
Menjelang tengah malam Karin yang tiba-tiba merasa gelisah mendadak tidak bisa tidur, dan hal itu membuat sang suami yang sempat terlelap di sebelahnya kemudian terbangun.
"Kenapa?" Tanya Ardi, menghadapkan tubuhnya pada sang istri yang juga menghadapnya.
Karin memejamkan mata sejenak, kemudian membukanya kembali, "laper," ucapnya.
Ardi tersenyum, menoleh pada benda penunjuk waktu yang menempel di atas dinding, "tumben jam segini laper?" tanyanya mengerutkan dahi.
Karin mengangguk, "Nggak tau, Bang. tiba-tiba aku pengen makan mi instan, tapi males, masakin dong," rengek perempuan itu.
Ardi yang mengangguk kemudian beranjak duduk, mengambil kaus yang tergeletak di atas kasur dan mengenakannya, "Yaudah ayo aku masakin," ujar pria itu sembari menuruni ranjang.
Karin yang tersenyum senang ikut beranjak dari duduknya, kemudian menyusul sang suami yang melangkah lebih dulu ke arah dapur.
Ardi memeriksa stok mi instan yang tertata di dalam lemari makanan, "Mau rasa apa?" tanyanya.
"Yang enak apa ya, Bang?"
"Ya kamu yang mau makan."
"Aku mau rasa yang hilang," ucap Karin sedikit bercanda.
Ardi berdecak, "adanya rasa yang tak terlupakan mau?" balas pria itu.
Karin yang mengerutkan dahi kemudian bertanya. "Apatuh?"
"Candu baru dobel-dobel," ucap pria itu yang langsung mendapat toyoran di pipinya.
"Rasa soto aja." Karin mengambil mi yang berwarna hijau pada bungkusnya, dan saat dia membuka kulkas ternyata stok telurnya sudah habis. "Gimana dong, aku mau pake telur," rengek perempuan itu.
"Udah malem dong ini, warung nggak ada yang buka." Ardi memeriksa persediaan sayur yang juga tidak ada, "kayaknya besok kita harus belanja," ucap pria itu. Semenjak sang istri sering kelaparan tengah malam Ardi merasa perlu menyimpan bahan makanan lebih banyak.
"Yaudah deh nggak usah pake telur, Mi instan aja," ucap Karin, kemudian melangkah ke arah kursi dan mendudukinya, perempuan itu mengusap perutnya yang sedikit membuncit, "telurnya nggak ada sayang, nggak apa-apa ya," ucapnya.
Ardi yang diam-diam memperhatikan itu kemudian tersenyum, "jadi mau berapa bungkus nih?" tanyanya.
"Kamu mau nggak?"
"Aku nggak laper, kamu aja," jawab Ardi.
"Kalo satu bungkus aku kurang, tapi kalo dua bungkus kebanyakan, gimana dong abang."
Ardi menggaruk rambut kepalanya yang tidak gatal, kemudian menghela napas, "besok kita kasih usulan buat pabrik mi instan biar ngasih porsi satu setengah, jadi pas buat kamu," usul pria itu.
Karin tertawa pelan, "Nggak kepikiran, sekalian aja usulin yang di dalem ada telurnya Bang," imbuh perempuan itu.
Sembari memasukkan satu bungkus mi instan ke dalam panci yang airnya sudah berubah panas, Ardi menyiapkan mangkuk untuk menuang bumbunya. "iya nanti sekalian kita kasih usul biar di dalem udah ada sayurannya juga, pusing-pusing deh yang punya pabrik," ucap pria itu.
Karin beranjak dari duduknya, kemudian mendekat, "emangnya boleh gitu?" ucapnya, kemudian membantu sang suami untuk menggunting bumbu.
"Biar aku aja, kamu jangan main gunting, bahaya," rebut pria itu.
__ADS_1
Karin berdecak, "emangnya aku anak kecil," ucapnya.
"Eh, minyaknya ada dua," ucap Ardi sembari menunjukkan plastik minyak mi instan yang dapat bonus.
"Pasti ada mi instan yang nggak ada minyaknya nih, Kasian ya Bang yang nggak dapet jatah minyak, pasti dia nyariin," ucap Karin prihatin.
Ardi tertawa pelan, kemudian mengambil ponselnya dari atas meja yang sempat dia bawa, membuka grup buronan Mitoha dan mengirim foto minyak yang berjejer di atas meja.
"Buat yang masak mi instan dan ternyata nggak dapet minyaknya, japri gue aja soalnya gue dapet dua." Ketik pria itu dengan cekikikan.
Karin yang melihat itu ikut tertawa, "ada-ada aja kamu, Bang," ucapnya.
Ardi memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, kemudian mematikan kompor dan menuang mi ke dalam mangkuk, "makanannya udah siap sayang," ucap pria itu.
Karin berucap terimakasih, kemudian duduk di kursi dan mulai makan, di hadapannya sang suami tampak membuka ponsel saat mendapatkan notif pesan.
Irfani A: otw nih, Mi instan gue nggak ada minyaknya.
Edoardo D: Gila lo Ar.
Ardian R: gue tunggu nih Pang, jangan ampe gue jual sama tetangga.
Edoardo D: kemaren gue dapet bumbunya dua biasa aja, lebay bet lu.
Ardian R: wah kasian tuh orang yang mau masak mi instan nggak ada bumbunya, sial banget pasti, zolim lu Do.
Irfani A: kalo mi instan yang dalemnya ada duitnya merk apa ya.
Agung N: Malem woy! tang tung tang tung mulu berisik bet lu pada.
Agung N: Sialan lu.
Ardian R: Si aa udah dapet berapa ronde si, lelah banget kayaknya.
Agung N: Apaan orang istri gue dateng bulan.
Irfani A: Yhaaa sukurin.
Edoardo D: Kaya istri gue dong nggak pernah dapet tamu bulanan.
Ardian R: Etolong ya Bambang. Istri lo kan lagi hamil, jadi emang nggak dapet bulanan.
Edoardo D: Waiya lupa.
Irfani A: Yaudah ah gue mau lanjut ronde ke lima.
Agung N: wagila si, Lima?
Ardian R: Dia istrinya yang kerja.
Edoardo D: apaan orang tadi gue liat status si Lisa lagi nginep dirumah tantenya.
__ADS_1
Agung N: Yhaaa kasian, gue ngenes juga masih bisa meluk Pang.
Irfani A: Bocor aja lo Do.
Ardian R: Ngenes si Ipang, ayo kita kirim foto peluk istri masing-masing.
Edoardo D: Setuju.
Irfani A: Siyal lo pada.
Agung N: Off dulu lanjut bobo.
Irfani A: wey gue gimana dong.
Ardian R: Rip Ipang.
Edoardo D: Rip Ipang 2
Agung N: Rip Ipang 3
Irfani A: Sialaaan!
"Dih Bang Ar ketawa-ketawa sendiri," tegur Karin saat melihat suaminya itu cekikikan di depan layar hp.
Ardi mendongak, mematikan ponsel di tangannya kemudian ia masukkan ke saku celana. Pria itu menceritakan perihal bercanda an grup buronan mitoha yang membuat istrinya itu ikut tertawa.
"Kasian tau Bang Ipang," ucap Karin iba.
"Biarin aja," balas Ardi, melirik mangkuk sang istri yang sudah kosong, "udah makannya?" tanya pria itu.
Karin yang mengangguk kemudian beranjak berdiri, "aku ngantuk," ucapnya.
Ardi ikut berdiri, menghampiri sang istri dan merangkul pundaknya, "ngulang candu dulu ya," goda pria itu.
"Dih males aku."
"Kata Bang Justin kalo nolak dosa."
"Terserah!"
**iklan**
Netizen: Bang Ar tengah malem nggak ada warung yang buka katanya, dia tinggal di mana si thor, nggak kenal warung madura yg buka 24 jam ya. π
Author: Sejauh episode ini gue emang nggak pernah bahas ya mereka tinggal di mana. π
Netizen: emang nggak jelas banget lah thor tulisan lu tuh.
Author: yang penting haha hihi.
Jangan lupa baca gadis 100 juta ya, ditunggu kehadiran kalian. Aku mau minta tolong vote gadis 100 juta hari senen besok boleh ya, seiklasnya kok. ππ
__ADS_1
Mulai senin NG gausah di vote poin, poinnya buat gadis 100 juta aja ya. makasiih.
Minal aidin walfaizin πππ