Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Jumpa Pers


__ADS_3

Lintang kembali ke apartemen miliknya dengan perasaan lega. Meski urusannya dengan regata belum sepenuhnya beres, tetapi Lintang melihat ada harapan dibalik sikap acuh Regata. 


Tanpa membuang waktu, Lintang menghubungi kuasa hukum serta pelatihnya Koh Toni. Saat ini sedang euforia dua turnamen Jepang dan Hongkong Open telah berlalu. Saat turnamen Jepang Open, Indonesia hanya membawa 1 medali perak dari nomor ganda Putra dan 1 sedangkan Hongkong Open Indonesia medali emas dari nomor tunggal putra. 


Sebentar lagi ada turnamen International Challenge (IC) yang akan diadakan di Medan. Ada jeda waktu 2 minggu terhitung hari ini sebelum IC diadakan.


Lintang, Koh Toni, dan Gilbert pengacaranya duduk di ruang VVIP di salah satu restoran ternama di Jakarta. Ketiganya berdiskusi tentang jumpa pers terkait skandal Lintang.


Sebagai pemain dalam naungan PBSI, Koh Toni sekaligus mewakili PBSI memberikan rekomendasi bagi Lintang agar masalah ini tidak dibiarkan berlarut-larut.


Tak lama kemudian Coach Reno Juru Bicara PB Axiata, klub yang menaungi Lintang turut bergabung dalam diskusi itu. Setelah mereka semua lengkap, Lintang mulai menceritakan garis besar hubungan dirinya dan Regata.


Ketiganya terlihat lega karena Lintang bukanlah predator pelecehan seperti yang dituduhkan netizen. Koh Toni menyarankan agar Lintang hadir dalam rapat lintas forum antara PBSI, PB Axiata bersama kuasa hukumnya di kantor PBSI besok.

__ADS_1


Keesokan harinya, di hadapan ketua dan  para kepala divisi PBSI, Sponsor, PB Axiata, serta tim kuasa hukum Lintang kembali meluruskan tuduhan yang kian lama disematkan kepadanya sebagai pelaku pelecehan.


Diskusi besar terjadi di ruangan itu, dan diputuskan lusa Lintang harus melaksanakan jumpa pers dengan mengundang sejumlah awak media lokal, nasional, dan internasional. Jumpa pers ini juga disampaikan kepada BWF selaku federasi tertinggi Badminton.


"Semangat ya, semoga besok berjalan dengan lancar," 


Lintang tersenyum melihat pesan Whatsapp Regata disertai foto selfienya bersama Mia.


Dua orang ini yang membuatnya yakin untuk menghadapi jumpa pers besok. Setelah semua persiapan yang melelahkan, Lintang tak ingin menyerah begitu saja. Kalau memang setelah jumpa pers karir badminton benar-benar berakhir maka itu adalah harga yang setimpal dari perbuatannya.


*****


Ruang konferensi PBSI telah dipenuhi oleh wartawan yang telah bersiap dengan perangkat komunikasinya. Bukan hanya itu saja, beberapa media memasang siaran live streamingnya. 

__ADS_1


Tepat jam 9 pagi, jumpa pers dimulai. Lintang duduk didampingi kuasa hukum dan Koh Toni serta jubir PB Axiata. Sementara itu staf PBSI dan Humas PBSI ikut memantau jalannya jumpa pers.


Lintang menceritakan secara singkat tentang hubungannya dan Regata. Baru 20 puluh menit jumpa pers berlangsung, live streaming akun badminton PBSI dan media lainnya dipenuhi hujatan dan makian. Mereka menyayangkan mengapa Lintang mengulurkan waktu klasifikasinya hampir 1 bulan. Komentar lainnya mengaitkan hubungan tersebut dengan performa naik turun.


Lintang dan PBSI sepakat agar tidak menonaktifkan fitur komentar. Biarlah netizen menumpahkan kekesalan, serta kemarahan mereka. Toh, netizen selalu punya cara agar ujaran kebenciannya tersampaikan.


Pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan awak media jawabnya dengan tenang. Lintang menahan diri agar tidak terpancing membuka identitas Regata dan keluarganya. Sudah cukup mereka menderita karena ambisinya mengejar karir, kali ini akan dihadapinya sendiri.


Jumpa pers yang awalnya dijadwalkan satu setengah jam, kini melebar hingga 2 jam lebih. Lintang melalui pengacaranya mengisyaratkan agar tidak menghentikan konferensi pers, hingga semua pertanyaan jurnalis dijawab olehnya.


Akhirnya Lintang berhasil melewati jumpa pers tersebut. Seolah ada ikatan di tubuhnya yang terlepas. Lintang merasa hati dan perasaannya lebih ringan dari biasanya. Setelah ini dia ingin pulang, berendam di air es, dan mengobrol dengan Regata. Tentu saja via video call WA. Melihat kondisi yang masih belum stabil pasca jumpa pers, lebih baik mereka tidak saling bertemu dulu. Lintang bersyukur Regata tidak banyak menuntut dan memahami alasannya dengan baik. Semoga saja ini awalnya baik, batinnya meninggalkan gedung PBSI.


...----------------...

__ADS_1


 


__ADS_2