Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Alasan Atlit


__ADS_3

“Om jangan bilang mama yah” pinta Mia dengan wajah memelas.


“Om gak bakal bilang kalau kamu cerita semuanya” ujar Genta tenang.


Mia dengan senang hati menceritakan pertemuannya dengan pak wahyu dan larangan Regata. Genta mendengarkan dengan saksama cerita Mia sambil menebak-nebak alasan Regata yang sebenarnya.


“Janji ya Om” ujar Mia di akhir ceritanya sambil mengacungkan kelingking kecilnya, meminta Genta mengaitkan kelingkingnya sebagai tanda bahwa janji mereka telah sah.


Sepanjang sore Regata menatap Genta dan Mia curiga. Kedua orang itu terlihat seperti menyembunyikan sesuatu.


“Kamu sama om Genta kemana aja” tanya Regata sambil berbisik.


“Pulang terus isi bensin”


“Mah, aku udah mulai ikut persiapan lomba”


Regata teringat wali kelas putrinya mengatakan bahwa satu jam di mata pelajaran terakhir akan menjadi waktu latihan Mia agar Mia bisa pulang sesuai jam normal pulang sekolah.


Regata juga mempersiapkan peralatan menggambar, dan segala kebutuhan lain yang kemungkinan akan dibawa putrinya nanti.

__ADS_1


 


...****************...


Arimbi bersorak gembira, saat mendengar kabar Mia terdaftar menjadi salah satu peserta lomba yang akan diberangkatkan ke Jakarta. Sebentar lagi dia akan bertemu cucunya yang telah dia nantikan bertahun-tahun. Arimbi mempersiapkan rencana yang matang agar suaminya tidak curiga sampai hari H pelaksanaan lomba.


“Ada apa ma?” tanya Danu melihat wajah istrinya tampak berbinar.


“Kegiatan donor darah berjalan dengan baik” ujar Arimbi tenang. Arimbi tidak sepenuhnya berbohong. Kegiatan donor darah yang dilakukan oleh Yayasan Thalasemia dimana Arimbi sebagai salah satu foundernya berjalan lancar, meskipun otaknya sedang memikirkan hal lain.


Danu Atmaja menyetel televisi, sebelum tidur dirinya selalu melihat berita terakhir di hari itu sambil menunggu kalau-kalau ada telepon masuk dari kantor, asisten, ataupun koleganya.


“Papa waktu itu ada agenda mampir ke tempat yang rencananya akan dijadikan ibu kota negara yang baru, tapi udah di telepon suruh balik” ujar Danu memecah keheningan antara dirinya dan Arimbi. Respon Arimbi hanya mengangguk sambil men scroll gadgetnya.


Pemirsa berita terakhir malam ini datang dari kejuaraan Olahraga Badminton, Spanyol terbuka yang dilaksanakan pada tanggal 11 - 16 Maret 2018 di Barcelona. Wakil tunggal Putra Indonesia, Lintang Wiryateja gagal melaju ke babak final setelah kalah straight game dari tunggal putra asal Singapura Kenny Liem dengan skor 21-18, 21-12. Kekalahan ini membawa rekor bagi Singapura menuju final, setelah puasa gelar sejak tahun 2004.


Dengan demikian sektor Ganda Putra Krisna Danar Rivaldi / Pijar Gilang menjadi satu-satunya wakil Indonesia di final setelah menang atas rekan senegaranya Edgar Sumantri / Brian Rotinsulu dengan skor 19-21, 23-21, 18-21.


Berita ini sekaligus menutup perjumpaan kita, jangan lupa saksikan Spektrum Indonesia Pagi pukul 06.30 sampai 07.30 Waktu Indonesia Barat, hanya di Spektrum TV. Saya Diah Arunika pamit undur diri, sampai jumpa.

__ADS_1


“Kalah lagi, entah kapan menangnya” gumam Danu sembari mematikan televisi.


“Kalau menang semudah itu semua orang juga mau menang Pak” balas Arimbi.


“Namanya juga pertandingan, kalah menang ya biasa, lagi pula penonton kan gak tau kalau atletnya ada cedera atau kondisi lapangan, cuaca di sana gimana” sambung Arimbi lagi tak terima.


“Yah alasan biasa papa udah sering dengar belum beruntunglah, cederalah kalau lawan ada motivasi untuk menang, pemain Indonesia selalu ada alasan saat kalah” komentar Danu.


“Yang penting ada usaha loh pah untuk menang, gak cuma berdiri nonton kock aja di lapangan. Ini juga turnamen beruntun waktu istirahatnya pasti juga berkurang”


“Lah terus mama pikir sponsor sama negara bayar tim medis, fisioterapi, psikolog, dan lain-lain itu fungsinya untuk apa? lagipula itu resiko atlet badminton”


“Ya papa pikir aja sendiri mana ada atlet yang mau kalah dalam pertandingan kecuali dia ‘main sabun’!”


Danu segera mengetik pencarian di google istilah main sabun yang dimaksud istrinya ternyata adalah bertindak tidak jujur dalam pertandingan karena adanya suap atau sengaja kalah dari rekan senegaranya.


“Mana bisa Lintang main sabun sama atlet negara lain, memangnya dia dibayar?” tanya Danu


Arimbi mengerutkan keningnya. Pembicaraan dengan suaminya mulai tidak nyambung.

__ADS_1


“Entahlah papa pikir aja sendiri. Yang jelas badminton selalu bawa Indonesia bangga gak kayak olahraga lain, udah makan biaya besar juara juga nggak!” ujar Arimbi sambil menarik selimut dan tidur membelakangi Danu. Biar saja suaminya marah anggap saja itu sindiran untuk klub bola yang 20% saham klub itu milik suaminya,


__ADS_2