NOISY GIRL

NOISY GIRL
7


__ADS_3

"Sejak kapan kamu manggil Putra kakak?!!"Tanya Bunda dengan tegas



"Putra yang nyuruh kamu? "Lanjut Bunda



"Aku yang ingin sendiri"jawab Putri tak kalah tegas



"Kalian ini kembar, kenapa manggil kakak adik?! "Tanya Bunda semakin tegas



"Kakak lebih tua 7 menit dari aku, kalau Bunda gak suka, dan bakalan terus bentak Putri, lebih baik Bunda keluar dari kamar Putri, Putri mau istirahat!! "Bentakan Putri lebih terlihat berteriak



Bunda menghela nafas lalu pergi dari kamar dan diam di ambang pintu



"Bunda cuman mau bilang, besok papa pulang"lalu pergi



*Kenapa Bunda selalu jahat sama Putra, ini bukan sekali dua kali*pikir Putri



*(di sekolah)*



Raziel sedang santai berjalan di lorong lorong sekolah, tiba tiba seorang gadis berambut biru tua disusul dengan warna pink yqng indah, menghalangi Raziel



"Stop!! "Tegas Nessa dengan merentangkan tangannya agar Raziel tidak bisa melaluinya



"Apa? Mau ngomel lagi? "Ucap Raziel dengan tatapan tak peduli



"Waktu itu apa maksudnya ngatain gw beo? Maksudnya apa hah?!! "Ucap Vanessa dengan suara lantang



Orang yang berada di sekitar lorong saling bisik



"Eh siapa sih tuh cewe? Beraninya ngebentak Pangeran Ziel kita"



"Katanya murid baru"



"Dih murid baru kok songong gitu, urat malunya udah putus ya? "



"Tau tuh, gak punya malu banget"



"Pokoknya kita harus bales tuh cewe, beraninya ngebentak Pangeran kita"



"Iya gw setuju "

__ADS_1



Namun Vanessa tak merespon omongan orang lain, menurutnya cowo yang berada di depannya ini adalah cowo rese yang nyebelin



"Jawab gw, napa lo ngomong gw burung Beo? Emang gw punya paruh? Emang mirip Beo? "



Raziel mengeluarkan tangan kananya yang sedari tadi berada dalam saku, dan menyentil jidat Vanessa



"Aw sakit, dasar ya lo, nindas gw terus, lo ini napa sih? Gw bilangin ke kepsek ya biar lo dihukum atas tindasan lo"ancam Vanessa



"Emang lo berani? "



"Y-y-ya nggak sih"Vanessa mulai gugup



"Ck, buang buang waktu, mingir! "Tegas Raziel sambil menyingkirkan tubuh Vanessa dengan tangan kirinya



"Eh tapi gw bisa laporin lo ke ketua osis! "Ancam Vanessa, berhasil membuat Raziel berhenti, orang lainpun berhenti membicarakannya



"Fttp, lo bercanda? "Ucap Raziel dengan ekspresi meremehkan, lalu kembali melangkah meninggalkan lorong sekolah, semua orang pun tertawa atas perilaku Vanessa



Karena kesal ia pun bergegas ke kelasnya dan bercerita pada sahabatnya, Alea




Vanessa duduk di bangkunya, Alea yang sedang bermain game seperti biasa, menyadari temanya cemberut mulai bertanya



"Kenapa lo? "



"Itu loh, di lorong, gw ketemu sama orang yang selalu nabrak gw, gw ngancem bakal laporin dia ke ketua osis karena gak pernah minta maaf setelah nabrak gw, tapi responnya dia malah bilang gw bercanda? Aneh kan, dan lagi orang orang di lorong malah ketawa, aneh kan? "



"Emangnya orang yang selalu nabrak lo itu siapa? "



"Nggak tau namanya sih, tapi ciri cirinya rambut hitam kecoklatan, matanya kuning emas, tingginya kurang lebih 176 cm, dadanya bidang, bahunya lebar, orangnya super nyebelin. Lu tau siapa? "



"Pantesan mereka ketawa"



"Hah? Kenapa emang? "



"Kamu ngancem ketua osis  bakalan lapor ke ketua osis"



"Heh? Astaga!! Kenapa gak ada yang bilang? Gimana kalau dia udah bilang ke kepala sekolah? Gimana kalau kepala sekolah ngeluarin gw dari sekolah? Gimana kalau nama baik gw tercoret? "Vanesa mulai panik

__ADS_1



"Tenang, kak Raziel orangnya gak bakalan buang waktu cuman masalah itu kok"



"Yakin? "



"Ya mungkin, jadi lebih baik lo minta maaf aja gih"saran Alea



"O-oke deh"



*(di rumah Putri)*



"Hape gw dimana ya? "Putri mencari cari hpnya di sekitar bantal, lalu mencarinya di laci



"Nah ketemu! Waktunya tahap ke dua"



Putri mencari kontak yang bernama 'Al' di hpnya, cukup lama sampai akhirnya ia menemukan kontak tersebut



"Apa yang harus gw omongin buat membuka pembicaraan? "Pikir Putri



*(di sekolah jam istirahat)*



"Putri katanya sakit, sakit apa? "Tanya Angel



"Dia sakit, gara gara gw..."



"Apa!! Bukannya kemarin udah baikan!? "Kaget Angel



"Soal itu..." Putra kemudian murung. "Darimana kalian tau? "Mata putra menatap tajam pada sahabat sahabatnya itu terutama Angel



"I-iya sebenarnya pertemuan kalian kami yang rencanain" Angel langsung gugup



Putra tiba tiba menarik sudut bibirnya, membuat sebuah senyum manis. "Makasih ya"



"Mmm, anu kak, itu boleh kita bicara berdua? Ada yang mau aku omongin"ucap Vanessa pelan tapi masih bisa terdengar oleh sahabat sahabat Raziel sampai sampai mereka kaget dengan yang di bicarakan Vanessa



"Tumben, burung Beo udah dilatih ya"dingin Raziel



"Huh, sialan, pokoknya ikut aja"Vanessa menarik tangan Raziel dengan paksa


__ADS_1


Raziel memang tak semudah itu untuk ditarik. Tapi para fens Raziel langsung kesal karena Vanessa menggenggam tangan Raziel


__ADS_2