
Vanessa terbangun dari tidurnya, keringat dingin membasahi badannya, Vanessa mual, mengingat kejadian bertahun tahun yang lalu
"Huh... Mimpi itu lagi"gumam Vanessa lalu melirik ke arah kiri. "Apa kak Cathy juga mimpi hal yang sama? "Tanya Vanessa pada dirinya sendiri, lalu melirik jendela besar disebelah kirinya, masih tertutup gorden
Mimpi itu adalah kejadian dimana Vanessa Betra Maible yang masih berumur 7 tahun kelas 2 SD, dan Cathrine Maible sang kakak yang berumur 10 tahun kelas 5 SD, sedangkan Reza Aland Maible sang bungsu masih 3 tahun belum menginjak TK
Kejadian kehilangan ibu itu membuat sifat mereka seperti sekarang. Reza yang selalu di ejek yatim piatu, membuat dirinya bersikap tak peduli dan tatapan yang cuek. Vanessa yang selalu berusaha tertawa dan tegar meski hatinya teriris, Cathy yang bersikap dewasa, pemberani, tegar, dan akan selalu berusaha melindungi adik adiknya, karena menjadi kakak tertua. Ayah mereka? Ntah lah, hanya ibu dan kak Cathy yang tau kemana ayah mereka. Yang jelas semenjak ibu mereka meninggal, mereka hanya menghemat harta warisan ibunya, tak ada kerabat yang membantu, tetanggapun hanya membantu menguburkan, mendoakan, dan memberi sumbangan
Tiba tiba pintu kamar terbuka. Muncul kepala gadis kecil dibalik pintu, rambut coklat diikat rapih dengan mata kuning emas yang manis
"Kak Vanessa udah bangun? Sarapan yu"ucap Rara sambil mengintip seisi kamarnya, lalu masuk kedalam
"Loh kak, ini jendelanya buka aja"Rara menyingkirkan gorden yang menghalangi cahaya masuk lewat jendela
"Perlahan sinar matahari hangat menyebar luas ke seisi kamar, bahkan hingga ke sudut sudut kamar
Tampak dua pohon besar diluar sana, pohon yang memperlihatkan buah buah apel yang nampak segar dan merah
"Wah, apelnya udah mateng lagi"gumam Rara riang, lalu melirik Vanessa yang masih terduduk di kasur
"Ayo kak Vanessa lama ah, nanti biskuit buatan kak Ziel keburu dingin, enakan makan hangat hangat loh"Rara menarik tangan Vanessa, meskipun tenaganya kecil, tapi berhasil membuat Vanessa bangkit dari kasur Rara
"Ini biskuitnya biar diangetin aja"Rara kemudian mengambil piring yang berada di meja putih sebelah kanan Vanessa
Mereka berdua keluar dari kamar dan menuruni anak tangga. Baru sampai didepan dapur, aroma wangi biskuit coklat hangat yang baru saja keluar dari oven tercium lembut kedalam hidung, membuat perut seketika keroncongan
Tampak Raziel yang menggunakan celemek pink kemarin namun kali ini rambutnya bukan diikat, tapi memakai bando untuk menghalangi poninyanya jika terjatuh. Ia sedang mengeluarkan kue kue yang baru matang dari oven menggunakan bantuan sarung tangan memasak yang tebal berwarna... Pink
*meskipun badan yang tinggi kekar, dada bidang, tetap saja kenapa lucu melihat dia menggunakan warna pink* pikir Vanessa menahan tawanya
"Loh kak, mama mana? "Tanya Rara saat menyadari mamanya tak ada didapur seperti tadi sebelum ia membangunkan Vanessa
"Kepasar dulu, katanya ada yang ketinggalan"jawab Raziel sambil memindahkan biskuit coklat itu ke piring yang sudah berisi beberapa biskuit coklat
Putra yang sedari tadi memperhatikan Raziel dan menunggu biskuit selesai dihidangkan kini berubah memperhatikan Vanessa
"Pagi Nessa"sapa Putra tersenyum manis
__ADS_1
"Pagi juga kak, loh kakak nginep di rumah kak Raziel? "Tanya Vanessa, lalu duduk sebelah Putra, sedangkan Rara duduk di hadapan Vanessa
"Yups, udah beberapa hari sih, abis betah"jawab Putra
Raziel menyimpan 2 piring berisi biskuit coklat di atas meja makan, lalu mengambil kotak besar berisi susu full cream kesukaan Rara, dan menuangkan susu full cream itu kedalam 2 gelas, kemudian menyerahkan satu gelas susu full cream ke Rara dan satu lagi ke Vanessa
"Gw gak dikasih? "Protes Putra
"Emangnya lo masih suka susu? "Tanya Raziel iseng sambil membuat teh macha, disusul tawa Rara, Vanessa dan Raziel
"Maksudnya jatah minuman gw"protes Putra
"Buat sendiri lah"celetuk Raziel lalu duduk dikursi kosong sebelah Vanessa, mengambil koran dan memakan biskuit coklat buatannya sendiri
*gayanya ke bapak bapak aja*pikir Vanessa ketika memperhatikan Raziel menyilangkan kakinya
"Kak Ziel dari kecil itu suka banget biskuit coklat loh, tapi baru kemarin berhasil buat biskuit, sekarang pun jadi membuat terus
Vanessa mengambil salah satu biskuit coklat dan memasukannya kedalam mulut, hanya dengan satu gigitan Vanessa langsung kaget, karena lelehan coklat keluar dari dalam biskuit, begitu menyentuh lidah, manis coklat menyebar memenuhi penjuru lidah
"Gimana enak? "Raziel yang memperhatikan Vanessa yang tiba tiba terdiam dan kakh bertanya
"Ini hasil karya dan kreatifitas gw"bangga Raziel menyombongkan diri. Dari pada memperhatikan kesombongan Raziel, Vanessa lebih tertarik menghabiskan biskuit yang ada ditangannya
Tak lama tiba tiba sosok wanita paruh baya masuk kedalam dapur
"Mama! "Sahut Rara
"Hai, lagi asik makan kue Raziel nih ya"ucap mama dengan senyuman lembut dan hangat
"Vanessa hati hati makannya"mama mengingatkan Vanessa ketika melihat mulut Vanessa penuh biskuit coklat
"Uhuk! "Kaget, Vanessa justru tersedak salah satu bubuk biskuit yang ia makan, lalu mengambil segelas minum dan meneguknya dengan tergesa gesa
"Ziel bantuin itu"perintah mama
"Biarin"celetuk Raziel lalu mengambil handphonenya yang sedari tadi ia simpan di atas meja samping gelas berisi teh macha kesukaannya itu
__ADS_1
*dasar gak punya hati*pikir Vanessa
Vanessa yang sudah membaik tersenyum pada mama
"Yakin udah gapapa? "Tanya mama memastikan
"Iya"Vanessa tersenyum. "Terima ksih ya tante"
"Panggil 'mama' aja gapapa kok"usul mama
"Baik mama"setuju Vanessa tanpa berkomentar
"Put nih pesan dari Putri"Raziel menyodorkan handphone-nya ke arah Putra
Putra membaca sekilas, wajahnya mendadak panik, namun berusaha ia tutupi dengn tenang
"Gw pulang kerumah dulu ya"Putra mengembalikan hp Raziel
Raziel yang menyadari ada sesuatu hanya menyetujui. "Yoi, tiati"ucap Raziel
Tanpa membalas Putra langsung bergegas keluar dapur menuju lantai atas. Tak lama lalu kembali kebawah menuju pintu keluar
Mama lalu duduk di tempat yang baru dan dipakai Putra dan membuka pembicaraan
"Kamu tinggal dimana nak? "Tanya mama lembut
"Di komplek Opium ma"jawab Vanessa llu meneguk susu full cream miliknya
"Oh yasudah nanti Ziel antar kamu pulang ya"
"Loh kok Ziel yang nganter ma? "Protes Ziel
"Ya terus mau mama yang nganter? "
"Huh yaudah deh"pasrah Raziel cemberut
"Kakak jangan cemberut gitu nanti jelek"ejek Rara
__ADS_1
Raziel tersenyum menimpali candaan adik manisnya itu "iya Rara sayang"
Vanessa diam diam tersenyum melihat adik kakak yang terlihat harmonis