" Ya Ada Apa "


" Perusahaan Cabang Surabaya terjadi masalah, ada salah satu Staff yang ketahuan memakai Uang perusahaan."


" Apa,, Kenapa Bisa."


" Karena itu kita harus segera ke sana hari Ini Tuan."


Nathan terdiam dan memijat pelipisnya, Bagaimana bisa dia meninggalkan istrinya sendiri dalam kondisi Hamil.


Namun Masalah di Perusahaan juga penting.


" Tuan,, Anda masih di sana."

__ADS_1


" Ya,, Satu Jam Lagi kita berangkat "


__ADS_2