Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
All England (3)


__ADS_3

"This is the Yonex All England Open Badminton Championship Men's Single Final, let's react for the player. First step and the number one from Denmark, Alexander Eriksen"


Utilita Arena Birmingham dipenuhi sorak sorai dan aplause meriah. Alex berjalan menuju lapangan.


"And the opponent the number eighteen from Indonesia, Lintang Wiryateja" 


Penonton Indonesia bersorak sorai sambil mengibarkan bendera. Lintang berjalan melewati Alex, aura Alex cukup kuat mengurangi rasa percaya diri Lintang. Selama tour Eropa Alex belum terkalahkan, posisi rangking satu dunia telah didudukinya selama 22 Minggu. Bukan hal yang mudah mempertahankan posisi itu, rangking dua dunia hanya selisih 500 poin dengan poin milik Alex. 


Lintang melepas jaket yang dikenakannya lalu menuju lapangan, di sana dia bersalaman dengan Alex dan wasit. Wasit memegang koin dan meminta kedua pemain untuk memilih gambar yang ada di salah satu sisi koin, lalu menjentikan koin ke udara untuk menentukan servis pertama.


Pemanasan dimulai. Layar besar di arena menampilkan profil kedua pemain, profil wasit utama, dan wasit servis. 


"Ready to play"  ujar wasit menandakan pemanasan telah berakhir dan pertandingan akan dimulai. Penonton bersorak sorai. Lintang merasa sangat gugup saking senangnya berada di final bersama rangking satu dunia. Tribun hening saat Lintang melakukan servis pertama.


"Out, one - love" 

__ADS_1


Poin pertama untuk Alex, servis Lintang tidak melewati daerah servis melainkan jatuh di depan garis putih. Lintang mengumpat. Ekspresi tak tenang nampak di wajahnya. Koh Toni harap-harap cemas melihat tingkah Lintang.


"Let's go Denmark, Let's Go!" teriak pendukung Denmark. Seperempat tribun dipenuhi pendukung Denmark bahkan ada yang terang-terangan memasang taruhan untuk pertandingan tersebut. Pendukung Indonesia hanya komunitas kecil yang terdiri dari mahasiswa, TKI, beberapa badminton lovers, dan seorang bapak paruh baya yang merupakan maskot BL Indonesia bernama Pak Tirto.


Pak Tirto pertama kali di notice oleh BL Indonesia saat laga di Istora dan Asia Tenggara, beliau hampir tidak pernah absen mendukung Indonesia dengan kostum khas suku-suku di Nusantara, yang beliau desain dari barang daur ulang. BWF mengapresiasi loyalitas Pak Tirto dalam beberapa postingan di akun resmi mereka, bahkan Pak Tirto dibuatkan tajuk khusus perjalannya sebagai badminton lovers. Gosip yang beredar di kalangan badminton lovers Indonesia, belakangan Pak Tirto di back up oleh sponsor yang bersedia membiayai perjalanannya sebagai pendukung di Tim Indonesia di berbagai turnamen level 300 hingga penutupan tour BWF. Tapi gosip ini tidak pernah dikonfirmasi kebenarannya oleh Pak Tirto.


Garuda di dadaku, Garuda kebangaanku


ku yakin hari ini pasti menang 


Game pertama kembali berlanjut. Lintang belum bisa menguasai diri dan dan menguasai permainan. Euforia di Birmingham masih menggetarkan hatinya, seluruh badannya merinding mendengar suporter Denmark menyanyikan lagu kebangsaan mereka padahal babak pertama belum berakhir. 


Lintang berpikir  cara meruntuhkan pertahanan Alex. Smash kencang Lintang berhasil Alex patahkan, Dropshotnya mudah dikembalikan Alex meskipun posisi tubuhnya berada di ujung lapangan, Alex lincah mengejar bola. Placing Lintang melebar ke luar lapangan, menghasilkan angka bagi Alex. Suporter Denmark makin bersemangat dan optimis Alex akan menang mudah, straight game. Babak pertama berakhir dengan skor Africa, 8-21.


"Kamu harus lebih sabar, ajak adu drive, jangan kasih bola tinggi, harus berani capek, bisa ayo bisa" ujar Koh Toni mengakhiri arahannya. Setelah pertandingan kemarin mereka telah mengatur strategi a, b, c semua mereka pertimbangkan untuk dipakai saat pertandingan. Hari ini rencana yang telah disusun belum terlihat. Lintang tak mampu keluar dari pertahanan di awal babak kedua.

__ADS_1


Lepas interval kedua Lintang mulai bisa menguasai diri, emosi dan tekanan. Teriakan suporter tidak dihiraukan. Lintang fokus membobol pertahanan lawan. Kelebihan adu drive, dimanfaatkan untuk mendulang poin demi poin. 


Utilita arena semakin memanas saat Alex terpeleset. Suporter Denmark yang mayoritas berada di bangku VIP berteriak. Skor 17-17. Wasit menghentikan sementara permainan. Empat panitia berlari ke lapangan. Dua panitia memperbaiki sisi lapangan yang bolong dengan lakban hitam, sedangkan dua lainnya adalah petugas medis yang memeriksa tungkai Alex.


Layar menayangkan ulang posisi jatuh Alex, komentator mengatakan bahwa posisi itu sangat tidak menguntungkan Alex karena tampaknya tempurung lututnya sedikit bergeser, terlihat jelas ada bagian yang menonjol tak normal saat jatuh.


Salah satu petugas menyemprotkan Etil klorida di bagian betis dan paha untuk mengurangi rasa sakit. Alex meringis kesakitan menahan nyeri yang mulai menjalar ke seluruh kaki kanannya. 


Pelatih Denmark menghampiri Alex bertanya apa dia masih bisa melanjutkan pertandingan, Alex menggelengkan kepalanya sambil menunjuk lututnya yang sedikit demi sedikit berubah kemerahan. 


Tim medis menginstruksikan keempat relawan medis membawa tandu ke tengah lapangan. Penonton semakin ricuh. Pelatih Denmark menghampiri wasit mengatakan sesuatu dalam bahasa Inggris. Wasit menyatakan pertandingan selesai, Alex retired otomatis Lintang keluar sebagai juara All England sekaligus menutup kompetisi badminton tertua di dunia itu.


Lintang menghampiri Alex menunjukan simpati dan empatinya. Lintang menghadap ke tribun penonton dan menundukan kepalanya mengucapkan terima kasih kepada suporter dan penonton yang hadir malam itu.


Sesi foto dan penyerahan hadiah berlangsung cepat. Perasaan Lintang campur aduk, baginya ini adalah titel pertama sekaligus kemenangan menyedihkan baginya. Dia tidak bermain bagus, tidak mengeluarkan semua kemampuannya, juga lawannya menyerah karena cedera. Bagi Lintang titel ini bukan kemenangan sesungguhnya, tidak lebih dari sebuah keberuntungan. Tidak ada selebrasi, tidak ada rasa bangga, dan semua orang tahu kalau pun tetap melanjutkan pertandingan dia kemungkinan besar kalah telak, karena sejak awal Alex telah menguasai pertandingan.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2