
Novel tentara kok ketawa melulu 😏. Tentara itu gagah, pegang senjata, perang.. bukannya takut istri. Khayalanmu terlalu tinggi Thor, coba kamu pacaran sama tentara..!!!!!.
Bagaimana menurut pembaca setia Nara????.
🌹🌹🌹
"Bismillah.. sluman slumun s'lamet" gumam Bang Sanca sebelum melakukan adegan berbahaya.
Bang Sanca mencoba mengunyah secuil ikan bakar buatan Fia. Awal masuk ke dalam mulut.. Bang Sanca serasa tidak dapat merasakan bibirnya saking pedasnya ikan bakar buatan Fia.
"Enak Bang?" tanya Fia menunggu jawaban suami tercinta.
Bang Sanca mengangguk-angguk mengiyakan.
"Yeeaayy.. kalau begitu Fia mau bakar ikan lagi"
Seketika mata Bang Sanca melotot.
"Jangan.. ini saja sudah cukup" cegah Bang Sanca.
"Abang bisa... kekenyangan" ucap Bang Sanca beralasan.
Bang Sanca kembali menyantap makan malamnya, setelah dirasa.. ternyata ikan bakar buatan Fia tidak buruk.. hanya saja terlalu pedas.
"Berapa banyak cabainya?" tanya Bang Sanca.
"Hanya seperempat kilo untuk satu ikan." jawab Fia enteng.
"Uhuuukk.. innalilahi wa inna ilaihi Raji'un.." Bang Sanca menepuk dadanya benar-benar harus bersabar menuruti keinginan sang istri.
"Apa terlalu pedas?" tanya Fia berkedip-kedip tanpa ada rasa bersalah.
"Nggak.. hanya bibir ini rasanya hilang dek" jawab Bang Sanca.
"Abang sedih nih dek" saat itu memang Bang Sanca memasang wajah sedihnya.
"Kenapa Bang?" Fia cukup cemas melihat wajah Bang Sanca.
"Ikan seenak ini masa Abang makan sendiri. Harusnya mereka ikut makan lah. Abang khan sehidup seperjuangan dengan mereka, masa makan ikan enak begini nggak ajak-ajak" ucap Bang Sanca memelas.
"Gitu ya Bang. Tapi benar juga ya, kapan lagi makan ikan buatan Fia" jawab dengan serius.
"Nah Khan..!! Cepat panggil mereka untuk makan sama Abang..!!"
~
"Ayolah Bang..!!" Fia setengah merengek menarik tangan Bang Ibra yang menolaknya mati-matian dengan alasan Bang Sanca takut kurang lauk makan.
"Sudah cepat kembali ke tempat Abang Sanca mu..!! Layani suamimu..!!" kata Bang Garin.
"Bang Sanca sendiri yang ajak makan sama-sama" kata Fia dengan wajah tulusnya membuat kedua pria itu jadi tidak tega.
__ADS_1
Waahh.. ini pasti ada apa-apanya. Sepertinya Bang Sanca pengen ajak aku sama Bang Garin mati bareng.
Bagai terhipnotis.. Bang Garin dan Bang Ibra mengikuti langkah Fia karena tidak tega melihat wajah istri Sanca itu.
~
Bang Sanca menyimpan senyum licik melihat Bang Garin dan Bang Ibra tak bisa berkutik bersamanya duduk di atas gazebo yang baru saja di buat anggota Bang Garin.
Di depan mata mereka terhidang beberapa ekor ikan dari 'surga' dengan bumbu spesial racikan tangan Fia.. ibu Danki sebelah.
"Mudah-mudahan lambungku aman" bisik Bang Ibra.
"Ya Tuhan.. aku masih pengen nambah anak" gumam Bang Garin.
"Ya Allah.. setelah ini Fia taubat setaubat-taubatnya" imbuh Bang Sanca.
"Ayo di makan.. nggak usah sungkan-sungkan" kata Fia dengan rona bahagia. Sungguh ketiga pria ini ingin menangis kencang berguling-guling meratapi kesialan mereka.
"Anak Papa.. tolong sekali saja tunjukan sayangmu sama Papa. Kamu pengen main sama Papa khan" gumam lirih Bang Sanca.
Dengan rasa setengah hati dan tidak ada keikhlasan diri sama sekali, ketiga pria sial itu menyendok ikan dan melahapnya. Rasa pedas panas terbakar langsung memenuhi rongga mulut ketiganya.
"Huaaahhh..." Bang Garin langsung pontang panting mencari minum. Tak di sangka gerak polah tingkah nya mengakibatkan sesuatu.
kreeekk..
Terdengar bunyi kayu berderit dan tak lama..
"Hwaaa.." pekik Fia, satu-satunya wanita di atas gazebo itu.
"Alhamdulillah.." ucap ketiganya.
"Eehh.. Astagfirullah.." ketiganya meralat ucapannya.
"Abaaang.. sakiiit..!!" ucap Fia tanpa sengaja tertindih p****t Bang Garin.
"Heeehh Gariiiinn..!! Bini gue, lu tindih. Mau gue tumbuk halus lu????" bentak Bang Sanca sambil menolong Fia yang setengah tertelungkup tertindih Bang Garin.
"Eehh.. maaf San. Makanya empuk banget, nggak sakit" jawab Bang Garin.
"Matamu..!!!" umpat kesal Bang Sanca.
"Ada Sanca Junior nih. Mau kena kutuk lu???" geram sekali Bang Sanca melihat wajah Bang Garin.
"Lah.. Ibra kemana?" tanya Bang Garin.
"Saya seutuhnya tertindih Abang karena menyelamatkan Fia. Ada Sanca Junior khan" jawab Bang Ibra memercing kesakitan.
"Heeii kalian.. Apa yang kalian lihat??? Cepat bantu..!!!!" perintah Bang Garin penuh wibawa tapi jauh berbeda di mata Bang Sanca dan Bang Ibra.
...
__ADS_1
"Gimana dek? Perutnya ngilu?" tanya Bang Sanca cemas.
"Masih sedikit kram Bang. Maaf ya, Abang jadi nggak makan ikan" ucap sesal Fia.
"Nggak apa-apa. Yang penting kamu sama anak kita. Apalah arti sepotong ikan kalau kamu kenapa-napa" jawab Bang Sanca mengusap perut Fia memasang wajah memelas padahal dalam hatinya tertawa girang karena tidak harus memakan makanan berbahaya sekelas ikan fugu.
"Apa Fia masak lagi??" tanya Fia tak tega.
Bang Sanca meneguk salivanya.
Tak lama Bang Garin datang membawa banyak makanan bahkan ada bucket bunga cantik.
"Aduuuhh Fi.. suamimu bikin kita repot setengah mati. Dia pesan banyak makanan sampai bucket ini buatmu lho" kata Bang Garin.
Bang Garin berjalan dan berhenti di depan Fia dengan senyumnya kemudian menginjak kaki Bang Sanca sekuatnya memberi kode keras pada Bang Sanca agar menangani istrinya.
"Abang sudah pesan makanan kok sayang.. nggak usah masak. Ini juga Abang pesan bunga buat kamu" Bang Sanca tersenyum kemudian mengecup kening Fia mendalami peran dadakan.
"Gitu ya Bang, ya sudah Fia nggak jadi masak" jawab Fia.
Senyum kelegaan tersungging dari keduanya.
"Oiya biar Dia istirahat bentar, ada anggota yang ingin bertemu denganmu. Ada perlu katanya" ajak Bang Garin.
:
"Apaaaaaa????? Nggak salah?????" pekik Bang Sanca langsung memegangi kepalanya yang pening.
"Benar Pak, totalnya sembilan juta rupiah" kata seorang kurir.
"Gariiiinn.. astagfirullah hal adzim. Urusan Pak Nainggolan belum beres sekarang ada lagi tagihan kurir. Kamu pikir ini uang gambar Gareng.. tinggal gunting" Bang Sanca sudah mencak-mencak tak karuan.
"Boleh saja sih aku yang bayar, asalkan kamu jangan cemburu kalau di bucket bunga itu ganti nama dari suami tercintamu.. Abang Garin"
"Kauuu......."
"Aahh sudahlah.."
"Aku waras.. ngalah. Aku waras.. ngalah" ucap Bang Sanca berkali-kali sampai hatinya berangsur tenang.
"Haduuuuhh.. kalau Fia tau aku bisa sumpahin balik jadi kecebong"
"Lah yang di sumpahin khan lu San.. bukan gue" jawab Bang Garin enteng.
"Ibraaaaaaa.... obat jantung Abang dimana??" teriak Bang Sanca meluapkan kesal di ubun-ubun kepala.
.
.
.
__ADS_1
.