
Mendekati seorang gadis mungkin bukan hal baru bagi Irfani Aziz, nyatanya pemuda itu selalu menyimpan kontak perempuan yang sewaktu-waktu bisa ia hubungi ketika tengah bosan.
Tapi jika boleh jujur, dari sekian banyak nomor kontak di ponselnya, cuma satu yang dia suka, tapi sayang, orangnya nggak peka-peka.
Jika teman-temannya mengira dia adalah seorang pemuda yang terlalu gampang menyatakan cinta, nyatanya mereka salah, pada gadis yng satu itu, pemuda yang biasa dipanggil Ipang, tidak berani mengungkapkannya.
Gadis itu berisik, tidak bisa diam dan selalu terlihat ceria, Ipang memanggilnya si ribet tukang ribut, bahkan kontak gadis itu ia namai noisy saking berisiknya.
"Apa gue harus pura-pura salah kirim pesan dulu ya biar kita bisa chattan." Ipang bergumam sendiri, merebahkan tubuhnya pada kasur dan menimang ponsel di tangannya.
Masih sibuk berpikir akan memulai dari mana, notif wa sebuah status baru, muncul di layar ponselnya.
kamu tuh kaya permen karet, manis sih, tapi lengketnya ke semua cewek.
Ipang tersenyum membaca status gadis itu, kira-kira tulisannya itu ditujukan untuk siapa, dia jadi penasaran.
Pemuda itu menuliskan komentar, menanyakan pada siapa sindiran itu ia lontar, namun merasa tidak percaya diri dia menghapusnya lagi, padahal sudah dikirim, tapi untungnya masih centang satu.
Noisy: Eh gue nggak suka ya, dapet notif di wa, eh isinya pesan ini telah dihapus, kepo tau.
Ipang tertawa saat gadis itu mengirimkan pesan berupa omelan. Pemuda itu membalas, "Iya tadi salah kirim, sory," ketiknya sembari dieja mulutnya sendiri.
Noisy: oh, yaudah.
Duh sial, pemuda itu membenturkan ponsel di tangannya ke kepala, salah strategi nih, omelnya.
Kemudian dia mengetikkan balasan lagi, "iya nih sebenernya bukan salah kirim, cuman salah ngasih emot aja jadi gue hapus lagi," ketiknya.
Noisy: Salah ngasih emot apaan emang.
Ipang: gue kasih emot cium, abisnya kasian nganggur jarang dipake tuh dia.
Noisy: yhaaa geli banget, Pang.
Ipang: status lo buat siapa tuh, nyindir gue ya?
Noisy: lo merasa emang? Yaudah buat lo aja.
Ipang: Enak aja, gue nggak play boy ya.
Noisy: Siapa yang bilang playboy, jyaah sok laku lo.
Ipang: Sialan.
Noisy : Tapi emang laku sih ya, cewek lo banyak soalnya.
Ipang: Mantan.
Noisy: Widiih, jomblo sekarang, ada lowongan nggak.
Mendapat balasan seperti itu Ipang merubah posisi tidur terlentangnya jadi tengkurap, membaca sekali lagi tulisan yang tertera pada layar dari gadis itu. Code pikirnya. Dan belum sempat dia memberikan balasan, notif pesan di ponselnya muncul lagi.
__ADS_1
Noisy: buat temen gue, kasian jomblo dia.
Yaah, pemuda itu jadi lemas, kemudian sedikit berpikir untuk memberikan balasan berikutnya.
Ipang: kalo lowongan buat orang mah nggak ada, tapi buat lo sih bisa dipertimbangkan.
Noisy: hahaha nggak deh, gue nggak siap buat jatuh cinta sementara terus ditinggal pada akhirnya.
Ipang tertegun, seburuk itukah pandangan gadis itu pada dirinya? Dia jadi merasa sedih.
Ipang: gue nggak pernah ya, ninggalin cewek, kalo diputusin sih iya.
Malas membahas hal itu, Ipang mengirimkan sebuah pertanyaan.
Ipang: cewek itu kalo suka sama cowok diliat dari apanya si? Gue pengen bikin seseorang suka sama gue soalnya.
Noisy: Cewek mah nggak perlu cowok ganteng, yang penting setia.
Ipang: wkwkwk nggak percaya gue, itumah omongan cewek bangun tidur yang nyawanya belum kumpul.
Noisy: haha kalo gue pribadi sih maunya yang ganteng.
Ipang: Gue ganteng nggak menurut lo?
Noisy: Ganteng sih, tapi rela bagi-bagi?
Noisy: mau nanya nih, tapi jujur ya, di usia lo yang sejauh ini hal nakal apa yang pernah lo lakuin?
Ipang tertawa, dia bingung, gadis ini maksudnya apa, pemuda itu pun mengetikkan balasan.
Ipang: senakal-nakalnya gue sih paling cuman pas lagi pilek minum es.
Noisy: yhaaa lain kali kalo mau bohong tambahin roiko biar gurih.
Ipang tertawa lagi, belum sempat mengetikkan balasan, pesan gadis itu kembali masuk ke ponselnya.
Noisy: Eh udah ya, Pang, gue mau pergi.
Ipang menghela napas, seperti tidak rela balas balasan pesan dengan gadis itu harus berakhir, dia pun memberikan stiker jempol besar sebagai balasan.
Pemuda itu beranjak duduk, dan ketukan dipintu membuatnya menoleh. Seorang asisten rumah tangga menyembulkan kepala saat benda itu sedikit terbuka.
"Udah dipanggil bapak, Den Irfan, katanya udah siap belum."
Yah, dia lupa, malam ini sang papa akan mengenalkan siapa tunangannya, setelah memberi pesan untuk menunggu sebentar pada sang asisten, bukannya bergegas dia malah kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Berpikir sejenak, dan sedikit berharap setidaknya gadis yang ditunangkan dengannya itu adalah orang yang dia kenal.
***
Ipang sempat bertanya-tanya, saat sebuah restoran terkenal di Larasati hotel menjadi tempat tujuan sang papa untuk menemui rekannya.
__ADS_1
"Kok ke sini sih, Pa?" Tanya Ipang saat mereka sudah duduk di meja yang dipesan untuk dua keluarga, selain yang diduduki sang papa juga dirinya, ada tiga kursi lagi yang tampak belum datang penghuninya.
Pak Aziz menoleh setelah membuka buku menu di tangannya,"memangnya kenapa? Kamu tidak suka makan di sini?"
Ipang menggeleng, bukan masalah makanannya, terakhir saat sang papa mengadakan temu keluarga, Karin adalah orang yang di kenalkan pada dirinya. Jika gadis itu juga ternyata adalah tunangannya, bisa mati di tangan Ardi dia, sedangkan menolak sang papa, dia sudah berjanji untuk tidak melakukannya.
Pemuda itu menoleh saat seseorang yang dia kenal kemudian menghampiri sang papa, kemudian berbasa basi menanyakan kabar pria itu.
"Saya sudah sehat kembali, terimakasih Pak Azis." Hendrik berkata dengan tersenyum, lalu menoleh pada Ipang yang kemudian mencium punggung tangannya.
Ipang berdoa dalam hati, semoga papi Karin ini segera pergi, mendengar cerita Ardi yang dipukuli payung oleh pria itu, dia jadi ngeri, tidak sanggup juga punya papa mertua segarang ini, jika dia benar dijodohkan dengan putrinya.
"Ya sudah silahkan teruskan Pak Aziz, mungkin orang yang bapak tunggu masih di jalan. Saya permisi dulu," ucap pria itu kemudian segera berlalu.
Ipang menoleh pada sang papa, merasa menyesal karena akhir-akhir ini dia sering sibuk sendiri, bahkan seberapa banyak harta yang dimiliki oleh papanya sampai pria semacam Hendrik bisa hormat seperti itu, dia juga tidak tau.
Pria di sebelahnya beranjak berdiri saat seseorang yang ia tunggu kemudian datang.
Ipang pun ikut berdiri, dan sedikit terkejut mendapati salah satu tamu sang papa adalah gadis yang ia kenali.
"Kamu?" Tanya keduanya nyaris bersamaan.
"Kalian sudah saling mengenal, bagus jika begitu." Wanita paruh baya yang mungkin ibunda gadis itu kemudian berucap.
"Iya Tante," jawab Ipang, tidak lupa mencium punggung tangan wanita itu juga suaminya.
"Lisa, ayo beri salam sama Pak Aziz." Lelaki yang adalah sang papa menegur putrinya yang tampak melamun tidak percaya. Gadis itu menoleh pada rekan ayahnya, kemudian memberi salam dan mencium punggung tangannya.
"Hay," sapa Ipang saat gadis yang duduk di sebelahnya itu sejenak menoleh, dari tatapannya yang tampak tidak percaya, dia jadi geli sendiri.
Tentu saja pemuda itu tidak menyangka, tunangan rahasianya ternyata Lisa, gadis Noisy yang selama ini diam-diam dia menyukainya.
**iklan**
Author: udah segini dulu ya, yang penting udah ketauan tunangan Ipang bukan Karin dong. Yang nggak sabar pengen konfliknya cepet kelar tolong jangan monyong-mongong, ini gue juga maunya cepet kelar. Tapi kan harus ada sebab dan akibatnya gitu jadi wajar kalo ribet berbelit belit, namanya juga kanjeng ribet.
Sengaja gak taro poto Karin Ardi siapa tau senen bisa update, soalnya katanya kalo pake poto riviewnya lama.
Jangan lupa votenya sodara sodara, jangan keasikan tebar poin di grup dan NG malah terlupakan 😭😭😭, tapi aku tau kalian setia. Semangat.
__ADS_1