
Vanessa kini sudah siap untuk pulang. Memakai baju gaun berwarna biru muda motif polkadot putih milik Rara, dengan rambut diikat dua dengan pita biru muda. Kini penampilannya seperti gadis kecil manis yang lucu dan lugu
Tak lupa membawa sekantung plastik berisi baju seragam Vanessa yang basah kemarin
"Ma, kami pamit" ucap Raziel menyalami mamanya yang sedang duduk disofa menonton TV. Disusul Vanessa yang juga menyalami mama Raziel
"Hati hati dijalan, oh iya abil setoples biskuit yang tadi,takut gak abis"ucap mama sebelum kembali larut dalam acara siaran TV favoritnya
"Iya ma"Raziel langsung kedapur
Vanessa dan Raziel keluar dari rumah. Tampak Rara yang sedang bermain barbie dan masak masakan bersama teman satu kompleknya
"Loh, udah mau pulang? "Tanya Rara ketika menyadari ada seseorang keluar dari rumahnya
"Iya, jangan main terlalu jauh ya"ucap Raziel mengelus kepala adik tercintanya itu
Raziel menaiki motor ninja merah kesayangannya yang di antar pulang oleh Putra kemarin
Disusul Vanessa yang menduduki jok motor belakang
"Keluarga lo harmonis ya"celetuk Vanessa
"Ya gitu deh"jawab Raziel singkat
Motor ninja merah milik Raziel keluar dari gerbang komplek Camelia
"Kalau udah sampai ngomong"ucap Raziel dengan tatapan fokus ke depan
Lumayan cukup jauh, tapi masih searah ke sekolah mereka
"Udah disini"ucap Vanessa ketika menyadari dirinya sudah didepan rumah
Motor ninja merah milik Raziel berhenti tepat didepan rumah Vanessa. Tak lama seorang wanita tinggi berambut pink muncul dibalik pintu ketika menyadari sebuah motor berhenti didepan rumahnya
"Thanks ya"ucap Vanessa sambil turun dari motor Raziel
"Itu temennya bawa masuk dulu"ucap kak Cathy menyuruh Raziel masuk
"Baik tante"ucap Raziel lalu menyetandarkan motornya dan turun
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah Vanessa yang cukup besar
"Ibu lo awet muda ya"bisik Raziel
"Itu kakak gw"balas Vanessa juga membisik
Kak Cathy hanya tersenyum menimpali dua remaja dibelakangnya
Raziel duduk di kursi ruang tamu bersama Vanessa
"Mau minum apa? "Tanya kak Cathy
"Gapapa, tadi niatnya nganterin Vanessa aja kok"
"Duh baiknya"puji kak Cathy. "Air lemon aja ya"ucap kak Cathy langsung bergegas ke dapur
"Gw gak suka lemon"gumam Raziel
Vanessa yang mendengar gumaman Raziel bergegas menyusul kak Cathy ke dapur
"Kak biar aku aja yang buat minumannya"mendengar ucapan Vanessa, kak Cathy langsung menyerahkan tugasnya pada Vanessa, lalu bergegas menemani Raziel
Vanessa membuat minuman teh macha kesukaan Raziel, sekaligus mengambil nastar yang berada terpajang dimeja makan
*****
"Jadi, sejak kapan kalian pacaran" tanya kak Cathy
"Eh, kami gak pacaran kok kak, cuman waktu itu kebetulan saya nolongin Vanessa"jawab Raziel
__ADS_1
"Nolongin? Emang Vanessa kenapa? "Kak Cathy mulai panik
Tiba tiba Vanessa muncul dengan tergesa gesa
"Kak geludug! Jemuran! "Teriak Vanessa
"Oh iya" kak Cathy langsung bergegas menuju tempat penjemuran untuk mengambil pakaian pakaian gang sempat ia jemur
"Jangan bilangin ke kakak gw, kalau kemarin gw pingsan"pinta Vanessa
"Tapi adikmu ini sudah tau"tiba tiba muncul cowo berambut biru tua acak acakan, dengan sebelah telinga yang memakai headset
"Aelah lu mah "protes Vanessa
Reza tak mempedulikan ekspresi kakaknya, ia justru kedapur mengambil cemilam yang tersisa dan kembali ke kamarnya
"Dasar, gak tau malu"gumam Vanessa melihat jengkel kelakuan adiknya
Tak lama kak Cathy kembali. "Jadi Vanessa kenapa? "Tanya kak Cathy melanjutkan pembahasan tadi
Raziel melirik wajah Vanessa yang mulai panik
"Itu, kemarin dia jatuh waktu piket kelas"celetuk Raziel asal
"Ohh, yasudah, kakak masih ada kerjaan, kalian lanjut ngobrol aja"ucap kak Cathy lalu pergi meninggalkan dua remaja tadi
"Thanks"ucap Vanessa ketika sudah memastikan kakaknya sudah pergi
"Dosa nya lu yang tanggung"celetuk Raziel lalu meminum teh macha yang dibuatkan Vanessa
"Iyain"kesal Vanessa
Hening sejenak, sampai Raziel membuka pembicaraan
"Ortu lo mana? "Tanya Raziel
"Udah gak ada"jawab Vanessa dengan santai
"Sorry"ucap Raziel menyesal
"Gapapa, santai aja"
"Yaudah gw pulang ya, keburu ujan"pamit Raziel. "Panggil kakak lo, gw mo pamit"
"Kak Cathy!!! Kak Ziel mau pulang nih"tak lama yang dipanggil langsung muncul
"Loh? Kenapa mau pulang lagi? Vanessanya nakal? "Tanya kak Cathy
"Iya kak, Vanessanya nakal banget"canda Raziel. Vanessa hanya menggeram jenkel
"Haha, nggak kok, takut ujan aja. Baik baik dirumah ya Nes"ucap Raziel sekilas mengelus Vanessa. "Aku pamit ya kak"Raziel langsung menaiki motor ninja merah lalu mengebut dengan cepat
"Duh andai jadi adik ipar"celetuk Kak Cathy
"Oy!! "Protes Vanessa
*****
Putra bergegas menuju rumahnya dengan keadaan panik. Di depan rumah sudah disambut Putri Yang menunggunya
"Bunda gak mau makan sebelum kamu pulang katanya"jelas Putri
"Udah beberapa hari bunda nggak makan, akhirnya dia jatuh sakit, sampai sekarang nggak bangun"lanjut Putri
Panik putra meningkat segera bergagas ke kamar bunda
Pintu dibuka oleh Putra. Tampak wanita paruh baya tergeletak diatas lasur, dengan masa tertutup. Badannya kurus kering, putih pucat dengan pipi tirus
Perlahan Putra mengelus punggung tangan bundanya itu, dingin. Namun suhu kepala panas
__ADS_1
Putra merasa sesak di dadanya, merasa bersalah telah meninggalkan bunda sampai segini parahnya
"Putri, ambilin kotak P3K"pinta Putra, Putri bergegas menuju laci Yang berada tak jauh dari kasur bunda, Dan membawa kotak P3K
Sedangkan Putra sibuk memeriksa bunda. "Put, buatin teh manis sama bubur"pinta lagu Putra
"Iya kak"Putri pergi keluar kamar bunda menuju dapur
Panas suhu tubuh bunda tinggi. "Ini bukan Bunda, bunda selalu jaga kesehatan, gak pernah sakit, apalagi sampai kaya gini, balikim bunda Yang dulu"gumam Putra menunduk
Tiba tiba Putri dari dapur berteriak memanggil kakaknya
Putra mengecup kening bunda lalu bergegas menghampiri Putri
Baru beberapa langkah, ada seseorang yang memegang tangan Putra dari belakang. Putra melirik kebelakang
"Maafin bunda"ucap bunda lirih
Putra Yang kaget, dengan keadaan bergetar memeluk bunda dengan erat
"Maafin Putra juga bun, semua gara gara Putra, Putra salah, seharusnya Putra gak ninggalin bunda, bunda sakit gini gara gara Putra"isak tangis Putra mulai terdengar
Bunda memeluk badan kekar Putra dengan lembut menenangkan anak pertamanya itu
Tak lama Putri datang membawa bubur dan teh dengan kesukitan
"Gimana sih, di panggil panggil nggak dateng, malah peluk pelukan"omel Putri
Putra yang mengerti omelan Putri bergegas mengambil bubur yang telah dibuat Putri
"Sekarang bunda makan ya... Aaaa"ucap Putra menyuapi bundanya yang kurus kering
Bunda langsung membuka mulut dan tersenyum
*****
*(Di Kamar Vanessa)*
*Duh kenapa dia ngelus kepala gw*pikir Vanessa sambil berguling dikasur, dengan wajah merah
*ah!!! Jadi baper kan*
*duh gimana kalau gw jadi suka*
*gak!! Gak mungkin kan*
*tapi kalau gw jadi suka... Apa dia juga bakalan suka ke gw? *
*Ah gak mungkin*
*Jadi bertepuk sebelah tangan dong ☹️*
*Kenapa nasib gw ini!!! 😭😭*
Tok tok tok
"Boleh kakk masuk"ucap seseorang di balik pintu
Vanessa bergegas menuju meja belajarnya
"Silakan "ucap Vanessa berusaha membuat nada tenang
Kak Cathy muncul di balik pintu, lalu masuk kedalam kamar Vanessa
Tampak selimut pink yang menjuntai ke lantai, dan seprai putih yang acak acakan
"Astaga Van, kamu kenapa tumben gak beresin kamar kamu, ini kmar apa kapal pecah"protes kak Cathy
"Hehe"Vanessa hanya mengengir seolah berkata 'bukan salahku'
__ADS_1
Kak Cathy merapikan kasur Vanessa terlebih dahulu lalu duduk
"Kamu suka cowo yang nganter kamu tadi? "Tanya Kak Cathy mulai serius