NOISY GIRL

NOISY GIRL
Bonchap. KELUARGA


__ADS_3

Sejak tadi siang Karin sudah berada di rumah ibu Marlina, perempuan itu merasa kesepian jika harus berdiam diri di apartemen, berhubung mami Carla sedang berada di luar, jadi dia memutuskan untuk main di rumah ibu mertuanya saja.


 


 


"Tante, Tante lagi hamil yah, kata mami Tante lagi hamil. "Jino yang sibuk menggambar, duduk di karpet kemudian mendongak, menatap sang tante yang berada di hadapannya.


 


 


Karin yang semula duduk di sofa lalu beranjak turun,"iya dong, nanti kalian punya teman," ujarnya dengan tersenyum.


 


 


Nino yang duduk di sofa membaca buku pelajaran di tangannya kemudian ikut mendongak, "aku mau perempuan ya, Tan," pintanya.


 


 


Jino seketika menoleh pada sang tante, mengulurkan tangan untuk menyentuh perut perempuan itu yang sudah mulai membesar, "emang bisa milih ya Tante, kalo gitu aku maunya cowok."


 


 


"Mana bisa gitu." Nino yang protes kemudian beranjak berdiri, melangkah ke arah sang tante dan duduk bersila di hadapannya, bocah itu menopang dagu. "Bayinya cuma satu," ucapnya.


 


 


Jino menatap perempuan yang duduk di hadapannya penuh harap, "Kenapa Tante nggak bikin dua sih?" tanyanya.


 


 


Karin seketika tertawa, "Nggak bisa gitu dong sayang, tante dikasihnya satu doang," ucapnya dengan memberikan sedikit pengertian.


 


 


"Kenapa nggak langsung dua kaya Mami Nena," ucap Jino mencoba menawar.


 


 


Karin menggeleng, "Mau tante juga gitu, tapi nggak bisa," ucapnya dengan tersenyum lucu.


 


 


"Itu cewek apa cowok?" Nino bertanya dengan menatap perut sang tante dan menunjuk dengan jarinya.


 


 


Sekilas Karin menunduk, mengusap perutnya yang sudah mulai membesar menjadi kebiasaannya selama hamil, "kemaren pas di usg sih cowok," ucapnya.


 


 


"Yah, padahal aku maunya cewek," ucap Nino kecewa.


 


 


Jino yang terlihat senang kemudian mengangkat kedua tangannya girang, "yee beneran cowok, aku punya adek cowok," ucapnya.


 


 


Nino yang masih bersila dengan menopang dagu kemudian menoleh pada adiknya, "apa enaknya coba punya adek cowok," keluh anak itu.


 


 


"Lah, emang nggak enak ya, Bang?"


 


 


"Ya kamu pikir aja sendiri, apa enaknya aku punya adek kaya kamu, kamu kan cowok."


 


 


Jino tertawa pelan " enak lah Bang punya temen berantem."


 


 


Nino melengos, belum sempat menanggapi suara salam dari luar membuat ketiganya menoleh.


 


 


Ardi melangkah masuk dan duduk di sofa ruang tv, mengacak rambut Jino yang duduk di hadapannya. "Ngobrolin apa si?" tanyanya.


 

__ADS_1


 


Jino beranjak berdiri, "anak om nanti cowok ya, pasti mukanya mirip aku," ucap anak itu dengan begitu yakin.


 


 


Ardi mencebikkan bibir, menoleh pada Nino yang juga mengutarakan pendapatnya.


 


 


"Ya pasti mirip aku lah, lebih cakep."


 


 


Ardi menggelengkan kepala, "eh denger ya, muka kalian berdua itu sama, mau berebut mirip siapa juga nggak bakalan ngaruh lah," ucapnya.


 


 


"Ya terus mirip siapa, Om."


 


 


"Ya mirip aku lah kan aku yang garap," ucap pria itu yang mendapat tabokan dari sang istri, namun perempuan itu tertawa juga. Di hadapannya kedua bocah yang kompak mengerutkan dahi tampak begitu tidak mengerti.


 


 


"Apa sih Om nggak jelas," ucap Nino, beranjak berdiri dan kembali duduk di sofa, menekuni buku pelajarannya.


 


 


"Nanti aku yang garap tante deh biar anaknya mirip aku," ucap Jino yang beranjak berdiri dan menghampiri tantenya yang sudah duduk di sebelah sang suami.


 


 


"Astagfirullah," pekik Ardi yang reflek menoyor kening anak itu.


 


 


"Eh anak aku ngapain ditoyor-toyor!" Nena yang kebetulan lewat merasa tidak terima. Perempuan itu ikut menoyor kepala adik laki-lakinya itu dari belakang.


 


 


 


 


"Kamu yang nggak bener," ucap Nena kembali menoyor pria itu di bagian pipinya.


 


 


Ardi kembali ingin menanggapi, namun kedatangan sang ibu dari arah dapur yang sedikit panik membuat mereka menoleh.


 


 


"Aduh ibu lagi masak bumbunya abis, beliin dong," ucap wanita paruh baya itu dengan memegang sendok di tangan kanannya.


 


 


Ardi diam saja, namun melihat mereka semua mengarahkan pandangan pada dirinya ia jadi mengomel, "ngapain pada ngliatin aku si?" protesnya.


 


 


"Ar beliin ibu lada sama masako ya," ucap Marlina penuh harap.


 


 


Ardi mencebikkan bibir, "baru pulang ini aku, Mbak Nena aja," usulnya dengan menolehkan kepala, mencari sosok kakak perempuannya yang ternyata sudah tidak ada. Sialaaan.


 


 


"Ayo Ar beliin ke depan bentar, mumpung abang kamu belum pulang kasian dia mau makan."


 


 


Ardi merasa telah menjadi anak pungut akhir-akhir ini, "Yaudah telpon abang aja lah biar sekalian dibeliin dia kan masih di jalan," ucapnya memberi usul.


 


 


"Abang kamu mana ngerti si, ayo cepetan bentar lagi sayur ibu mateng masa nggak ada rasanya," desak wanita itu.


 

__ADS_1


 


Ardi menghela napas, namun kemudian beranjak berdiri. "beli itu doang?" tanyanya, yang segera di iyakan oleh kanjeng mami.


 


 


"Om aku ikut," seru Jino yang langsung menghambur pada pria itu.


 


 


"Ngapain si, ribet banget dah."


 


 


"Mau jajan om," ucap Jino dengan memamerkan uang sepuluh ribuan yang ia ambil dari saku celananya.


 


 


Ardi menggeleng, "anak Bang Justin jajan di warung, astaga."


 


 


"Ayo Om cepetan," ucap Jino dengan menyeret tangan Ardi. .


 


 


Namun pria itu malah menoleh pada Nino yang masih duduk di atas sofa, "kamu mau ikut nggak?" tawarnya.


 


 


Sekilas Nino mendongakkan pandangannya dari buku, kemudian ia tekuni lagi, "emangnya aku anak kecil," ucapnya yang membuat Ardi menggelengkan kepala. Dia sempat berpikir mereka berdua beneran kembar apa nggak sih, sifatnya benar-benar jauh berbeda.


 


 


 


 


**iklan**


 


 


Netizen: Bu Marlina andalannya masako ya thor kalo gue mah Roiko, 😂


 


 


Author: ngapa jadi endorse micin si 😒


 


 


Netizen: eh micin beda lagi thor 😌


 


 


Author: yang penting gurih lah, ah iya mau ngingetin nanti malem di gc ada tebar poin  20 k semoga yg dapet kalian ya wkwkwk 🤗


 


 


Netizen: Gasempet lah thor malem takbir sibuk. 😌


 


 


Author: gue juga sibuk 😒, eh gue mau kirim pesan-pesan di sini boleh ya. 🙄


 


 


Netizen: Kirim salam juga boleh thor apalagi kirim thr. 🤗


 


 


Author:kirim salam dikira lagi kuis 😒 pesan pesannya buat kang kue kering lebaran. Etolong ya kalo ngasih selotip di toples nya, tolong ujungnya ditandain, gue nyari ujung selotip di toples nastar dua hari gak ketemu 😌😆


 


 


Netizen: bagus itu thor biar awet sampe lebaran taun depan.😂


 


 


Author: Siyal 😌


 

__ADS_1


 


Salam haha hihi jangan lupa mulai senen vote gadis 100 juta, kalo bisa pake koin biar daku dapet duid 😂😂


__ADS_2