
Ardi menyodorkan segelas air putih pada sang istri yang terlihat lemas setelah sepagian ini dua kali memuntahkan isi perutnya, padahal perempuan itu belum memakan apa-apa. "Sarapan dulu yuk," ajaknya yang mendapat gelengan dari perempuan di hadapannya.
"Aku nggak pengen makan, Bang," tolak Karin yang kembali reflek menutup mulutnya saat rasa mual itu datang lagi.
Menurut dokter saat dirinya periksa kemarin, mual di pagi hari itu wajar bagi ibu yang sedang hami, jadi mereka tidak terlalu khawatir, namun tetap saja Ardi yang berubah lebih cerewet selalu saja mengomelinya jika makan sembarangan, seperti pagi ini saat dirinya meminta sesuatu yang tidak mungkin pria itu turuti.
"Pengen kedongdong," ucap Karin yang langsung saja membuat sang suami menepuk keningnya sendiri.
"Masih pagi, Dek," ucap Ardi mencoba membujuk sang istri untuk meminta yang lain saja.
"Mana bisa tawar menawar sih Bang, orang aku maunya makan itu," ucap Karin, kemudian beranjak berdiri dan keluar dari kamar mandi.
Ardi mengikutinya, "Makan bubur yuk," ajak pria itu.
"Aku nggak suka bubur."
"Aku bikinin nasi goreng." Ardi kembali memberi penawaran untuk istrinya itu. Bukan masalah rujak yang ia pinta, tapi buah kedongdong darimana dia bisa mendapatkannya sepagi ini, jika hanya mangga muda sih bisa saja dia meminta pada tetangga.
Karin yang menghentikan langkahnya di dekat kasur kemudian berbalik, "emang kamu bisa masak nasi goreng?" tanyanya.
"Eh, bi, bisa dong," balas Ardi dengan sedikit ragu, kira-kira bisa atau tidak yah, tapi iyakan dulu saja lah, begitu pikirnya.
"Yaudah aku mau liat kamu masakin buat aku," ucap Karin dengan melangkah riang ke arah dapur.
Di belakang, Ardi menggaruk rambut kepalanya dengan frustrasi.
"Gimana kalo goreng telor aja." Ardi memberikan penawaran lagi saat mereka sudah sampai di depan kompor, bertemu panci, wajan dan teman-temannya pria itu menjadi grogi.
"Bilang aja kamu nggak bisa bikin nasi goreng kan?" Karin menuduh dengan mengacungkan jari telunjuk pada hidung suaminya, dan pria itu kemudian tertawa. "Yaudah aku aja yang bikin," Ucapnya. Membuka lemari dapur dan mengeluarkan bumbu dari sana.
"Aku bantuin deh," tawar Ardi, yang kemudian reflek menerima satu keranjang berisi bumbu yang sang istri sodorkan padanya.
"Kupas," suruh perempuan itu.
Ardi tersenyum menyanggupi, duduk di kursi dan mulai mengupas bawang satu persatu, di hadapan sana istrinya itu terus mengoceh.
"Kalo kamu nggak bisa, gausah bilang mau bikinin aku ini itu, kalo nanti aku beneran mau masakan kamu gimana? Bisa keracunan aku Bang," oceh Karin kemudian berbalik, dilihatnya sang suami tengah mengusap kelopak mata dengan punggung tangan, Karin mendekat. "Kata-kata aku nyakitin kamu ya Bang, sampe sesedih itu," ucapnya sedikit menyesal.
__ADS_1
Ardi mendongakkan kepala, kembali mengusap airmatanya. "Yang jelas omelan kamu nggak sepedes bawang ini, Dek, aku nggak sanggup."
Karin tertawa, "gitu doang yaelah Abaaang," ledeknya.
***
Menjelang siang Ardi memutuskan untuk berangkat ke kantor, pria itu kembali menanyakan keadaan sang istri apakah tidak apa-apa jika dia ditinggal sendiri.
"Nggak apa-apa kok Bang, nanti jemput aku di rumah ibu ya, aku pengen main ke sana, kangen sama si kembar."
Ardi mengangguk, mencium kening sang istri sebelum melangkah ke arah pintu. Di tengah perjalanan, ponselnya yang berbunyi membuat pria itu memelankan laju kendaraan, kemudian menerima panggilan. " Yakin jeruk aja nih?" tanyanya memastikan, pada pilihan istrinya itu yang mendadak menginginkan sesuatu.
Pria yang sudah rapi dengan setelan kantornya itu dengan terpaksa harus bolak balik ke tukang buah yang sama, setelah jeruk, melon, dan Anggur yang perempuan itu pesan secara bergantian saat dirinya sudah diperjalanan, kini istri tercintanya yang tengah hamil muda itu menginginkan buah delima. Permintaan ibu hamil sungguh luar biasa, menguras emosi jiwa dan raga, pikirnya.
"Maaf Pak, tidak ada buah delima di sini," kata si bapak penjual buah saat Ardi menyebutkan sesuatu yng ia cari.
Pria itu mendadak lemas, ini adalah kios buah ke lima yang ia datangi menjelang siang ini.
"Susah Pak kalo cari buah delima, jarang ada." Salah satu ibu-ibu yang ikut membeli kemudian berkomentar. "Lagi ngidam ya Pak istrinya, "imbuh si ibu.
"Ya masih mending lah Pak, kalo buah mah, daripada minta daun muda."
"Eh."
***
Kali ini Ardi pulang dengan tangan kosong, buah delima yang istrinya itu inginkan tidak dapat ia temukan, dan rasanya pria itu begitu kecewa, "maaf," ucapnya saat sudah sampai di hadapan sang istri yang tampak menunggu.
Karin mengusap peluh di kening suaminya, "Nggak nemu ya Bang?" tebaknya.
Ardi mengangguk, seperti telah gagal menjalankan misi mencari kitab suci ke Barat, helaan napas pria itu begitu berat, "maaf bikin kamu kecewa," ucapnya.
Karin menggeleng, "Nggak papa kok, aku udah nggak pengen buah itu lagi," ucapnya yang membuat sang suami mengerutkan dahi, begitu mudah selera istrinya itu berganti.
"Jadi sebenernya tuh kamu mau buah apa si?" tanya Ardi bingung.
__ADS_1
Karin yang tersenyum kemudian menggaruk rambut kepalanya yang tidak gatal, "Nggak tau, rasanya aku pengen liat kamu terus gitu, makanya aku suruh beli sesuatu, biar kamu pulang," ucapnya tanpa perasaan berdosa.
Ardi yang tercengang mendudukkan tubuhnya pada sofa, "sesederhana itu? Ya Tuhan," keluhnya.
Karin ikut duduk dan menyentuh lengan suaminya, "maaf, " sesal perempuan itu.
Ardi tidak menanggapi, malah mengeluarkan ponsel dari saku celana dan menghubungi seseorang, "aku mau cuti kerja sembilan bulan boleh nggak, Bang?" tanyanya pada seseorang yang menyapanya di seberang.
"Apa kamu sudah gila!"
Ardi menjauhkan ponselnya dari telinga, kemudian menoleh pada sang istri di sebelahnya, "Nggak boleh, Dek," ucapnya yang membuat perempuan itu kemudian tertawa.
**iklan**
Netizen: Tumben thor bonusnya cepet.
Author: lu nggak baca novel corner kalo gak update gak dapet thr 😒
Netizen: Lah ngejar thr ya 😂
Author: mayan kalo dapet mah.
Netizen: ntar gue bagi thor lu thr.
Author : apaan poin ya 😍
Netizen: do'a keselamatan.
Author: 😑😑😑
Beberapa hari lagi lebaran, thr dari aku doa keselamatan aja ya 😂 semoga kalian sehat selalu. 😘
Jangan lupa baca gadis 100 juta ya. Jangan lupa hari senin besok vote gadis 100 juta ya makasiiih.
Tetaplah haha hihi walau lebaran gaboleh silaturahmi 😆
__ADS_1