NOISY GIRL

NOISY GIRL
10


__ADS_3

"Ya kali aja kalau lebih lama tumbuh perasaan"celetuk Angel membuat Raziel tersedak kedua kalinya


"Mana mungkin, cowo ke dia jatuh Cinta? Mustahil"protes Vanessa


"Ekhem"Raziel protes dengan yang diucapan Vanessa, tapi ia setuju mana mungkin dirinya punya perasaan pada burung beo yang tak bisa diam


"Ya dari pada Vanessa dibully, jadi kan ada yang lindungi"Angel mengangkat kedua alisnya menggoda, sambil menyikut Putri meminta dukungan


"Ya, gw setuju sama saran Angel. Kami takut lo kenapa naoa Nes"tambah Putri mendukung Angel


"Yaudah deh"Vanessa pasrah


"Gimana Zi? "Angel memastikan


"Serah!! "Dengan bola mata tidak peduli ia pun pasrah


Semua tertawa melihat Raziel yang tak punya pilihan lain


"Eh Nes, ke kelas yu, bentar lagi bel masuk"ucap Alea meningatkan


"Eh ayo"


"Tunggu, minta no nya, kalau kapan kapan kumpul, jadi bisa ngajak" ucap Putri menghentikan langkah Vanessa dan Alea


"Oh iya kak"Vanessa memberikan no teleponnya kepada Putri


*****


"Pak, izin ke toilet" ucap Vanessa


"Silakan"


Vanessa bergegas ke toilet yang jaraknya agak jauh dari kelasnya


*(Di Toilet)*


"Duh, ngantuk banget pelajaran biologi kali ini"gumam Vanessa sambil mengusap wajahnya dengan air mengalir dari wastafel

__ADS_1


"Lama lama di toilet gini kok serem juga ya '-' apa lagi disini cuman gw seorang" gumam Vanessa ketika merasa hawa dingin menusuk kulit putihnya


"Duh jadi kebelet, bentar aja deh"Vanessa bergegas masuk ke salah satu toilet yang pintunya terbuka


Tak menunggu waktu lama ketika Vanessa hendak membuka pintu toilet, lampu kamar mandi mati, dan Vanessa tidak bisa membuka pintu tersebut


"Ini macet atau gimana ya? "Gumam Vanessa masih berusaha membuka pintu


"Hahaha polos banget lo Van, gw yang matiin  lampu, gw juga yang ngonci pintu itu dari luar, biar lo gak bisa keluar!! "Teriak seorang cewe dari luar Toilet


"Oy!! Lo siapa sih, maksudnya ini apaan hah?! "Balas teriak Vanessa


"Lo gak usah tau gw siapa, ini hukuman lo karena udah rebut Raziel dari gw!! " tak lama setelah kata terakhir, sebuah air tumpah dari atas Vanessa membuat basah seluruh tubuhnya. "Mandi tuh pake air pel!! "disusul sebuah benda menyerupai ember membentur kepala Vanessa


Sakit, perih, pusing, dan dingin. Itulah yang Vanessa kini rasakan, suara cewe itu sudah tak terdengar lagi. Dan Vanessa lama kelamaan kehilangan kesadaran


*****


"Duh ni osis kenapa malah gw yang disuruh bersihin toilet cewe sih, gw kan cowo, apalagi gw ini ketua, dasar sialan mereka ini" gumam Raziel protes karena osis yang ia genggam tak sesuai dengan yang ia harapkan. Tapi mau tak mau Raziel harus melakukan ini demi kelangsungan dan kebaikan sekolah ini


"Duh ini kenapa gelap? Siapa yang matiin nih? Padahal masih jam 4 sore"Raziel terus bergumam protes dengan nasibnya


"Kok gw punya firasat anehnya? Ini kenapa ditutup gini? Apa rusak ya? Coba gw buka deh "gumam Raziel


Ketika pintu tersebut dibuka, Raziel kaget sehingga mundur beberapa langkah "Anjay mayat!! " teriak Raziel


"Tapi kok mirip burung beo ya?" Raziel menghampiri Vanessa yang tak sadarkan diri dan basah kuyup


"Beo? "Ketika menyentuh tangan Vanessa, denyut nadinya masih berdetak


Tak pikir panjang Raziel bergegas mengendong Vanessa, tak peduli dengan bajunya yang kini juga basah, tak peduli dengan tugasnya membersihkan toilet cewe belum selesai, yang ia pedulikan adalah kesehatan Vanessa sekarang dengan badan yang basah kuyup, kulit pucat dan badan dingin


Mengingat Raziel membawa motor, jelas tak bisa membonceng orang yang pingsan, akhirnya Raziel memakaikan jaket miliknya pada rumuh kecil Vanessa lalu memesan taksi


Tak usah menunggu lama taksi sudah sampai didepan sekolah. Raziel pun kembali menggendong Vanessa dan memasuki Taksi


"Mau kemana mas? "Tanya supir taksi

__ADS_1


"Duh gw gak tau rumahnya lagi"gumam Raziel. "Ke alamat komplek Camelia aja" akhirnya Raziel memutuskan membawa Vanessa kerumahnya


*(Di Rumah Raziel)*


"Ma!! Ziel pulang!! " teriak Raziel


"Kenapa baru pulang? " tanya mama Raziel lalu keluar dari dapur. "Loh ini siapa? Kenapa bajunya basah gini? "Mama Raziel melihat Raziel mengintimidasi


"Gak tau ma, nanti Ziel ceritain deh, ini kemanain ini? "Tanya Raziel panik


"Ke kamarin Rara aja" jawab mama Raziel


"Duh naik tangga ma, berat" protes Raziel


"Lah kamu cowo lembek amat"canda Mama Raziel


"Iya ma Iya"Raziel bergegas naik ke lantai dua menuju kamar Rara


Belum sampai di kamar Rara, tiba tiba pintu kamar Raziel terbuka tepat didepan Raziel membuat ia berhenti


"Oy put, lu buka pintu hati hati dikit kek"protes Raziel karena wajah tampannya hampir tertabrak


"Lah itu kan Vanessa? Lo apain dia Zi? Gw gak nyangka lo orangnya kaya gitu Zi"celetuk Putra


"Diem lo Put, pulang sana, biar gw gak repot! "Protes Raziel


"Yee canda Zi"


Raziel melanjutkan langkahnya, sampai didepan kamar Rara. Raziel mengetuk pintu


"Ra! Bukain pintunya"tak lama Rara membuka pintu kamarnya


"Ada apa kak? Dia kakak yang waktu itu kan? "Tanya Rara


"Iya, dia tidurin di kamar kamu dulu ya, kata mama, kamu tolong gantiin bajunya"ucap Raziel lalu membaringkan Vanessa di ranjang Rara, lalu Raziel bergegas turun menuju ruang tamu


Disana sudah ada mama Raziel dan putra. Raziel menjelaskan bagai mana ia menemukan Vanessa yang sudah tergeletak tak sadarkan diri dengan basah kuyup

__ADS_1


"Anak mama memang baik, bertanggung jawab dengan kedudukan sebagai ketua osis"puji mama Raziel dengan senyum tulusnya


__ADS_2