
"Satu satu ya aku jawab nya. Kalau soal maafin aku udah maafin kok, soal banyak pikiran emang banyak sih, salah satunya, kamu jadi lebih diem sama aku, soal game, masalahnya bukan game kok, tapi temen sepergaman gimana kabarnya, aku jadi penasaran dia sebenarnya siapa? "Jujur Putra
"Ternyata cuman itu toh, dia sampai marah marah dikantin"Angel menepuk jidatnya
"Bukannya lo sama Putri di toilet? "Tanya Raziel
"Kami balik dari toilet langsung ribut tuh kantin"
"Tapi apa lo gk marah gitu sama gw? "Tanya Putri
"Putri bego"ucap Angel tanpa ekspresi
"Jangan pernah berpikir aku akan marah loh ya,aku gk bakalan pernah marah sama Bintang kecilku ini"ucap Putra sambil mengelus puncak kepala Putri
"Terharu"ucap Angel sedih
"Mending lo bawa minuman gih, dari pada ngoceh, lagian tamu kok nggak dikasih apa apa"celetuk Rafael
"Eh? Maaf maaf, lupa"lalu Angel bergegas ke dapur membuatkan es lemon untuk teman temannya itu
"Tapi... Boleh minta bantuan nggak? "Tanya Putra
"Apa? "
"Tolong cari tau siapa sebenernya 'al' itu ya"pinta Putra
"Ok"
"Sama satu hal lagi"
"Apa? "
"Panggil aku Kakak ya"ucap Putra dengan senyuman manis menghiasi wajahnya
"Ok Kakak"Putri membalas senyuman manis Putra
__ADS_1
"Pulang yuk"ajak Putra
"Yuk"
*(Di Rumah Angel)*
"Nih"Angel memberikan minuman es lemon pada temannya. Saat melihat layar"eh kok mereka mau pulang? Tadi gimana ceritanya"
"Mereka baikan, udah, akhirnya pulang"ucap Raziel lalu meminum es lemon dan bergegas pulang
"Eh kalian juga mau pulang? "
"Ya mau ngapain lagi? Toh, tujuan kita udah beres"jawab Raziel lalu pamit
"Ok deh, hati hati"ucap Angel lalu mengantar mereka sampai gerbang
*(Malam hari, Di Rumah Putra dan Putri) *
Putri diam diam masuk kedalam gudang dimana game Putra disimpan disana
Ketika Putri sedang mencari hp Putra di dalam kotak kardus, ia menemukan lilin dan korek api, lalu menyalakannya
*Mungkin kalau lilin cahayanya gk bakalan nyebar luas* Pikir Putri
Setelah kembali mencari dan mengobok obok, akhirnya Putri menemukan hp Putra
*nah ketemu. Kata Putra dia nyimpen no nya*
Ketika hendak menyalakan hp Putra
*eh, malah abis batrenya. Yaudah deh, gw ambil kartunya aja, moga no nya ada di kartu. Pinter banget gw, pasti setelah ini kakak bakalan muji gw*geer Putri
Setelah urusannya dengan hp Putra selesai, Putri bergegas keluar dari gudang. Namun ternyata pintu gudang terkunci
*duh, kok dikunci? Kalau gw teriak, nanti ketauan Bunda, nanti malah Kakak yang kena marah. Yaudah deh nunggu aja, moga aja bibi nanti bukain pintu* Pikir Putri
__ADS_1
Namun tak semudah yang dibayangkan, Putri tertidur dilantai gudang yang kotor semalaman
*****
Putri bangun dan mendapati Putra sedang tidur dejgan posisi duduk menyandarkan kepalanya pada kasur milik Putri
Putri melirik kesebelah kanannya yang terdapat sebuah foto berbingkai manis diatas meja. Foto itu menggambarkan kekesalan sang kembar saat masih usia 4 tahun, di foto tersebut terlihat Putra dan Putri saling berlawanan arah, bibir mereka manyun dengan pipi yang cubby. Putri masih ingat, mereka bertengkar hanya karena berebut mainan sampai mainan itu rusak, berasa kejadian itu baru kemarin, tapi kini, mereka sudah SMA, cepat atau lambat mereka akan berpisah, untuk melanjutkan kehidupan masing masing
Air mata Putri mengalir tanpa disadari, ia mengusap air matanya agar tidak ada yang bertanya "kamu kenapa?"ia tak berani menjawab pertanyaan itu, tak berani mengatakan bahwa ia ingin kembali ke masa kecil dan membuat waktu berhenti di sana
Putri mengusap Puncak kepala Putra, hingga membuat Putra kaget
"Kenapa kamu maksain diri? Kalau kamu nggak sanggup, jangan lakuin. Kamu bikin kakak khawatir. Kamu jangan paksain diri kamu lagi, aku nggak mau kamu kenapa napa, kejadian ini kakak harap gak bakalan terulang, kakak bakalan jaga kamu"Putra khawatir setengah mati, tangannya yang tak henti hentinya mengelus rambut orange Putri yang panjang
"Bukannya kakak harus sekolah ya? "Tanya Putri, mengalihkan pembicaraan
"Kakak nunggu kamu sembuh aja"sambil memegang tangan Putri
"Gak bisa gitu dong, kakak sekolah sekarang, kasih tau guru aku sakit, biar aku gak di alfain, sama catetin juga di buku aku apa yang dipelajarin guru hari ini"ucap Putri dengan seringai jailnya
"Yaudah, kalau itu mau kamu, kakak siap siap dulu ya, jaga diri kamu, jangan kegudang lagi"Putra mengecup kening Putri dan bergegas pergi
Belum Putra keluar dari kamar, Putra berpapasan dengan Bunda yang mau masuk
"Bund... "
Bunda langsung berjalan seakan akan melihat Putra di depanya
Putra menunduk lalu bergegas pergi
"Kok gitu sih Bund? "Tanya Putri
"Putra harus dikasih pelajaran!"ucap Bunda dengan tegas
"Tapi itu berlebihan Bund, padahal niat kakak baik loh, mau nyapa Bunda"
__ADS_1
"Sejak kapan kamu manggil Putra kakak?!!"tanya Bunda dengan nada tegas