Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Kedatangan yang tak Diharapkan


__ADS_3

Siang itu ruang latihan bulu tangkis pelatnas dihebohkan dengan kedatangan Tara beserta rombonganya yang terdiri dari satu orang wanita dan dua orang pria. Lintang yang sedang melakukan sparing dengan tim ganda putra di panggil oleh Koh Aliong, pelatih ganda putra.


“Iya koh?” tanya Lintang mendekat ke arah Koh Aliong yang berdiri di sisi lapangan.


“Ada tamu” ujar Koh Aliong sambil menunjuk pintu masuk tempat Tara berada.


“Yok, yang lain terus latihan” Koh Aliong memperingatkan atlet ganda putra yang lain tetap fokus berlatih.


“Hey babe” Sapa Tara pada Lintang


Lintang menatap beberapa orang yang ikut bersama Tara, yang asyik berfoto dan melakukan siaran langsung”


Lintang membawa Tara agak jauh dari rombongan orang itu.


“Ini hadiah buat kamu, aku dapat honor dari acara Blackforest” ujar Tara menyerahkan goddie bag berisi parfum.


Lagi-lagi Tara memberinya hadiah. Entah apa yang Tara lakukan sampai di izinkan masuk diluar jam kunjung. Jika hanya satu atau dua kali Tara berkunjung Lintang bisa memahami, tapi Tara terlalu sering berkunjung sampai Lintang terang-terangan disindir dalam evaluasi mingguan.


Lintang pernah menegur Tara secara halus agar tidak perlu mengunjunginya, setelah itu Tara akan menuduhnya macam-macam. Lintang tidak ingin ada drama di antara hubungan mereka. Akhir – akhir ini dia menyesali keputusannya menjalin hubungan dengan Tara yang ternyata berbeda 360 derajat dari perkiraanya.


Tara terlalu protektif dan mendominasi hubungan mereka. Tara juga melakukan sesuatu tanpa membicarakan terlebih dahulu dengan Lintang. Lintang

__ADS_1


cukup menahan malu, saat Tara bilang mereka telah berbicara untuk melanjutkan


ke hubungan yang serius. Informasi yang Tara sampaikan pada acara Blackforest


sungguh diluar dugaan Lintang. Padahal Lintang sendiri tidak pernah mengungkit


ataupun memberi sinyal bahwa hubungan ini akan maju ke tahap selanjutnya.


“Gak usah kamu udah banyak kasih aku hadiah” ujar Lintang


“Kenapa? Ini cuma parfum” tanya Tara heran.


“atau karena ini cuma parfum, jadi kamu tolak?” cecar  Tara.


“Aku izin kok masuk ke sini! Jangan-jangan ada perempuan lain yang kamu taksir makanya aku gak boleh terus-terusan datang biar kamu bebas selingkuh?” ujar Tara dengan nada tinggi.


Rombongan yang ikut bersama Tara berlari mendekat setelah mendengar suara Tara.


Lintang berusaha menenangkan Tara agar perempuan itu mengecilkan suaranya yang terdengar menggema di ruang latihan itu.


“Biar aja semua orang dengar!” ujar Tara lagi.

__ADS_1


Lintang meminta rombongan yang ikut bersama Tara membawa perempuan itu keluar dari pelatnas karena kehadiran mereka telah menganggu sesi latihannya.


Tara berontak dan melancarkan sumpah serapah pada Lintang.


Security datang lalu membawa Tara beserta yang lainnya keluar.


“Kenapa lagi kalian berdua?” tanya Bisma sambil menepuk pundak Lintang


“Gak tahu, pusing” ujar Lintang


Bisma merangkul Lintang. Mereka berdua berjalan kembali ke tempat di mana peralatan olahraga mereka di taruh.


“Koh Aliong lagi pergi. Kita di suruh istirahat” ujar Bisma sambil mengelap keringatnya.


“Kemana?” tanya Lintang


Bisma mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu.


Lintang menduga Koh Aliong bertemu pelatih tunggal putra untuk membicarakan kejadian barusan.


Kepala Lintang pusing, pikirannya sedang tidak fokus dengan tuduhan-tudahan Tara. Perempuan itu terlalu berlebihan. Lintang berpikir untuk segera mengakhiri hubungan tidak sehat ini sebelum dirinya semakin terjebak dalam hubungan yang toxic.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2