
Rencana liburan sudah disepakati oleh Ardi dan Karin juga anak-anak buronan mitoha yang lain, mereka membawa pasangan masing-masing, Adelina yang mendapat ajakan dari abangnya disambut baik oleh teman-teman pemuda itu, mereka memang sudah saling mengenal.
"Loh Anggi mana? Kok nggak ikut?" Tanya Karin saat kedatangan Agung dan satu adik perempuannya di Bandara untuk berkumpul.
"Anggi masih harus sekolah jadi nggak ikut." Adelina yang menjawab.
Karin tersenyum menanggapi, tidak lama kemudian kedatangan Nadia dan Edo membuat perempuan itu menoleh, "Hey!" Sapa Karin saat Nadia menghambur padanya dan memeluk sekilas perempuan itu.
"Senengnya bisa liburan bareng lagi," ucap Nadia, raut wajahnya benar-benar terlihat bahagia, kehamilannya yang masih terbilang muda membuat perempuan itu benar-benar memantau keadaan tubuhnya.
"Gimana kata dokter, boleh kan bepergian jauh?" Tanya Karin sembari melirik perut Nadia yang sedikit membuncit, tidak terlalu terlihat tapi memang cukup berbeda.
Nadia tertawa kecil, "Kalo nggak boleh aku nggak bakalan ada di sini dong," ucapnya.
Karin yang tertawa kemudian mengusap perut perempuan itu, "Hay, cepet gede ya," ucapnya.
Nadia balik mengusap perut Karin yang rata. "cepet nyusul ya," balasnya yang membuat mereka kemudian tertawa.
Adelina yang ikut tertawa dengan tingkah kedua wanita di hadapannya itu kemudian menoleh saat seseorang datang menghampiri mereka, itu Alya, tapi bukan dia yang membuat dirinya terkejut, melainkan seseorang yang berjalan di belakangnya.
"Bang Aldo ikut juga?" Sapa Agung, dari nadanya yang tampak tidak suka suasana di sana berubah menjadi sedikit canggung.
Aldo yang melepaskan kacamata hitamnya kemudian membalas. "Kenapa? Nggak suka aku ikut?"
Agung melipat lengannya di depan dada, "Kupikir kamu orang yang sibuk," sindirnya.
"Ibuku terlalu mengkhawatirkan putrinya, jadi aku diutus untuk menjaga adikku ini." Mengatakan itu Aldo merangkulkan lengannya pada pundak Alya.
Alya menolehkan kepalanya pada Aldo atas alasan pemuda itu, kemudian kembali menatap teman-temannya, "apa sih, orang mami bilang nggak apa-apa kok yang penting ada Kak Agung," ucapnya yang kemudian mendapat bungkaman di mulut dari telapak tangan sang abang.
"Denger ya Lia, dari semua yang ikut, yang harus diwaspadai itu, ya pacar kamu sendiri," ucap Aldo.
Belum sempat ada yang menanggapi, Ardi yang menghampiri mereka setelah tadi sibuk dengan ponselnya mengatakan bahwa pesawat akan segera berangkat, perdebatan mereka pun seketika terhenti.
***
Sesampainya di Bali, mereka menaiki mobil menuju villa yang akan mereka tempati selama berlibur di sana. Villa milik Justin yang tidak menyangka akan sebesar ini.
"Yakin ini villa abang lo Ar?" Tanya Edo yang masih takjub dengan gedung bertingkat dua yang begitu megah di hadapannya. Bukan hanya pemuda itu, mereka hampir semua merasa tidak percaya.
"Coba liat alamatnya palsu nggak? Ntar kita diusir lagi." Ipang merebut ponsel yang dipandangi oleh Ardi, terdapat tulisan alamat yang sama tertera di layar yang menyala. "Bener sih."
"Sumpah gede banget." Aldo yang ikut menanggapi melangkah lebih dulu menuju teras yang ubinnya begitu mengkilap, banyak patung-patung khas Bali terletak di sekitar bangunan yang menambah kemewahan pada villa itu.
Karin dan Nadia dengan semangat melangkah ke samping villa yang merupakan taman buatan, kolam ikan sampai gazebo tertata begitu indah di sudut sana.
"Ini si nggak usah kemana-mana di rumah aja juga udah liburan namanya," ucap Nadia.
Agung menepuk bahu Ardi yang masih merasa takjub dengan pemandangan yang dilihatnya. "Sekian lama gue kenal keluarga lo, baru kali ini bener-bener yakin bahwa abang lo itu beneran kaya," ucapnya tidak menyangka.
Ardi menoleh, pemuda itu merangkulkan lengannya pada leher sang sahabat kemudian menariknya untuk ikut menyusul teman-temannya."Nikmatin aja, ini baru liburan namanya, " ucap pria itu dengan semangat.
Setelah rasa takjub mereka berganti menjadi rasa penasaran dengan seperti apa kemewahan isi di dalamnya, mereka disambut oleh pasangan suami istri penjaga villa yang dengan ramah menunjukkan setiap sudut yang terdapat dalam bangunan itu.
Tidak lupa juga pasangan suami istri itu mengumpulkan empat asisten rumah tangga yang bertugas menjaga kebersihan di sana, dan mereka dengan sigap akan memenuhi kebutuhan si tuan rumah.
__ADS_1
"Bener-bener kaya istana, ini beneran villa Bang Justin, aku nggak nyangka." Karin berkomentar saat dia juga suaminya masuk ke dalam kamar utama yang berada di villa itu.
Ardi tersenyum sebagai tanggapan, dirinya pun masih tidak menyangka, dan kamar yang begitu luas itu masih saja membuatnya berdecak kagum saat membuka kamar mandinya. "Ini mah seharian berendem juga betah," ucapnya pada sang istri yang kemudian beranjak menghampiri. "Mandi bareng yu," goda pria itu.
***
Alya, Lisa juga Adelina memilih untuk satu kamar saja, mereka menolak tidur sendiri-sendiri dalam kamar yang begitu luas.
Berbeda dengan para laki-laki yang memilih kamarnya satu-satu, bangunan yang begitu luas itu terdapat puluhan kamar di dalamnya.
"Aku tunggu kamu menyelinap masuk ke kamar aku nanti malam," ucap Ipang yang mendapat surakan dari teman-temannya saat mereka memulai pembagian kamar.
Lisa yang memberikan pelototan atas candaan kekasihnya itu akhirnya tersenyum juga.
"Si Ipang tuh kadang-kadang suka gila," ucap Lisa saat mereka mulai merapikan barang-barang pada lemari di kamarnya.
Adelina menanggapi dengan tertawa, "tapi lucu tau Teh, nggak kaya A Agung kaku banget," ucapnya.
"Ka Agung kan beda, dia itu cowok idaman banget." Alya ikut berkomentar.
"Eh hubungan kamu sama Aldo gimana?" Tanya Lisa yang membuat Adelina kemudian terdiam.
Gadis itu menoleh, lalu tersenyum, "udah putus," jawabnya.
"Putus?" Tanya Alya yang merupakan adik kandung dari pemuda itu. "tapi dia bilangnya nggak putus tuh," tambah gadis itu.
Adelina mengerutkan dahi, "masa sih dia bilang gitu, orang kita udah putus kok."
Alya mengangguk, "sebelum aku tau ternyata pacar Kak Aldo itu kamu, dia sempet bilang kalo sama pacarnya yang kali ini dia mau serius."
Adelina tertawa, "bisa aja kamu," ucapnya, usia mereka yang memang seumuran membuat gadis itu sepakat untuk saling memanggil nama.
"Dih serius tau."
Cerita dari calon kakak iparnya itu membuat Adelina menjadi sedikit bimbang dengan perasaannya sendiri, namun dia tidak mau banyak berharap pada sesuatu yang belum pasti, gadis itu beranjak berdiri, "aku ke dapur dulu ya haus banget," ucapnya, kemudian melangkah pergi saat mendapat anggukan dari mereka.
Sesampainya di dapur, Adelina membuka kulkas yng ternyata isinya begitu lengkap dengan bahan masakan, tapi tidak ada minuman di sana.
"Cari apa Kak?" Tanya salah satu asisten rumah tangga di sana dengan begitu ramah.
Adelina yang sedikit terkejut kemudian tersenyum, "aku haus tapi nggak ada minuman?"
"Oh, kulkas yang itu khusus buat bahan makanan aja, Kak, minuman sama makanan ringannya ada di kulkas sebelah sana," ucap perempuan yang seumuran dengannya, gadis itu mengaku bernama Sari, dan Adelina kemudian berterimakasih.
Adelina beranjak pada kulkas yang lebih besar, dan saat membukanya, dia kembali takjub dengan isinya yang serba ada.
"Sengaja di stok banyak Kak, soalnya kata bapak, adik Pak Justin mau liburan di sini sama teman-temannya, jadi itu buat kalian," ucap Sari dan dari situ dia tau bahwa gadis remaja itu adalah anak pasangan suami istri penjaga villa ini, dan yang baru ia ketahui ternyata mereka juga bukan asli orang sini." Yaudah saya pergi dulu kalo ada apa-apa panggil aja."
Setelah berterimakasih, dan gadis bernama Sari beranjak pergi, Adelina mengambil satu botol air mineral dingin kemudian meminumnya. Saat berbalik dia sedikit terkejut dengan seseorang yang berdiri di belakangnya.
"Kak Aldo ngagetin aja," omel gadis itu.
__ADS_1
Aldo tersenyum, "ngapain?" Tanyanya.
Adelina menunjukkan botol air mineral yang sudah ia minum setengah, "Kak Aldo mau minum juga?"
"Boleh," ucap Aldo, mengambil botol dari tangan gadis yang berdiri di hadapannya, kemudian meminumnya sampai habis.
"Ih, itu kan bekas aku," protes Adelina.
Aldo melempar botol bekas itu ke dalam tong sampah, "Kenapa kalo bekas kamu, takut dibilang ciuman secara nggak langsung," sindirnya. "Yang secara langsung juga udah pernah," imbuh pemuda itu yang membuat Adelina semakin salah tingkah.
Gadis itu kesal pada jantungnya sendiri yang selalu saja berdetak lebih cepat jika berhadapan dengan sang mantan kekasih, senyum itu selalu saja membuat hatinya menjadi lemah.
Mendapati gadis di hadapannya diam saja Aldo kemudian mendekat, dan Adelina yang reflek memundurkan tubuhnya tidak sengaja menabrak kulkas dan membuatnya tidak bisa kemana-mana.
"Kangen boleh nggak si?" Tanya pemuda itu.
Adelina mengerjap gugup, punggungnya yang menempel pada kulkas membuatnya tidak bisa kembali mundur saat pemuda itu terus mendekat. "Kangen sama mantan boleh kok," balasnya tanpa menoleh.
"Kalo sepaket sama pengen balikan boleh nggak?"
Adelin berusaha memberanikan diri untuk menatap wajah tampan pemuda di hadapannya, "Kenapa Kak Aldo bilang sama Alya kalo kita nggak putus?" Tanyanya.
Aldo tersenyum, "emang aku nggak mau putus," ucapnya.
"Tapi kan, Kak–,"
Adelina sedikit terlonjak saat pemuda di hadapannya itu menutup mulutnya dengan telunjuk, mengisyaratkan untuk diam.
"Aku ikut liburan ini karena tau kamu ternyata ikut," uvap Aldo, dan hal itu tentu saja membuat Adelina semakin salah tingkah. "Kalo aku bilang sama kakak kamu bahwa aku mau berjuang, kamu mau dukung nggak?" Tanyanya yang membuat gadis itu semakin bimbang.
***iklan***
Netizen: set gak ada adegan sivokan padahal gue nungguin 😒
Author: Astagfirullah, iya juga 😂
Netizen: Thor penasaran itu villa Bang Entin segede apa si? 🤔
Author: ya gede banget lah pokoknya, lu dari kamar pengen ke dapur kudu bawa jps biar nggak nyasar. 😌
Netizen: Gileee itu mah bangun saur dari kamar ke ruang makan pas nyampe udah imsak ya. 😆
Author: Bukan main, udah buka malah. Lu nyapu halaman belakang bedug subuh , nyampe depan udah isya itu. 🙄
Netizen: Nyang bener aja thor itumah pembantunya dari ujung ke ujung nggak saling kenal ya 🤣
Author: Bisa jadi. Itu pas mereka ketemu pada ngobrol. Eh mbak dinasnya di ujung Kidul ya?
Enggak saya dinas di ujung Kulon.
Oh kenalin saya Saroh, bagian dinas di ujung wetan. 😂
Netizen: gila thor itu bikin rumah segede itu semennya berapa banyak. 😆
Author: ngapa nyambungnya ke semen si 😑 udah lah aku mau minta dukungan aja vote yang banyak ya biar bisa bertahan 10 besar. Makasih buat kalian yang luar biasa 😘 salam hahahihi.
__ADS_1