
"Lintang dan Regata. Oh, nama istrinya Regata," tanya Tara saat menerima undangan yang dari Prita.
Tara terkejut Lintang mengundangnya, mengingat dulu kelakukan Tara tak ubahnya nenek lampir dan sering merepotkan Lintang. Tapi syukurlah Lintang tak menganggapnya demikian.
Pernikahannya besok di Lembang. Melihat nama tempatnya saja, Tara langsung bisa memahami bahwa konsep semi outdoor memang cocok dengan suasana Lembang.
"Dingin gak sih di sana?," tanya Tara.
"Sejuk," balas Prita.
Keduanya mengecek jadwal kegiatan besok dan Tara meminta memundurkan waktu shooting podcast berikutnya.
"Lo gak bisa lama-lama di Lembang. Habis salaman, makan, trus cus balik Jakarta," jelas Prita.
Tara tak masalah, toh pesta pernikahan ini hanya berlangsung sekali seumur hidup. Tentu dirinya harus hadir mendukung Lintang dan istrinya.
Tara memilih midi dress berwarna hijau cerah dan heels berwarna merah. Meskipun konsepnya agak bertabrakan tetapi tak masalah, besok dia akan bersenang-senang di pesta Lintang.
Tara melihat tayangan infotainment dan mengecek sosial media. Taka ada satupun sahabat atau keluarga yang membocorkan informasi pernikahannya. Tara membayangkan besok lusa dirinya juga mengadakan pernikahan tertutup seperti ini.
Lingkungan keluarga mereka pasti sehat, karena tidak ada yang repot spill-spall pernikahan mereka. Karena itu dia harus bekerja sama untuk tidak membocorkan pesta ini. Badminton Lovers pun tampaknya larut dalam euforia International Challenge di Bulgaria yang sudah memasuki babak 16 besar.
__ADS_1
*****
(Pesta Pernikahan)
Tara dan Prita tiba di tempat resepsi saat acara makan dimulai. Tidak banyak orang yang datang, mungkin karena tempatnya jauh dan undangannya mendadak pikir Tara.
Tara melihat beberapa atlet yang sering wara-wiri di televisi dan beberapa mantan atlet terkenal. Tidak ada yang menggunjingnya seperti dugaannya, semua orang tampak sibuk berbincang tentang dua pengantin yang nampak gugup di pelaminan.
"Hay Lintang," sapa Tara sambil memeluknya.
"Halo, Regata ya," sapa Tara sok akrab pada Regata.
"Selfie yuk," ajak Tara. Keempatnya berfoto-foto ria. Ada momen dimana Tara hanya berpose berdua dengan Lintang tentu dengan seizin Regata.
Regata nampak takjub dengan kelakuan ajaib Tara. Menurut Regata, Tara wanita yang cantik dan penuh percaya diri. Pantas saja Lintang yang kaku tidak berkutik dengan sikap Tara. Tanpa sadar Regata terkikik melihat wajah tegang Lintang.
"Boleh upload gak sih?," tanya Tara merujuk pada upload di sosmed.
Lintang melihat Regata, meminta pendapat wanita yang telah sah menjadi istrinya. Regata mengiyakan permintaan Tara.
"Lagi dong, pakai boomerang," pinta Tara. Seolah tidak kehabisan energi.
__ADS_1
"Selamat ya Lintang dan Regata. Anak kalian mana?," tanya Tara.
Regata menunjuk seorang gadis bertubuh bongsor yang ditemani neneknya. Anak itu sedang bercengkrama dengan anak-anak atlet yang ikut hadir di pesta.
"Ya ampun mirip Lintang," ujar Tara spontan. Regata hanya senyum-senyum melihat respon Tara.
Prita yang mulai jengah segera menarik Tara menjauh dari pengantin menuju meja makan.
"Hay Mbak Tara, boleh foto bareng gak," tanya Bisma, salah satu atlet ganda putra diikuti teman-teman atlet yang lain.
Tara tentu bersemangat melayani permintaan foto bersama, sementara Prita ngacir sendirian ke meja makan.
"Boleh tukeran nomor gak," tanya Bisma usai foto bersama.
Tara memberikan kontak pribadinya begitu saja. Hitung-hitung tambah kontak buat kepo status whatsappnya.
"Buruan makan, masih banyak kerjaan kita," kata Prita sambil menyeruput kuah rawon.
Tara mengangguk patuh. Selesai makan keduanya berpamitan kembali ke Jakarta. Sepanjang perjalanan Tara habiskan waktu dengan bersenandung, hari ini salah satu hari favoritnya.
...----------------...
__ADS_1