
Karin menutup pintu kamar si kembar, hatinya masih gusar, kira-kira apa yang tengah dibicarakan sang suami tanpa dirinya.
"Ayo, Tante." Saat Jino menarik lengan kanannya, dia masih memegang handle pintu, melamun.
Karin menoleh, "kalian mau apa?" Tanyanya pada dua anak kembar yang tampak sibuk membongkar laci.
"Belajar, Tan," jawab Nino, meletakkan buku pelajaran di atas kasur. Kemudian menaikinya.
Karin melakukan hal yang sama, perempuan itu duduk kemudian mengambil buku bertuliskan matematika di tangannya, "belajar apa?"
"Ajarin aku yang ini Ante," ucap Jino menunjuk satu soal yang dibuka oleh tantenya. "Belum ngerti aku."
Nino melongok, bocah itu tidak mau kalah, "aku ajarin yang ini dong Tante," ucapnya sembari menyodorkan buku bertuliskan B Indonesia.
Jino mengerutkan dahi, "soal yang itu bukannya abang udah bisa?" Tanyanya polos.
Nino berdecak, "ya dibahas lagi, memangnya nggak boleh," sungutnya.
"Yaudah kalian aku ajarin barengan," lerai Karin, menoleh ke kiri, kemudian kanan, bergantian melontarkan tatapan pada anak kembar di hadapannya.
Beberapa menit belajar, keduanya merasa bosan, Nino mengambil ponsel dan memainkannya, dan Jino yang tengkurap di atas ranjang nyaris ketiduran, namun teringat sesuatu anak itu beranjak duduk. "Ante Arin-Ante Arin," panggilnya, menarik lengan perempuan yang tengah fokus mengamati soal.
"Hn?" Karin menoleh.
"Kucing itu kalo lagi berantem yang diributin apa sih, Tan?" Tanya bocah itu yang membuat Karin mengerjap bingung, "masalahnya kaya yang gede banget gitu loh, Tan. Aku sampe takut," imbuhnya.
Karin tertawa, menepuk puncak kepala bocah laki-laki di hadapannya yang raut wajahnya begitu penasaran, "mana Tante tau, mungkin rebutan pasangan kali," balasnya.
Jino sejenak berpikir, "masa sih?"
"Tante aku foto ya." Nino mengarahkan kamera ponselnya pada perempuan yang kemudian menoleh, tersenyum manis.
"Buat apa?" Tanya Karin, melihat hasil jepretan anak itu yang ternyata bagus juga.
"Mau aku simpan dong, Tan. Nanti aku kirim ke Nasa, biar dia tau ada yang lebih cantik dari bintang di angkasa."
Karin sontak tertawa, anak ini makanannya apa sih, dia jadi curiga, kenapa anak sekecil ini bahasanya begitu tua. "Kamu dapet dari mana kata-katanya."
Nino yang sedari tadi menampakkan wajah datar karena heran kenapa sang tante tertawa, kemudian menjawab. "Dari papi."
"Ah iya aku inget, waktu itu papi godain mami kaya gitu." Jino ikut menanggapi.
Karin menggeleng, "kalian tuh jangan ikut-ikutan, itu dunia orang dewasa, bukan dunia kalian," ucapnya.
Jino mengangguk patuh, kemudian tersenyum, kembali menorehkan pensil pada kertas kosong di hadapannya, menggambar entah apa.
Namun Nino malah bersidekap. "Jangan panggil aku anak kecil, Tante," ucapnya, raut wajah anak itu tampak tidak senang. "Aku udah kelas dua loh," imbuhnya.
__ADS_1
Karin tersenyum, "iya, kelas dua sekolah dasar," ucapnya dengan menekankan kata terakhir.
Nino berdecak, kemudian turun dari ranjang dan melangkah ke pintu. "Jangan tanya-tanya," jawabnya saat adik kembarnya itu bertanya mau kemana.
"Hayoloh, Ante. Bang Nino ngambek."
Karin mengangkat bahu, berusaha tidak peduli meskipun amat geli, menoleh pada pintu di mana bocah itu membukanya untuk keluar, namun kemudian benda itu bergerak lagi. Nino kembali dengan masih menekuk wajahnya dan duduk di atas ranjang.
"Kenapa, Bang? Kok balik lagi." Jino bertanya.
Nino melirik sang adik dengan malas, kemudian menoleh pada Karin. "Tante kok nggak kejar aku si, kalo di film yang mami tonton kan kalo marah pasti dikejar," ucapnya polos.
Karin tertawa menepuk puncak kepala bocah dihadapannya, meski sedang merasa tidak enak hati, tapi kali ini dia merasa telah banyak haha-hihi, benar-benar kedua anak ini.
Jino ikut tertawa, "mami nonton drama Korea, Bang Nino ikut nangis," ucapnya mengadu, yang langsung dibungkam oleh abang kembarnya. Keduanya lalu bergulat.
Karin melerainya dengan ancaman akan pulang, dan mereka kemudian terdiam. "Kamu gambar apa si?" Tanyanya pada Jino yang kembali sibuk dengan sketsanya.
Jino mendongak, menegakkan tubuhnya, "ini kura-kura ninja, Ante," ucap bocah itu. "Bagus kan?" Tanyanya.
Karin mengangguk, meski agak aneh tapi lumayan, dan dia jadi ingat vidio lucu di ig, kemudian mempraktekan pada kedua anak di hadapannya. "Kura-kura ninja itu kodok apa katak?" Tanyanya.
Nino yang tampak fokus pada ponsel di tangannya kemudian mendongak, melongok gambar sang adik, "itu kodok ya?" Tanyanya.
Jino menggeleng, "kayaknya katak deh, Bang," ucapnya.
"Jadi kura-kura ninja itu kodok apa katak?" Karin mengulang pertanyaannya dengan menahan tawa, sepintar apapun kedua bocah di hadapannya ini mereka tetaplah anak-anak.
Karin tertawa lagi, kali ini sembari memegangi perutnya karena geli, dan suara pintu terbuka membuat ketiganya menoleh. "Udahan ngobrolnya?" Tanya perempuan itu sembari memundurkan kepala saat sang suami melangkah menghampiri dan mencondongkan tubuhnya.
Ardi beralih memeluk Nino yang tampangnya terlihat keki, dia amat gemas sekali. Dan pertanyaan dari Jino Sadewa kemudian membuatnya menoleh.
"Hn?" Tanyanya.
"Kura-kura ninja kodok apa katak, Om," ulang Jino.
Ardi yang sudah melepaskan rangkulannya tertawa pelan, "kodok sama katak itu ya sama aja, kaya kalian berdua," ucapnya yang membuat Karin tertawa.
Si kembar terdiam, kemudian saling pandang, lalu mengangkat bahu. "Ya terus Kura-kura ninja itu apa?" Tanya salah satu dari mereka.
Ardi menggeleng, kedua bocah pintar ini ternyata tidak secerdas itu, "ya kura-kura lah," balasnya.
Nino menggaruk pipi, iya juga ya, ucapnya dalam hati.
Jino yang juga menggaruk keningnya kemudian berkata, "Nggak kepikiran," ucapnya yang membuat Ardi tertawa.
***
__ADS_1
"Kita nginep di sini dulu, besok baru pindahin baju-baju." Ardi merebahkan diri di ranjangnya yang dulu, selepas makan bersama dan membahas banyak hal, mereka memutuskan untuk tinggal semalaman.
"Besok kamu masuk kerja kan?" Tanya Karin, masih berdiri di depan jendela yang terbuka, menikmati keindahan senja yang tidak pernah bertahan lama.
Ardi mendekat, memeluk sang istri dari belakang, "iya, banyak hal yang mesti aku urus," ucapnya.
Karin melepaskan pelukan suaminya, kemudian berbalik. "Kalian tadi bahas apa, Bang?" Tanyanya tiba-tiba.
Ardi tertegun, kedua tangannya masih berada di pinggang perempuan itu, dia tersenyum, "Nggak ada apa-apa," dustanya.
Karin menggeleng, menyingkirkan kedua lengan pria itu dari pinggangnya, mundur satu langkah. "Kamu bohong, kan?" Tuduhnya.
Sesaat Ardi terdiam, dan ucapan sang istri semakin membuat dirinya bungkam.
"Dalam hubungan suami istri, tidak ada yang saling menyembunyikan sesuatu, Bang. Percuma aku jadi istri kamu, kalo untuk berbagi cerita aja kamu nggak mau."
"Iya." Ardi menarik sang istri ke dalam pelukan, perempuan itu tidak menangis, hanya saja raut wajahnya tampak kecewa.
Masih dalam dekapan sang suami, Karin berucap. "Aku tau, pasti kalian bahas tentang peresmian hotel yang terancam gagal kan?" Tanyanya yang membuat Ardi tertegun.
Pria itu mendorong pelan kedua bahu sang istri, merekam raut wajahnya dengan kedua bola matanya sendiri, perempuan itu terlihat tegar. "Apapun yang terjadi, kamu nggak usah khawatir, aku bakal mengusahakan yang terbaik," ucapnya.
"Oma, Rosita, Bang," gumam Karin. "Oma Rosita dalang semua yang seharusnya tidak terjadi," Imbuhnya lagi.
Ardi menghela napas, kembali membawa sang istri ke dalam pelukannya, menyampaikan kalimat-kalimat penyemangat untuk menenangkan perempuan itu.
Karin balas memeluk, mengeratkan lingkaran tangannya di pinggang pria itu, melesakkan wajah, juga rasa gelisah pada dada bidang yang akhir-akhir ini menjadi tempat paling nyaman untuk dirinya berkeluh kesah.
Suaminya itu bahkan tidak tau, ancaman sepupunya yang bernama Syerli yang secara terang-terangan mengutarakan ketertarikan pada sang suami, telah menciptakan kegundahan tersendiri.
****
Komentar kemaren hampir semua isinya bingung bagaimana cara masuk grup chat, grup chat di noveltoon ya sayangku bukan whatsuup. Jadi ya kalian buka beranda noisy girl, dibawah vote kan ada tulisan ayo chat nah di situ klik aja.***
Kalo nggak muncul berarti kalian belum update noveltoon versi terbaru, jadi masuk playstore dulu ya. Abis itu klik update. Ditunggu ya temen temen biar mencapai target 3000 member dalam satu bulan, biar Bang Ar nangkring di banner, setelah itu kalian mau keluar atau menetap suka suka aja.
Buat yang masih belum paham juga boleh liat caranya di ig aku adeannisa66, di sana aku taroin foto cara masuk grup chat, sekalian buat yang kangen sama visual Agan omes sama aset cantik udah ada vidionya ya. Fanart nya juga udah ada. Jadi buat yang kangen silahkan ke sana. adeannisa66
Makasiih, ditunggu kedatangan kalian, kita ghibahin bang Ar, sekalian cari kotak poin dan koin yang banyak.
***iklan***
Netizen: Jadinya Kura-kura ninja kodok apa katak thor. 😂
Author: Bancet 😒 dibilangin kura-kura, ngapa ya.
Netizen: eh iya gue juga penasaran kucing kalo lagi berantem apa yang diributin ya, seru banget seru. 🤣
__ADS_1
Author: berebut Banda kali 😌
Jan lupa vote komen ya salam hahahihi.