NOISY GIRL

NOISY GIRL
11


__ADS_3

Vanessa membuka mata, tampak langit langit putih, tembok biru cerah dengan jam putih menunjukan pukul 20:33, tampak meja putih bermotif bunga biru, diatasnya tersusun rapih buku buku, suasana tenang membuat Vanessa nyaman berada diruangan itu


Baru disadari Vanessa tidak mengenal tempat ini, dimana ini? Siapa Yang membawanya kesini? Kenapa dia disini?


Vanessa berusaha mengingat apa yang terjadi, tiba tiba sebuah ingatan melintas. Dari awal ia kekamar mandi, sampai jatuh pingsan karena terbentur benda seperti ember


Tiba tiba pintu dari arah jam 1 terbuka, muncul seorang pria tinggi tampan dengan rambut hitam kecoklatan Yang diikat kecil meski tak rapih karena beberapa helai rambutnya terlalu pendek. Mata kuning emas gembira yang menandakan ia berhasil, membawa piring berisi biskuit coklat. Dan... Ia memakai celemek warna pink


Sebelum Raziel menyadari Vanessa sudah bangun, Dan Vanessa belum menanyakan kenapa ia bisa ada disini, Vanessa justru lebih dulu tertawa terbahak bahak melihat sang idola sekolah kini tengah memakai celemek pink dengan rambut diikat


"Bhahahahahaha... Duh, ternyata Raziel sang ketua osis sekaligus idola sekolah punya kamar warna feminim Dan sekarang memakai celemek warna pink, duh Bu El abis masak bu. Bhahaha... "Nampak muka Raziel kini merah karena malu, tapi berusaha ia tahan.


"Udah puas ketawa sama ngejeknya? "Ketus Raziel memalingkan wajahnya menutupi muka yang memerah. Mungkin karena saking gembiranya berhasil membuat kue akhirnya Raziel lupa bahwa celemeknya masih dipakai


"Belum, bhahahaha!! Duh harus dipoto nih terus disebarin... Eh hp gw mana? Bentar gw kan harusnya pake seragam? Seragam gw mana? Lo jangan jangan...!!! "Vanessa panik


Raziel yang sedang mengantungkan celemek itu di gagang pintu langsung menjawab. "Oy!!! Gw nggak ngapa ngapain lah "lalu Raziel membawa piring yang tadi ia simpan di meja sebelum membuka celemek pinknya. Dan menghampiri Vanessa yang sedang duduk di kasur dengan selimut tebal menutup sebagian tubuhnya


"Ya maaf, gw kira lo ketos cabul" celetuk Vanessa


"Mulut bisa dijaga gak sih"kesal Raziel


"Iya iya maaf"


"Nih makan lo dari tadi pingsan terus, gak makan makan"Raziel menyodorkan piring isi biskuit itu di pangkuan Vanessa. Lalu Vanessa mengambil satu biskuit


"Jadi kenapa gw bisa ada disini? "Tanya Vanessa


"Ya mana gw tau, gw nemu lo di kamar mandi yang gelap dengan pintu dihalangi pel, Lu basah bau lagi"jawab Raziel, lalu duduk di kasur samping kiri Vanessa, namun dengan menghadap jendela besar yang ditutup gorden putih tipis percelah celah


"Terus ini baju siapa"Vanessa menunjuk baju yang ia pakai


"Baju adik gw, untung lo kecil jadi pas"jawab Raziel masih memandang jendela


"Berarti ini dirumah lo? "Tanya Vanessa


"Iya, dan ini kamar adik gw"jawab Raziel masih memandang jendela


"Terus yang gantiin baju gw siapa? "


"Mama gw"


"Gw pingsan berapa jam? "


"4 jam lebih"

__ADS_1


"Waktu lo nemuin gw, yang lain udah pulang? "


"Udah"


"Ini biskuit lo yang buat? "


"Iya"


"Enak"


Raziel tersenyum tersipu tapi tanpa melirik Vanessa, jelas wajahnya memerah, memerah karena dipuji dengan keberhasilannya membuat kue


"Bisa gak sih lo jawabnya liat gw jangan liat jendela? " Vanessa mulai kesal


"Dan bisa gak sih lo gak banyak nanya"Raziel membalikan kepalanya ke kiri, tepat melihat Vanessa


Akhirnya Vanessa diam tak bertanya lagi, dan Raziel diam kembali melihat jendela besar tadi


Hening sesaat, tiba tiba Vanessa mengucapkan satu kata"Thanks"


"Hmm"lalu Raziel berdiri, menutup jendela besar tadi dengan gorden yang lebih tebal berwarna biru disusul warna putih


"Tidur udah malem"kemudian Raziel keluar dari kamar dan menutup pintu kamar rara


"Bisa bisanya dia nyuruh gw tidur, padahal gw baru bangun" gumam Vanessa


"Hp gw! "Vanessa antusias mengambil handphonenya. "Untung gak rusak"mengingat bahwa badannya basah, dan hpnya ia simpan di saku rok.


*Sebenernya siapa yang jailin gw?* pikir Vanessa, ia membuka handphonenya 230 pesan dan 70 telepon tak terjawab.  :) kak cathy nyariin


Vanessa akhirnya menyalakan vidiocall dengan kakaknya itu, tak menunggu lama vc nya dingangkat


Tampak wanita yang lebih tua darinya, rambut pink yang acak acakan, mata biru laut yang memberikan tatapan marah, namun ekspresinya khawatir


"Lo kemana aja hah!! Kami khawatir, ditelepon gak diangkat di sms gak di bales"teriak kak Cathy


Lalu muncul cowo berambut biru tua dengan mata coklat yang tak peduli. "Jangan lupa, kalau pulang beli cemilan"celetuk Reza sang adik Vanessa yang menyebalkan. Lalu pergi ntah kemana meninggalkan kak Cathy yang masih vc-an dengan Vanessa


"Oy!! Maaf kak, tadi di sekolah ada masalah, jadi aku nginep di rumah kakak kelas"jelas Vanessa


"Cewe cowo? "Tanya Kak Cathy mengintrogasi Vanessa


"Cowo"jawab Vanessa singkat


Kak Cathy tersenyum jail. "Jangan lakuin hal hal aneh"

__ADS_1


"Oy mana mungkin aku git... "Belum Vanessa menyelesaikan kalimatnya kak Cathy langsung menutup vcnya


"Kenapa aku punya saudara yang suka pergi tanpa pamit :') kek 'dia' aja"gumam Vanessa


Tak lama hp Vanessa berdering. Kak Cathy menelepon, lalu Vanessa mengangkat hpnya


"Tidur"ucap kak Cathy lalu menutup teleponnya


"Ni kakak gw gaje amat dah"gumam Vanessa kesal dengan kelakuan kakaknya itu


Tapi akhirnya Vanessa memutuskan untuk tidur


Ia menyimpan piring yang masih tersisa dua biskuit diatas meja putih tadi. Lalu menarik selimut hangat berwarna biru langit dengan motif abstrak putih, kemudian memiringkan badannya kekanan tepat didepan meja putih tadi, lalu menutup matanya, berharap mimpi Indah menemui mimpinya


*****


Vanessa dan kak Cathy menunggu ibunya di depan gerbang sekolah, tiba tiba muncul dua pria tinggi besar dengan pakaian dan celana serba sobek, memakai kalung rantai, anting besar, dan memakai ikat kepala merah


"Ade Ade ikut abang yu. Abang punya balon" ucap salah satu preman itu


Vanessa yang ketakutan memengang tangan kanan kakaknya, berlindung dibelakang Kak Cathy


"Gak! "Kak Cathy yang meskipun takut tetap berusaha tegar dan tegas


"Eh ayo, jangan melawan, nanti abang pukul loh"preman yang lain memegang tangan kiri kak Cathy


Tiba tiba ibu Vanessa dan Cathy muncul dan memukul preman preman itu sampai jera dan kabur


"Wah ibu hebat, nanti kalau Cathy udah besar, mau jadi pemberani kaya ibu"antusian kak Cathy


"Kalau begitu berusahalah"ibu tersenyum lalu nengelus Puncak kepala kak Cathy


"Ihh, aku juga pengen dielus"rewel Vanessa disusul elusan ibunya


Tak disangka sangka salah satu preman tadi mendorong ibu sampai ketengah jalan, lalu tak lama sebuah truk besar menghantam ibu mereka


Kini didepan mereka tampak pemandangan yang mengerikan. Orang yang mereka cintai, orang yang mereka kagumi, orang yang merawat dan menjaga mereka. Kini sedang tergeletak ditengah jalan tanpa bergerak sedikitpun, darah yang begitu banyak mengucur dari kepala sampai kaki ibu mereka


Tanpa pikir panjang kak Cathy lari menghampiri ibunya. "Ibu!!!.."lalu memeluk sang ibu


"Jaga adik adik kamu ya, orang hebat gak boleh cengeng"ucapan terakhir sang ibu sambil mengelus pipi anak pertamanya itu


Kini pipi kak Cathy berlumuran darah ibunya sekaligus air matanya


Vanessa yang masih kaget, membeku di belakang kak Cathy yang sedang memeluk jasad ibunya. Air mata kedua saudara itu mengucur tanpa henti

__ADS_1


Langit yang tadinya panas terik, tiba tiba hujan deras, orang orang mulai berkerumun menggosip, membicarakan ibu mereka, preman, dan truk yang sekarang ntah kemana


Darah ibu mereka mengalir sampai tepat dikaki Vanessa, takut...


__ADS_2