
Studio 3 Pansos TV
Sedang Tayang : Gosip Petang WesWos
Host : Dila Kartika
“Pemirsa WesWos, kabar selanjutnya datang dari artis pendatang baru yang kini membintangi Sinetron Catatan Hati Seorang Pelakor (CHSP), Tara Widuri. Tara yang hari ini merayakan ulang tahun ke dua puluh lima merayakan hari bahagiannya di lokasi syuting ditemani crew film CHSP, seperti apa keseruannya simak cuplikan selengkapnya”
(Cuplikan di lokasi syuting)
Happy birthday to you, happy birthday to you .. tampak para crew menyanyikan lagu ulang tahun sambil membawakan birthday cake yang bertuliskan selamat ulang tahun Tara dan lilin berangka 25.
“Make a wish” ujar salah satu crew.
Tara menutup matanya setengah tersenyum. Beberapa detik kemudian dia meniup lilin. Potongan kue pertama, diberikan kepada Tedja lawan mainnya. Sorak-sorai bergema di lokasi crew saat Tedja menggenggam tangan Tara yang akan menyuapinya.
Perayaan itu di tutup dengan doa dan makan bersama. Tibalah sesi tanya jawab antara reporter WesWos dan Tara.
Reporter : Apa perasaan Tara merayakan ulang tahun di lokasi syuting?
*Tara : Yang pastinya beda, tahun-tahun sebelumnya masih dirayaain di rumah ini pertama kalinya di lokasi s*yuting.
Reporter : Apa harapan kedepannya?
Tara : Jadi pribadi yang lebih baik, panjang umur, sehat selalu, dan semoga karirnya juga ikut berkembang.
Reporter : di kasih kado apa sama pacar?
Tara : hahaha, ucapan selamat.
Reporter : hubungan kalian gimana? Ada rencana ke tahap yang lebih serius?
Tara : Kita baik-baik aja. Dia lagi sibuk latihan untuk turnamen bulan depan. Rencana ke tahap serius sih belum ada, kita masih sama-sama sibuk berkarir. Doain aja yang terbaik.
__ADS_1
Reporter : Apa pendapat Mas Lintang tentang Teja lawan main kamu di CHSP
Tara : Biasa aja. Namanya juga kita di industri hiburan sebagai entertain yang profesional, membangun chemistry dengan lawan main itu perlu. Lintang bebasin aku buat berkarya selama itu positif, ga ada larangan sama sekali.
Reporter : Promosiin CHSP
Tara : Halo Pemisra eh pemirsa Weswos TV hahaha, saya Tara Widuri berperan sebagai Serli jangan lupa saksikan Sinetron Catatan Hati Seorang Pelakor setiap hari Senin - Sabtu Pukul 19.00 - 20.30 WIB hanya di Pansos TV, dadah.
(Kembali ke studio)
“Gimana pemirsa, seru banget kan ulang tahun di lokasi shooting?”
“Pemirsa tak terasa satu jam sudah saya menemani anda di gosip petang. Jangan lupa saksikan WesWos, setiap hari pukul 15.00 WIB hanya di Pansos TV, karena hanya di WesWos ada gosip dan berita terbaru artis tanah air.
Saya Dila Kartika pamit undur diri, sampai jumpa”
***
Tara tak tertarik dengan hadiah-hadiah yang menurutnya murahan, dalam hati dia ingin segera menyingkirkan barang-barang itu. Sambil menunggu adegan selanjutnya, Tara memandang wajah-wajah lusuh di tak jauh dari tempat istirahat yang disediakan. Fans-fansnya rela menunggu hingga dirinya selesai syuting, mereka dijaga ketat oleh petugas keamanan milik tim produksi CHSP agar tidak mengganggu jalannya proses syuting. Mereka duduk di pinggir jalan, trotoar, bawah pohon atau di mana saja yang teduh sambil membawa poster bergambar wajahnya dan kata-kata penyemangat.
Prita muncul di hadapannya membawa segelas kopi dingin, cukup membuat Tara tak mengomelinya.
“Apa jadwal gue selanjutnya?” tanya Tara.
“Malam nanti ada dua pemotretan untuk majalah wanita dan tabloid remaja. Habis itu ada kelas akting” jawab Prita.
Hari ini Tara mendapat dispensasi shooting setengah hari. Syuting dilanjutkan dengan adegan lain yang bukan bagiannya.
“Tabloid remaja?” tanya Tara memastikan pendengarannya tidak salah.
“Lo kalau milih pekerjaan nanya-nanya dulu kek gue udah 25, udah bukan remaja lagi” cecar Tara, dalam hati dia berdoa semoga pembaca tabloid itu tidak salah kira remaja berakting sebagai pelakor.
“Lu udah gak bisa milih kerjaan lagi. Bayarannya cukup buat cicil utang lo” ujar Prita. Sebenarnya Prita sebagai manajer bertanggung jawab memilih dan mendiskusikan tawaran pekerjaan dengan artisnya. Saat ini kondisi keuangan artisnya tidak memungkinkan Prita memilih-milih kerjaan. Selagi dibayar dan ditawari lebih baik diambil. Ada puluhan artis seperti Tara di industri hiburan Indonesia, semuanya punya kesempatan yang sama ditawari kerjaan. Tara salah satu yang beruntung, selagi karir Tara sedang naik Prita memilih memborong semua tawaran.
__ADS_1
“Jam 10 nanti ada break satu jam sebelum kelas akting” ujar Prita.
“Booking tempat biasa, buat fans-fans gue” ujar Tara menunjuk kumpulan manusia yang hingga sore jumlahnya tak berkurang.
Prita menoleh ke arah yang ditunjuk Tara, tampak segerombolan orang dari berbagai kelompok usia yang masih setia menonton jalannya syuting di tempat itu. Tanpa banyak bicara Prita membuat reservasi dengan restoran favorit Tara. Sebuah restoran keluarga di pinggir kota, tidak terlalu ramai dan reservasi dibuka hingga 30 menit sebelum acara.
Prita mendekat ke arah gerombolan penggemar Tara. Berbasa-basi sebentar sambil menghitung jumlah yang ada. Dia memberitahu mereka rencana untuk malam nanti. Ajaibnya semua setuju, banyak di antar mereka yang minta sharing lokasi karena membawa kendaraan sendiri, yang tak punya kendaraan akan dipesankan ojek dan taxi online.
***
Tepat jam sepuluh malam penggemar telah berkumpul di restoran itu sambil menikmati kudapan yang dipesan khusus untuk malam itu. Prita hadir di sana 30 menit sebelum acara dimulai, mengkoordinir acara itu bersama anak-anak lain dari manajemen artisnya.
Tara duduk di mobil Tedja dengan muka cemberutnya. Seharian ini Tara dibuat jengkel dengan sikap Prita. Mulut embernya membocorkan rencana makan malam dengan penggemarnya. Tedja antusias dia tak keberatan harus melewati perjalanan dengan muka masam Tara dan tawa puas manajernya.
Sesampainya di sana Tara disambut dengan kejutan kecil tiup lilin yang lebih meriah dari lokasi shooting. Wajah cemberutnya kembali ceria, air matanya hampir saja menetes tak kala penggemar meminta izin memeluknya dan mengucapkan doa. Tara memeluk mereka erat, seerat yang dia bisa. Makan malam itu dipenuhi tawa dan haru. Sejenak Tara dapat bersikap biasa meninggalkan image artisnya sejenak.
“Makasih ya udah bantuin aku siapin acara ini” ujar Prita pada teman-teman manajemennya.
“Sama-sama” teriak Clinton disambut sorakan.
Clinton terbahak, matanya melirik Anyelin yang tersenyum tipis. Tentu saja Prita tak bisa menyeret Clinton, tanpa iming-iming Anyelin menjadi bagian dari acara itu.
Tara juga mengucapkan hal yang sama pada semua yang hadir. Hari ini sangat berarti baginya. Tara tak bisa berlama-lama di tempat itu, kelas aktingnya akan di mulai pukul sebelas malam nanti dia harus segera bersiap.
Hari telah berganti, namun Tara tak kunjung mendapat ucapan dari orang yang dia harapkan akan menjadi yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Tara menurunkan egonya, mencoba menghubungi Airin ibu kandungnya.
Ponsel Airin bergetar di atas meja, perempuan itu memilih mengabaikan bunyi yang mengganggu malam panas dengan brondong yang sibuk menindihnya, sambil beradu erangan.
Rabu ini tetap menjadi kelabu bagi Tara.
...----------------...
__ADS_1