NOISY GIRL

NOISY GIRL
ADAPTASI 2


__ADS_3

Selepas solat subuh, sang suami yang menagih jatah lagi membuat keduanya kembali ketiduran sampai menjelang siang. Ini hari minggu, dan mereka sudah merencanakan untuk menghabiskan waktu seharian pengganti bulan madu.


 


 


Karin terbangun oleh suara ponselnya yang menyala-nyala, perempuan itu menyingkirkan tangan sang suami yang melingkar di tubuhnya, sedikit mendorong kepala pria itu menjauhi ceruk lehernya juga.


 


 


"Bang, Ada telepon," ucap Karin saat pria yang menolak menjauhkan kepalanya, kembali mengeratkan pelukannya pada tubuh perempuan itu.


 


 


"Birin aja."


 


 


"Takut penting, Bang." Karin mendorong pelan sang suami hingga pelukannya terlepas, menurunkan ke dua kakinya dari ranjang sembari merapikan jubah tidurnya yang tampak berantakan.


 


 


Ardi melirik sang istri yang beranjak berdiri, perempuan itu mengambil ponselnya di atas nakas kemudian menoleh. Pria itu menghela napas saat Karin mengatakan bahwa panggilan yang masuk  ternyata dari papinya.


 


 


Karin membuka jendela kamar, membiarkan cahaya matahari menyusup ke dalamnya, dan saat dia menoleh suaminya tampak memicingkan mata, silau katanya. Dia tertawa.


 


 


Kembali menanggapi panggilan telepon dari sang papi, perempuan itu terlihat menyesal, dan setelah menyanggupi permintaan entah apa dari seberang sana, dia pun menghampiri suaminya.


 


 


"Maaf abang aku harus ke hotel," ucap Karin, wajahnya memberenggut.


 


 


Ardi berdecak, melesakkan wajahnya pada bantal saking kesalnya, dia menolak untuk menoleh lagi.


 


 


Karin tau, dia harus berusaha keras membujuk sang suami yang akhir-akhir ini bertambah manja setiap harinya, perempuan itu mendekat, mengusap kepala pria yang memunggunginya.


 


 


Ardi mengangkat kepala, kemudian menoleh -memberikan tatapan kecewa pada perempuan yang kini beralih mengusap pipinya, "ini hari minggu loh, kamu sibuk banget si?" Rengeknya.


 


 


Perempuan di hadapannya mencebikkan bibir, raut wajahnya tampak menyesal, "hotel papi yang diperluas itu kan udah jadi, aku disuruh ikut ngecek, banyak tugas juga yang harus diselesaikan di sana," tuturnya.


 


 


"Sampe sore?" Tanya Ardi.


 


 


Karin menggeleng, "sampe malem kayaknya."


 


 


"Emang nggak bisa senin besok?"


 


 


"Klien yang harus aku temuin bisanya hari ini aja, besok dia mau pergi," ucap Karin menjelaskan. "Tapi besok aku boleh nggak masuk kok sama papi, dan lagian minggu depan juga kita cuti liburan, boleh ya, Bang."


 


 


Pria itu menghela napas, "Terserah," ucapnya.


 


 


Meski Karin tau suaminya  amat berat hati, tapi kata terserah dari pria itu menandakan bahwa dia tidak marah, karena marahnya seorang Ardian biasanya diam saja.


 


 


Ardi mendekatkan bantal untuk menopang kepalanya, dia bisa melihat istrinya itu dengan buru-buru mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


 


 


Pria itu menghela napas, beberapa tahun tidak berjumpa ternyata perempuan yang sekarang menjadi istrinya itu jadi tampak berbeda, lebih dewasa dan ambisius.


 


 


Dia rindu pada Karinnya yang berisik, Karin yang selalu membuatnya jengkel hingga dirinya terus mengomel.

__ADS_1


 


 


Dan Karin yang sekarang tampak lebih tenang, tingkat menyebalkan perempuan itu sedikit berbeda, dan hal itu membuat dia tidak bisa berkata-kata.


 


 


Ardi memejamkan mata, kembali mengenang Karin yang beberapa tahun lalu menjadi pacarnya, begitu polos dan menggemaskan, Karin yang bertingkah konyol dan  apa adanya dimanapun dia berada, pria itu merindukannya.


 


 


"Abang?"


 


 


Mendengar panggilan itu membuat Ardi kemudian terjaga, entah berapa lama dia memejamkan mata, entah tertidur atau tidak, yang jelas sepertinya dia sempat bermimpi, Karin nya ada di sini.


 


 


Mereka masih orang yang sama, hanya saja kepribadiannya yang sedikit berbeda, dan dia harus beradaptasi lagi sedikit lebih lama, namun yang harus ia akui dan tidak mungkin dapat ia pungkiri, Karin nya yang sekarang ini, jauh lebih menggoda.


 


 


Karin membungkukkan tubuhnya, mengusap pipi sang suami yang masih bertelanjang dada, "Mau mandi dulu atau sarapan?" Tanyanya.


 


 


Ardi tersenyum, menangkap telapak tangan perempuan itu dari pipinya, kemudian ia genggam, istri cantiknya itu sudah rapi dengan setelan kerja, rok span selutut, kemeja biru polos, begitu sopan namun teramat mempesona.


 


 


"Abang mau apa? Teh, kopi atau susu?" Karin bertanya lagi.


 


 


Ardi mengulas senyum, "aku mau kamu," jawabnya.


 


 


"Hn?" Karin mengerutkan dahi.


 


 


"Kamu sadar nggak, setiap kamu pake setelah kerja, cantiknya berlipat ganda."


 


 


 


 


Ardi menggeleng, "aku lagi ngerayu," ucapnya.


 


 


"Bang, aku udah rapi loh, udah mau berangkat."


 


 


Ardi berdecak, "kamu dandan cantik kaya gitu buat orang?" Tanyanya, namun sang istri malah melengos, "sama aja kamu tuh kaya godain aku tapi nggak mu ngasih, tega banget."


 


 


Karin menghela napas, "Yaudah besok-besok kalo aku di rumah, aku dandan kaya gini buat kamu, biar kamu seneng" janjinya.


 


 


Suaminya itu tampak menipiskan bibir, kemudian berpikir. "Maunya sekarang."


 


 


"Abang." Karin menarik paksa lengannya, beranjak berdiri dan kemudian melangkah pergi.


 


 


Ardi yang meloncat turun dari ranjang kemudian menangkap perempuan itu dari belakang, dan sedikit membantingnya ke atas ranjang.


 


 


"Abaaang, aku udah ditungguin papi tau." Karin memberontak saat kedua tangannya digenggam sang suami dan di taruhnya di atas kepala.


 


 


Namun suaminya itu seolah tidak peduli, malah terus menggodanya dengan menempelkan bibirnya ke ceruk leher perempuan itu.


 


 

__ADS_1


Merasakan sesuatu yang terasa panas dan menggigit bagian lehernya Karin kemudian tersadar, "Abang jangan kasih tanda, aku malu," omelnya.


 


 


Ardi mengangkat kepala, masih menindih perempuan yang tampak kesal di bawah sana. "Nyerah nggak?" Tanyanya.


 


 


Sang istri tampak memejamkan mata, meredam emosi kemudian menghela napas, "Yaudah cepetan," pasrahnya setengah mengomel.


 


 


Ardi tertawa puas, mulai membelai wajah cantik dengan make up tipis sang istri yang membuatnya selalu terpesona. Mencium bibirnya dan mulai melucuti busana yang perempuan itu kenakan tanpa aba-aba.


 


 


***


 


 


Karin kembali menyapukan bedak tipis-tipis di wajahnya dengan sedikit kesal, rambutnya yang basah setelah mandi lagi masih tergelung di dalam handuk. Dia melirik sang suami yang melangkah mendekat dari pantulan cermin di hadapannya.


 


 


"Cepetan mandi, aku nggak mau tau kamu harus nganterin aku pake motor biar cepet sampe." Karin mengomel, membuat pria yang menumpukan kedua tangannya pada sandaran kursi yang ia duduki kemudian tersenyum.


 


 


Ardi melepas handuk yang melilit di kepala sang istri, membantu mengeringkannya. "Setelah nganterin kamu aku pulang ke rumah ibu, mungkin malemnya di Cafe Agung, nanti kamu telepon aku kalo mau pulang," ucapnya.


 


 


Karin mengangguk, "kamu nggak mau ikut aku, Bang?" Karin bertanya, memberi penawaran.


 


 


"Ngapain?"


 


 


"Ngapain kek, bantuin aku kerja, kamu kan pinter."


 


 


Ardi mencebikkan bibir, "aku bagian ngerjain kamu aja," ucapnya yang kemudian mendapat tabokan sisir di lengannya dari perempuan itu.


 


 


"Emang ngerjain banget kamu tuh, ih ngeselin." Karin mengomel, kembali menghadap cermin dan mulai menyisir rambutnya yang selesai dikeringkan.


 


 


Ardi tertawa pelan, menatap pantulan sang istri yang wajahnya cemberut lewat cermin di hadapannya, dan perempuan itu kembali mengomel, menyuruhnya untuk segera mandi.


 


 


Pria itu mencondongkan tubuhnya, mencium puncak kepala sang istri yang beraroma menyegarkan, "sejak aku kenal candu baru, alasan aku rajin mandi jadi nambah satu," ucapnya yang membuat sang istri jadi tertawa, padahal sedang kesal.


 


 


***iklan***


 


 


Netizen: Kurang Hot thor, nggak seru dipotong-potong. 😒


 


 


Author: Sini-sini deketan, biar gampang gue nempelengnya. 😑


 


 


Netizen: buset ditempeleng menceng dong gue 🤭


 


 


Author: biar lempeng otak lo 😒 komentar 600 biji isinya banyak yang minta candu baru lagi, ava avaan. 😑 Kencengin dulu like sama poinnya ntar gw bikinin candu dah 😂 nunggu like 5000 dulu.


 


 


Poinnya kencengin biar candu


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2