
"Selamat bray, lanjut ke babak perempat final" ujar teman-teman Lintang memberinya semangat. Pada laga 16 besar malam tadi, Lintang berhasil mengalahkan pemain Thailand straight game dengan skor 21-9, 21-17.
Kemenangan itu sekaligus mempertemukan Lintang dengan pemain unggulan kedua asal Jepang, Keisuke Nobunaga di babak perempat final.
"Lu gak istirahat?" tanya Kadek teman sekamarnya.
"Lu duluan aja" ujar Lintang sambil menatap layar televisi. Lintang sedang menonton pertandingan Keisuke, sebagai referensi untuk pertandingan besok.
Lintang dan Keisuke pernah mengikuti turnamen International Series di Slovenia. Keisuke kalah di babak semifinal, sedangkan Lintang berhasil menjuarai turnamen tersebut. Beberapa tahun kemudian karir Keisuke melesat. Keisuke berhasil mengalahkan senior-seniornya dan kini berada di jajaran 4 besar rangking dunia. Setelah 3 pertandingan Keisuke di tontonnya, Lintang mulai mengantuk dan memilih untuk tidur.
Waktu menunjukan pukul 07.00, Lintang menghabiskan sarapannya lalu menuju ruang gym. Koh Toni memberinya waktu 30 menit untuk berolahraga sisanya mereka latihan sebentar, lalu bersiap untuk bertanding.
Lintah bertanding di urutan ke 2, di lapangan 1 dan disiarkan langsung di televisi nasional yang bekerjasama dengan federasi badminton dunia. Pertandingan dimulai pukul 09.00 waktu Denmark.
*****
__ADS_1
Pertandingan pertama telah usai dalam waktu 45 menit. Kini tiba giliran Lintang. Perasaan gugup memenuhi hati Lintang. Beberapa kali Lintang menatap Keisuke yang berada di sampingnya sambil menahan nafas.
Keisuke jauh lebih berisi sekarang dan lebih tinggi dari pertama kali mereka ketemu. Pertemuan mereka telah terjadi bertahun-tahun yang lalu namun masih lekat dalam ingatannya Keisuke menangis usai pertandingan. Semoga hari ini keberuntungan berpihak padanya ujar Lintang dalam hati.
"Ladies and gentlemen on my right Lintang Wiryateja, Indonesia"
"On my left Keisuke Nobunaga, Japan"
Pendukung kedua negara itu bersorak sambil bertepuk tangan. Atmosfer dalam ruangan itu menjadi dua kali lebih panas.
Lintang melakukan servis pertama. Permainan berlangsung sengit. Pertahanan Keisuke tidak mampu ditembus Lintang. Pengembalian bola Keisuke berhasil mengumpulkan angka demi angka hingga akhirnya set pertama dimenangkan oleh Keisuke dengan skor 21-12.
Pada babak kedua Lintang bermain lebih agresif. Dia melancarkan pukulan demi pukulah untuk menembus pertahanan Keisuke dan berhasil mengumpulkan poin. Perubahan strategi Lintang membuat Keisuke kehilangan ritme permainan. Keisuke berusaha mengimbangi permainan net dan bola-bola pendek Lintang namun semua pengembalian bolanya gagal. Lintang mengakhiri babak kedua dengan skor 21-15.
Babak ketiga adalah babak penentuan. Lintang menerapkan pola permainan yang sama dengan babak kedua. Dia berusaha memimpin pertandingan namun keberuntungan belum memihak padanya. Keisuke memaksa Lintang memainkan bola-bola panjang Lintang berusaha menyerang dan mematikan bola dengan cepat.
__ADS_1
"Out"
Lagi-lagi bola keluar dari sisi lapangan.
Lintang mengayunkan raketnya ke udara, melampiaskan kekesalannya. Kesalahan demi kesalahan yang Lintang lakukan, menghasilkan poin untuk lawan dan semakin memperlebar jarak antara poin Lintang dan poin lawan.
"Sabar, jangan buru-buru" teriak Koh Toni memperingati Lintang yang emosinya mulai tidak stabil. Sementara di seberang lapangan, Keisuke terus memprovokasi Lintang dengan tricky shot dan teriakan-teriakan saat poin bertambah. Kedudukan berubah menjadi 19-20 giliran Lintang melakukan service karena berhasil memperoleh angka. Lintang mengambil nafas sejenak. Dia memegang ujung shuttlecock, pandangan diarahkan ke permukaan net dihadapannya.
"tuk" bunyi cock yang dipukul Lintang.
"yeahhhhh" terdengar teriakan panjang di seberang lapangan. Servis yang dilakukan Lintang keluar dari servis area dan dinyatakan out oleh wasit.
Lintang tertunduk lemas, pupus sudah harapannya melaju ke semifinal final.
...----------------...
__ADS_1