Nyawa Di Senapan, Cinta Di Hatimu

Nyawa Di Senapan, Cinta Di Hatimu
116. Belum bebas perkara.


__ADS_3

Cek respon pembaca ya🥰😘.


🌹🌹🌹


"Ampuuun Tuhan.. nggak kuat banget rasanya begini. Gariiiinn stooopp..!!!" tak hentinya Bang Sanca mengomel karena Bang Garin sengaja menyendatkan mobilnya agar Bang Sanca terganggu.


"Hwahahahaha.. komandan gagah perkasa akhirnya tumbang gagal total" Bang Garin juga tak hentinya berjoged dan malah menaikan volume music kendang kempul yang membuat Bang Sanca semakin murka.


"Garin.. Kamu benar-benar cari mati..!!" ancam Bang Sanca.


"Marah aja teroooooss.. anak lu mirip gue.. bisa bunuh diri lu" Bang Garin berjoged tidak jelas tapi langsung menghentikan omelan Bang Sanca yang sudah jelas jengkel melihatnya.


"Anak Sanca mirip gue. Anak Sanca mirip gue"


"Setelah sembuh nanti, gue bom kompi lu..!!!!!!"


"Dengan senang hati bro. Nanti rumahmu juga kusampirkan salam kangen Kapten Garin untuk Kapten Sanca"


Sekali lagi Bang Sanca terdiam. Berurusan dengan Bang Garin bisa mempermalukan dirinya sepanjang masa.


"Abang bisa diam nggak sih??? Kenapa ucapan Bang Garin selalu Abang tanggapi..!!!!!!!" tegur Fia ikut meradang. Bawaan hamil juga membuatnya ikut emosi.


"Okee.. Abang yang salah lagi..!!" ucapnya bernada keras pada Fia.


"Hhhkkkk..." tubuh Bang Sanca langsung bereaksi.


"Kualat lu sama bumil..!!!!!!" ledek Bang Garin lagi.


Fia mengusap dada sampai perut Bang Sanca. Terlihat sekali suaminya itu begitu tersiksa.


"Setelah si dedek lahir.. Fia mau anak kembar donk Bang..!!" pinta Fia sembari menunggu kepastian Bang Sanca.


"Allahu Akbar.. yang ini belum juga lahir.. kamu sudah nagih anak kembar. Yang benar aja kamu dek" Bang Sanca semakin pusing berada dalam situasi konyol dan dirinya tidak bisa berbuat apapun.

__ADS_1


"Hahahaha.. Pertanyaan dari Master Garin, Seorang Sanca bisa nggak buat anak kembar??" ledek Bang Garin lagi.


"Kamuu..!!!!!!


"Aaaahh.. Ya Allah.. sakit sekali kepalaku" Bang Sanca tidak jadi berdebat dengan Bang Garin.


Nampak Bang Garin tersenyum penuh kemenangan tapi kemudian dirinya melirik sesuatu di ponselnya.


"Waahh... anggotaku buat acara bakar ikan. Kamu mau ikut San?" tanya Bang Garin baik-baik.


"Jelas saja.. sekalian rumahmu ku bakar" jawab Bang Sanca geram.


"Anak Sanca mirip gue.. anak Sanca mirip gue....!!!" ucapnya berulang-ulang sampai Bang Sanca jengah mendengarnya.


...


"Terima kasih banyak ya Bang Garin atas bantuannya. Fia berhutang banyak sama Abang"


Bang Garin berdehem memasang kacamata dan tampang gagah penuh wibawa.


Fia menahan tawanya mendengar ucap Bang Garin yang nyeleneh.


"Iya Bang.. pasti"


:


"Entah makhluk alam apa si Garin itu"


"Jangan marah terus lah Bang, kalau anak Abang beneran mirip Bang Garin bagaimana?" tegur Fia karena Bang Sanca benar-benar kesal melihat littingnya itu.


"Amit-amit jabang bayi. Nggak ada pilihan lain????" tanya Bang Sanca.


"Nggak ada Bang.. pilihannya, Abang harus sabar" jawab Asya.

__ADS_1


"Ya sudah Abang istirahat dulu. Fia mau beres-beres rumah. Nanti malam mau ke tempat Bang Garin. Acara bakar ikan. Papa Mama sudah pulang bawa anak-anak. Fia bisa tenang."


"Ya ampun.. ketemu dia lagi" gerutu Bang Sanca.


...


Malam hari, Bang Sanca sudah lebih baik. Ia bersiap berangkat dengan pakaian cassual, tidak ingin ribet dengan acara yang bisa tergolong santai.


"Kuat Bang?" tanya Bang Ibra.


"Aman.. malah Fia tuh yang agak puyeng" jawab Bang Sanca.


"Ya sudah pelan-pelan saja. Ola juga nggak begitu tahan udara dingin" kata Bang Ibra.


:


"Astagfirullah hal adzim.. opo maneh iku ya?" setengah mati Bang Sanca malu melihat Bang Garin menyambutnya dengan tanjidor dan terompet angin tapi berbeda dengan Fia dan Ola yang sangat bahagia mendapat sambutan yang luar biasa.


"Ini kita di suruh apa Bang?" tanya Bang Ibra.


"Nge reog kali.. kalau nggak gara-gara Fia pengen bakar ikan, Abang mah ogah urusan sama Garin. Kejantanan kita di pertaruhkan" jawab Bang Sanca.


"Ya sama Bang. Mana bawa bini buy one get one begini, mbelendung semua." gerutu Bang Ibra.


"Ayo turun Bang.. semakin lama disini malah jadi petaka buat kita" ajak Bang Ibra.


"Ya wes ayo. Bismillah..!!" Bang Sanca menarik nafas, berdo'a agar malam ini tidak terasa amat panjang.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2