Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Keluarga


__ADS_3

"Pa, kita gak bisa nunda lagi. Pernikahan Regata harus segera dilangsungkan," bujuk Arimbi pada Danu saat wanita paruh baya itu menjenguk suaminya di rutan.


Danu berpikir sejenak, mempertimbangkan ucapan istrinya. Bukan karena malu ataupun karena desakan keluarga besar, tetapi karena proses penyelidikan masih berjalan dan Danu bisa pulang menghadiri pernikahan putrinya.


Sebenarnya pada tahap pemeriksaan ini Danu tidak harus mendekam di rutan, selama dirinya kooperatif dan tidak melarikan diri ke luar negeri maka tidak dilakukan penahanan. Setelah tahap penetapan tersangka baru dilakukan penahanan.


Tetapi saat awal kasus ini mencuat kondisinya sedang rumit. Danu mencegah agar suasananya tetap kondusif sehingga memutuskan mengamankan diri di rumah tahanan Polres Jakarta Pusat.


"Pa, keluarga Lintang sudah setuju dan sepakat agar pernikahannya digelar secara tertutup dan sederhana. Hanya keluarga Lintang, keluarga kita, PBSI, dan beberapa teman kerja Ata yang hadir," kata Arimbi.


Danu menyetujui keputusan itu, dua minggu lagi pesta pernikahannya digelar. Kedua belah pihak sepakat melakukan pernikahan di Lembanb dengan konsep semi outdoor. Saat ini Mia tinggal bersama orangtua Lintang, dan di daftarkan di salah satu sekolah swasta. 


Sementara Regata dan Arimbi bolak-balik dari Lembang ke Bandung untuk menyiapkan pernikahan. Karena pestanya hanya mengundang sedikit orang, Regata dan Lintang tidak melakukan pemotretan pre wedding, dan pesta lepas lajang seperti yang di impikannya. 

__ADS_1


"Kamu mungkin mau ngirim baju buat bridesmaid?," tanya Lintang.


"Waktunya gak cukup," jawab Regata.


Waktu yang singkat ini tentu Regata harus bijak memilih mana yang penting dan tidak tanpa mengurangi kesakralan pernikahan mereka. Prosesi nikah akan diadakan sore hari dilanjutkan dengan Pesta pernikahan. 


Regata cuma memilih satu baju pengantin yang dipakai sampai acara selesai. Waktu yang singkat itu tentu mereka tak ingin undangan menunggu keduanya berganti baju. Karena konsepnya semi outdoor, Regata memilih baju berwarna gading yang simple yang memudahkannya bergerak dan tentu saja pergi ke toilet.


Urusan menu makan dipilih oleh mertuanya dan ibunya, di luar dugaan keduanya akrab padahal mereka hanya pernah bertemu ketika Regata kuliah. Sisanya dikerjakan oleh event organizer yang disewa oleh Lintang dan ayah mertuanya.


Regata menolak. Menurutnya kue pengantin tidak terlalu penting di acaranya. 


Setelah persiapan yang melelahkan, dua hari sebelum H-1 mereka mengirimkan undangan. Jumlahnya kurang dari 500 orang. Menjelang H-1 ayahnya tiba di Lembang.

__ADS_1


"Kakek,"  teriak Mia saat melihat Danu muncul. Putri kecilnya berlari menggandeng tangan Danu. Kini lengkap sudah keluarga inti kedua belah pihak. 


Lintang dan Regata baru saja melangsungkan upacara adat dalam tradisi Jawa dan Sunda kini bergabung bersama keluarganya.


"Selamat ya Re, untuk pernikahan kalian," ujar Arga kakak tertua Lintang.


Regata tersenyum sambil mengucapkan terima kasih. Saat pertama Lintang membawa Regata menghadap kedua orang tuanya, Arga satu-satunya yang bersikap dingin pada Regata. 


Regata bisa memahaminya, selama Lintang diterpa berbagai kasus Arga pasang badan membela orang tua dan adik bungsunya. Hampir saja Arga menolak merestui pernikahan mereka, bagi Lintang bukan hanya restu orang tuanya tetapi restu kedua kakaknya juga penting.


Beruntungnya, Kinan istri Arga ikut membujuk Arga agar merestui pernikahan keduanya. Meskipun dipenuhi amarah, Arga menyetujui pernikahan itu. Sedangkan Dewa kakak kedua Lintang dan istrinya Andin meminta mereka segera melangsungkan pernikahan.


Mendengar Arga memberikan ucapan selamat membuat Regata meneteskan air mata. Lintang yang melihat keduanya tengah bercakap-cakap mendekat ke arah Regata mengusap lengan wanita yang besok akan menjadi istri sahnya.

__ADS_1


"Semoga kalian semakin bahagia, dan langgeng sampai mau memisahkan," tambah Arga. Tangis Regata tumpah di pelukan Lintang.


...----------------...


__ADS_2