Ode Untuk Lintang

Ode Untuk Lintang
Menyerah


__ADS_3

Regata masuk ke dalam kamarnya. Dia membuka laci meja kamarnya, mengambil notesnya lalu membuat catatan kecil.


"Selamat siang Dok" sapa Tatiana Guru bahasa Inggris di tempat les putrinya.


"Silahkan duduk Dok" Tatiana mempersilahkan Regata duduk di kursi yang ada di hadapannya.


"Langsung saja ya Dok, ini absen Mia bulan ini" Tatiana menyerahkan lembaran absen yang telah diberi keterangan jumlah kehadiran putrinya selama 24 kali tatap muka dalam bulan lalu.


"Saya tidak tahu kenapa Mia tidak hadir. Teman-temannya bilang Mia datang lebih awal dari yang lainnya namun saat les akan di mulai anak itu tidak ada di ruang kelas" Tatiana berusaha menjelaskan maksudnya dengan bahasa yang dapat dimengerti.


Regata menatap barisan absen itu. Matanya terasa panas seolah tak percaya ke mana saja Mia selama les berlangsung? prasangka negatif memenuhi pikirannya.


Tatiana berusaha memahami posisi Regata. Dibiarkannya Regata meneliti fakta yang ada di hadapannya. Tampaknya Dokter muda itu tidak tahu perihal ketidakhadiran putrinya.

__ADS_1


"Permisi Bu, boleh saya tanya asisten rumah tangga saya sebentar?" Regata meminta izin pada Tatiana.


"Silahkan" ujar Tatiana membiarkan Regata keluar dari ruangan itu.


Beberapa waktu kemudian Regata kembali duduk di hadapan Tatiana. 


"Mia selalu diantar asisten rumah tangga saya. Kata ART saya dia selalu mengantar dan menjemput Mia tepat waktu.


Setelah berdiskusi sebentar, Tatiana mengeluarkan fakta yang lainnya bahwa Mia juga melakukan hal yang sama di jadwal les Matematika.


Regata setuju dengan usulan Tatiana. 


"Bu, kalau boleh tahu berapa biaya les privat untuk kedua mata pelajaran ini?" tanya Regata.

__ADS_1


Tatiana mengeluarkan sebuah brosur yang berisi rincian biaya les privat.


"Les privat kami mengacu pada kurikulum internasional. Harganya Rp. 400.000 per satu setengah jam. Kalau misalnya Dokter ingin tatap mukanya selama 15 kali pertemuan, satu pertemuan misalnya 3 jam tinggal kalikan saja dok" ujar Tatiana.


Regata yang saat itu sedang memegang handphone mengkalkulasikan biaya tersebut. 400.000 × 3 jam × 15 pertemuan \= 18.000.000.


"Rp. 400.000 sudah termasuk alat peraga yang akan menjadi milik pribadi siswa. Harga ini belum termasuk jika guru membantu siswa menyelesaikan tugas sekolah" ujar Tatiana lagi.


Regata menatap catatan yang dibuatnya. Harga 15 pertemuan setara dengan gaji pokoknya. Belum lagi biaya belanja bulanan yang wajib dipenuhinya seperti listrik, air, iuran sampah, uang sekolah, asuransi, tabungan pendidikan Mia, tabungan rencana pendidikan spesialis, gaji ART, kebutuhan dapur, kebutuhan pokok. Belum lagi biaya tak terduga seperti perbaikan mobil, motor, bensin, pulsa. Regata rasanya ingin gila.


Regata mengetuk-ngetuk dahinya dengan ujung pena. Biaya di tempat les Mia Rp.400.000 satu kali pertemuan. Dua puluh empat kali untuk 2 mata pelajaran. Selama satu bulan Regata hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 9.600.000 masih cukup untuk biaya lainnya meskipun merek harus extra hemat.


Les privat dengan total biaya yang sama hanya 8 kali pertemuan. Empat Matematika dan empat lainnya bahasa Inggris belum termasuk menjelaskan PR sekolah.

__ADS_1


"fiuh!" Regata menghembuskan nafas kasar. Dia tidak punya pilihan selain menekan putrinya untuk memanfaatkan tiga jam tersebut secara efisien. Meskipun jauh di lubuk hatinya Regata ragu Mia bisa mengejar ketertinggalan di kedua mata pelajaran tersebut.


...----------------...


__ADS_2